Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Senin, 12 November 2012

Rusia: Kami Tak Pernah Pasang Misil di Dekat AS!

Foto : Misil S-400 milik Rusia (RIA Novosti) 
Foto : Misil S-400 milik Rusia (RIA Novosti)
 
MOSKOW - Rusia kembali menyerang Amerika Serikat (AS) dalam isu sistem pertahanan misil Eropa. Selain isu misil, Rusia turut membahas kekhawatirannya atas aktivias kapal perang AS yang dilengkapi sistem Aegis.

"Kami tidak pernah memasang misil pencegat di perbatasan AS dengan dalil konyol yang dibuat-buat seperti halnya 'melindungi teman-teman kami (warga AS) dari ancaman Kanada atau Honduras'," ujar Deputi Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin, seperti dikutip RIA Novosti, Senin (12/11/2012).

Rogozin tidak menjelaskan apa yang akan dilakukan negaranya dalam merespons tindakan AS. Isu sistem pertahanan misil Eropa juga disertai dengan isu pengerahan kapal perang yang dilengkapi teknologi Aegis. Negeri Beruang Merah memandang hal itu bak perlombaan senjata.

Sejauh ini, Rusia sedang membangun misil pencegat baru berjenis S-500. Namun Rogozin mengingatkan kembali bahwa, Rusia sama sekali tidak berniat untuk menempatkan senjata-senjata itu di negara manapun. Sikap Rusia dalam hal pertahanan sangat jauh berbeda dengan Negeri Paman Sam.

Pada dasarnya, alasan AS menempatkan sistem pertahanan misil di dekat Rusia adalah menjaga negara-negara North Atlantic Treaty Organization (NATO) dari ancaman Iran dan Korea Utara. Rusia jelas menentang rencana itu karena penempatan senjata anti-misil itu mengarah ke fasilitas nuklir Rusia.

Presiden AS Barack Obama sempat berjanji, dirinya akan lebih fleksibel dalam mengatasi isu bilateral tersebut usai Pemilihan Presiden (Pilpres). Rogozin turut menagih janji Obama dalam isu misil itu, usai Presiden Vladimir Putin mengucapkan selamat kepada Obama yang baru saja berhasil meraih priode keduanya di Gedung Putih.


Sumber: Okezone


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KOMEN POSITIF "OK"