Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Sabtu, 17 November 2012

INDODEFENCE 2012-Rusia Perkenalkan Produk Non-Militer

Dua produk pertahanan militer Concern Almaz-Antey dari Rusia, Top-M2E (kiri) dan Buk-M2E (kanan) tengah beraksi. Perusahaan-perusahaan pertahanan asal Rusia tengah giat memperkenalkan produk mereka ke dunia, baik produk pertahanan militer atau pun produk non-militer untuk kehidupan sipil seperti radar cuaca dan siap bersaing dengan raksasa militer seperti Boeing dan Thales. 
Dua produk pertahanan militer Concern Almaz-Antey dari Rusia, Top-M2E (kiri) dan Buk-M2E (kanan) tengah beraksi. Perusahaan-perusahaan pertahanan asal Rusia tengah giat memperkenalkan produk mereka ke dunia, baik produk pertahanan militer atau pun produk non-militer untuk kehidupan sipil seperti radar cuaca dan siap bersaing dengan raksasa militer seperti Boeing dan Thales.

Perusahaan pertahanan asal Rusia, Concern Almaz- Antey, bakal meramaikan pasar industri pertahanan dengan produk-produk mutakhirnya yang mampu bersaing dengan produk keluaran perusahaan besar seperti Boeing atau Thales. Saat mengikuti pameran Indodefence di Jakarta, perusahaan itu turut memamerkan beberapa produk baru yang diperkirakan bakal menjadi unggulan dalam industri pertahanan dunia. Nama Concern Almaz- Antey mungkin sudah tak asing lagi di dunia pertahanan dunia.

Dan diperkirakan, beberapa gebrakan terbaru mereka dalam industri itu membuat perusahaan akan terus mendapatkan tempat dan bersaing dengan perusahaan besar. Dalam pameran Indodefence, Concern Almaz-Antey turut memamerkan produk terbarunya yang diperkirakan bakal lakukerasdidunia.Apalagi,produk ini adalah produk non-alat perang yang berguna bagi kehidupan sehari-hari manusia. Salah satu produk itu adalah radar cuaca seri DMRL-S yang mana permintaan di pasaran sangatlah tinggi.

Akibatnya, dalam waktu lima tahun ke depan, perusahaan harus siap memproduksi 140 barang tersebut untuk mencukupi kebutuhan dari negara terbesar di dunia,Rusia.Saat ini hanya Rusia yang akan memiliki kemampuan tidak hanya dapat memprediksi terjadinya angin topan dan hujan lebat, tetapi dapat memprediksi segala perubahan di bidang cuaca untuk jangka waktu 4–5 hari ke depan. Pertama kalinya dalam dunia teknologi, radar tersebut mampu memberikan informasi meteorologi pada radius 250 kilometer setiap beberapa menit.

Radar setipe sebelumnya hanya mampu membaca awan dari luar, yang membatasinya membaca rahasia di dalam awan tersebut, seperti akan terjadinya angin topan berbahaya ataupun badai. Agar dapat menyelami apa yang terjadi pada awan tersebut, pada impuls (sinyal) yang dikirim perlu dimasukkan energi yang sangat besar. Teknologi ini memang sudah ada sebelumnya namun cenderung tidak tepercaya dan sangatlah mahal harganya.

Berkat kemahiran para pakar Concern, mereka berhasil menemukan jalan keluar yang terbaik, dengan menurunkan kekuatan impuls,namun mampu untuk membuat durasinya menjadi lebih lama. Pada percobaan yang telah dilakukan untuk radar cuaca seri DMRL-S, terbukti bahwa radar ini tidak hanya memiliki kecanggihan sama dengan radar setipe milik negara lain,namun keunggulannya yang tak tertandingi adalah karena lebih dapat diandalkan dan lebih murah, sehingga tidak ada tandingannya di dunia.

Selain radar cuaca itu, Almaz- Antey juga memberikan kejutan setara yang diberikan oleh 20 perusahaan terbesar dunia seperti Boeing dan Thales, yaitu memungkinkan menjadi saingan pada pasar produksi sistem pengaturan lalu lintas udara terbaru, yaitu Sintez— R3. Sistem ini mampu memprediksi terjadinya tabrakan di udara beberapa jam sebelum hal tersebut terjadi, tentu saja hal ini memungkinkan untuk dilakukannya pencegahan darurat.

Pada sistem terbaru ini pengambilan suatu keputusan berdasarkan atas rekomendasi yang dihasilkan oleh sistem komputerisasi, sehingga komputerlah yang kemudian akan melakukan penghitungan bagaimana jalan terbaik untuk menghindari terjadinya tabrakan pesawat. Sistem semacam ini dipergunakan pada pusat pengaturan lalu lintas udara berskala besar di luar negeri, contohnya, pada EUROCONTROL Maastricht Upper Area Control Centre, kemudian di Italia (pusat pengendalian di Milan dan Roma), atau di Inggris (pusat pengendalian di London).

