Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Selasa, 13 November 2012

Pesawat Tanpa Awak dengan Misi Tempur

  UAV Predator

Metrotvnews.com, Jakarta: Pesawat tanpa awak di beberapa negara lebih difokuskan sebagai pesawat militer pengintai atau mata-mata. Memang tujuan utama pesawat jenis ini melaksanakan tugas yang memiliki risiko tinggi. Tapi, kini, pesawat tanpa awak sudah mampu menjalankan misi tempur.

Pesawat tanpa awak atau biasa disebut Unmanned Aerial Vehicle (UAV) adalah sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak jauh. Penggunaan terbesar pesawat jenis ini adalah dalam bidang militer, khususnya pengintaian.

Saat ini terdapat dua varian pesawat UAV, yaitu yang dikontrol dan dikendalikan dari jarak jauh serta varian kedua yang terbang secara mandiri dan telah diprogram terlebih dahulu untuk melakukan misi.

Amerika Serikat dan Israel adalah negara yang memiliki UAV yang memiliki misi tempur atau Drone. Sebut saja MQ-1 Predator dan MQ-9 Reaper yang cukup menakutkan pada Perang Irak dan Perang Afghanistan.

MQ-1 Predator memiliki kemampuan membawa 2 buah rudal Hellfire dengan kecepatan 135 mil perjam. UAV ini dapat terbang dengan ketinggian 25 ribu kaki dengan radius operasi 450 mil.

MQ-9 Reaper lebih dahsyat lagi. Pesawat ini mampu membawa beban hingga 5 ton. Dengan kemampuan tersebut Drone ini bisa membawa 4 buah rudal Hellfire, sejumlah peralatan pengintai, dan radar. UAV ini mampu terbang dengan kecepatan 230 mil perjam, dan bisa terbang hingga ketinggian 50 ribu kaki dan memiliki radius jelajah hingga 3.682 mil. Kelebihan lain, Drone ini dapat dibongkar pasang sehingga bisa diterbangkan dari mana saja.
Namun pada tahun 2011 Iran berhasil menembak jatuh UAV tercanggih AS. Sejak saat itu Iran juga telah mampu mengembangkan UAV canggih yang diberinama Koker-1.
 
 
Sumber:  Metronews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KOMEN POSITIF "OK"