Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Jumat, 16 November 2012

Tiga Tujuan Utama Israel Serang Gaza

Tank Israel bersiap di perbatasan Gaza (Foto: AP) 
Tank Israel bersiap di perbatasan Gaza (Foto: AP)
 
ANKARA – Duta Besar Palestina untuk Turki Nabil Maarouf menyebutkan, setidaknya ada tiga tujuan utama yang ingin dicapai oleh pihak Israel dengan melakukan serangan ke Jalur Gaza. Serangan yang dimulai sejak Rabu 16 November itu, telah menewaskan 19 warga Palestina.

Menurut Maarouf, alasan pertama Israel menyerang Gaza adalah untuk mendapatkan dukungan publik Israel menjelang pemilihan umum yang akan dilakukan negara Zionis tersebut pada awal tahun 2013. Hal tersebut sama seperti serangan yang dilakukan Israel ke Gaza pada tahun 2008 lalu yang dilakukan mendekati tanggal diadakannya pemilu di Israel.

“Mereka melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan pada tahun 2008. Kelompok sayap kanan Israel berusaha memenangkan pemilu dengan membunuh warga Palestina yang tidak bersalah," ucap Maarouf, seperti dikutip Hurriyet, Jumat (16/11/2012).

Alasan berikutnya adalah untuk menghambat upaya palestina mendapatkan status keanggotaan di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Palestina merencanakan akan mengajukan rancangan resolusi yang akan memberikannya status pengamat di PBB.

Pengajuan tersebut direncanakan pihak Palestina akan dilakukan pada tanggal 29 November nanti. Namun niat Palestina itu dapat terhambat dengan meningkatnya ketegangan di Gaza.

Alasan terakhir adalah untuk menutupi konflik yang terjadi di Suriah. Dengan serangan tersebut maka apa yang terjadi di Suriah tidak lagi menjadi prioritas pemberitaan di media-media.

“Lihat saja dua hari terakhir, apa ada orang yang berbicara tentang Suriah?," sebut Maarouf.

Pendapat Maarouf itu juga diamini oleh Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu. Davutoglu menyatakan, yang diuntungkan dengan serangan Israel ke Gaza termasuk juga Presiden Suriah Bashar al-Assad. Padahal Assad sedang berada dalam kondisi tertekan dengan terbentuknya koalisi baru oposisi Suriah.


Sumber: Okezone

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KOMEN POSITIF "OK"