Para pakar menilai harga sistem tersebut yang telah dipergunakan di salah satu kota di Rusia, Khabarovsk, sekitar USD10–15 juta.Pada kenyataannya, harga sistem semacam ini di negara lain berkisar 4–5 kali lipat lebih mahal.Dan,saat ini pembicaraan untuk pe-masangan sistem tersebut oleh Concern Almaz-Antey di negara- negara Eropa, Asia, dan Amerika Latin dapat menjadi kejutan yang kurang menyenangkan bagi perusahaan produsen yang merajai dunia di pasar saat ini,yaitu Boeing (Amerika Serikat) dan Thales (Perancis) Merujuk kepada hal tersebut di atas,

belum lama ini Presiden Direktur Garuda Indonesia Emirsyah Satar menyampaikan bahwa angka pertumbuhan pesawat pengangkut penumpang di Indonesia setiap tahunnya meningkat sebesar 1,5 kali,hal ini akan berlanjut hingga tahun 2015, yang mana menurutnya jumlah tahun ini akan menjadi 90 juta penumpang, dibanding tahun lalu sebesar 60 juta, juga sekitar 30 juta penumpang pada tahun tersebut diisi oleh penumpang yang terbang ke Indonesia dari negara lain di dunia.

Emirsyah menggarisbawahi, bila pada tahun 2011 Indonesia hanya memiliki 705 pesawat, maka jumlah tersebut akan terus tumbuh hingga mencapai angka 966 pada tahun 2015. Dengan pertumbuhan sepesat ini maka masalah mengenai pengaturan lalu lintas udara pada bandara-bandara utama dan masalah keamanannya menjadi hal yang sangat penting. Sistem Rusia ini pun dapat dipergunakan untuk membantu menjadi jalan keluar untuk masalah ini.

Concern Almaz-Antey membawahi sekitar 60 perusahaan Rusia, berikut pusatpusat lembaga penelitian dan perusahaan konstruksi, yang total keseluruhan mempekerjakan sekitar 90.000 tenaga kerja.Walaupun perusahaan itu merealisasikan produk jadinya di luar negeri melalui perantara negara yaitu Rosoboroneksport, mereka memiliki hak untuk melakukan ekspor suku cadang, komponen, rakitan,perangkat,komponen, peralatan khusus,

pelatihan dan tambahan, dokumentasi teknis secara mandiri. Salah satu kegiatan penting yang dilakukannya di luar negeri adalah pembentukan pusat perbaikan (service centre) untuk melayani produksi Concern Almaz-Antey di wilayah pelanggan luar negeri, pusat tersebut juga berfungsi sebagai lembaga pelatihan untuk spesialis. Pada akhirnya, Concern memberikan kontribusi secara komersial berdasarkan kemampuan nasional pada perwujudan pengembangan sistem pertahanan udara di beberapa negara.

Sejak Concern JSC Almaz–Antey didirikan pada 2002,perusahaan ini telah mencapai keberhasilan untuk ekspor di bidang pertahanan udara. Pada tahun 2004–2006 perusahaan ini berhasil menyepakati kontrak untuk menyuplai 16 batalion S-300PMU2 yang saat ini menjadi barisan utamapertahananudaraChina. Dua batalion S-300PMU1 selanjutnya disuplai ke Vietnam dan empat batalion S-300PMU2 akan disuplai ke Aljazair.

Rudal darat (SAM) Sistem Buk–M1-2 telah di suplai ke Siprus dan sistem canggih Buk–M2E sudah di kontrak dengan Suriah,sedangkan Shipborne Rif-M dan SAM Sistem Shtil-1 disuplai ke China dan India. Total nilai ekspor Concern JSC Almaz-Antey untuk sistem pertahanan udara dan pekerjaan ekspor yang berhubungan dengannya pada 2002– 2008 mencapai USD7 miliar,di mana pertumbuhannya terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Pada 2009 Concern telah sukses menyelesaikan kontrak dengan China tiga tahun lebih cepat daripada jadwal yang ditentukan, hasil yang memuaskan tersebut membuat RRC memperoleh delapan batalion terakhir S-300PMU2 lebih cepat. Sedangkan, suplai rudal seri 9M317 dan peralatan yang berhubungan dengannya terus dilanjutkan. Shipborne sistem Shtil-1 dengan menggunakan rudal yang sama terus disuplai agar dapat dipasangkan pada Fregat buatan Rusia dan India untuk Angkatan Laut India. Sistem pertahanan udara yang dipesan oleh Aljazair (rudal S-300PMU2) .

Dua keberhasilan besar pada tiga tahun terakhir adalah pada kontrak Venezuela dan Azerbaijan.Pada 2009 Presiden Venezuela Hugo Chavez, mengumumkan keputusannya untuk mempersenjatai pertahanan udara negaranya dengan sistem pertahanan berbagai jenis yang komprehensif dengan menggunakan persenjataan buatan Rusia,yang belum dimiliki oleh negara Amerika Latin lain.

Concern Almaz-Antey juga akan menyuplai SAM sistem Antey- 2500, beberapa sistem Buk–M2E dan juga radar serta sistem pengendalian pertahanan udara yang otomatis. Untuk Korea Selatan Concern JSC Almaz-Antey hampir menyelesaikan pekerjaannya mewujudkan KM-SAM sistem jarak medium untuk yang berbasis pada sistem “Vityaz”, serupa dengan yang dibentuk untuk Kementrian Pertahanan Rusia.
Sumber: Sindo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KOMEN POSITIF "OK"