Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Selasa, 13 November 2012

Iran Gelar Latihan Udara Terbesar

TEHERAN – Iran kemarin meluncurkan latihan pertahanan udara terbesar yang bertujuan memaksimalkan daya tangkalnya terhadap ancaman militer asing.

Latihan itu juga mengirim peringatan keras pada negara- negara lain yang mengancam menyerang Iran. Manuver militer itu awalnya dijadwalkan awal Oktober, tapi ditunda tanpa penjelasan resmi.Latihan yang dimulai kemarin itu digelar seiring meningkatnya ketegangan di Teluk. Meski demikian, latihan ini tampaknya tidak terkait insiden pekan lalu saat dua jet tempur Iran menembak satu pesawat tanpa awal milik Amerika Serikat (AS).

“Sebanyak 8.000 pasukan dariGardaRevolusi,militer,dan milisi Basij dilibatkan dalam latihan militer empat hari yang mencakup 850.000 kilometer persegi di wilayah timur Iran,” ungkap laporan laman Garda Revolusi Iran,sepahnews.com. Press TV melaporkan bahwa latihan pertahanan bersandi “Velayat-4” itu akan menjadi manuver udara terbesar di negara itu.Beragam rudal dan sistem artileri serta jet tempur dan pesawat pengebom dikerahkan dalam latihan militer tersebut.

“Berbagai unit juga menguji peralatan radar taktis, mobile, dan radar tetap, serta sistem pengintai elektronik di pesawat,” kata Brigadir Jenderal Farzad Esmaili,Kepala Komandan Pertahanan Udara Garda Revolusi Iran,dikutip AFP. Esmaili menjelaskan, dalam latihan ini juga diuji pesawat pengebom, pesawat pengisi bahan bakar, dan pesawat tanpa awak milik Iran.

Kantor berita Isnamenjelaskan bahwa pesawat F-4, F-5, F-7, dan F-14 juga terlibat dalam latihan udara ini. Iran sering menggelar tes rudal dan manuver militer untuk memperkuat kemampuan militernya yang mendapat ancaman eksternal. Latihan semacam itu berulang kali digelar dalam beberapa tahun terakhir, di tengah ketegangan dengan Barat dan ancaman Israel melakukan serangan udara di fasilitas nuklir Iran.

“Latihan ini mengirim pesan perdamaian dan keamanan bagi negara-negara kawasan. Bagi mereka yang memikirkan agresi terhadap Republik Islam Iran, latihan ini harus dilihat sebagai peringatan keras,” papar juru bicara latihan udara Brigadir Jenderal Shahrokh Shahram pada Press TV. Namun, dia tidak memberi penjelasan lebih rinci.

Shahram menegaskan bahwalatihaninifokusmeningkatkan koordinasi antara militer Iran danpasukanelitGardaRevolusi. Insiden penembakan pesawat tanpa awak milik AS di Teluk terjadi pada 1 November lalu. Kejadian ini dipublikasikan Pentagon pekan lalu hingga meningkatkan ketegangan antara Iran dan AS. Iran menyatakan bahwa pesawat tanpa awak,Predator,itu memasuki ruang udaranya dan jet tempur Teheran melepas tembakan peringatan.

Pentagon menyangkal Predator memasuki ruang udara Iran dan memperingatkan respons keras jika kejadian semacam itu terulang. Komandan Garda Revolusi Amir Ali Hajizadeh yakin pesawat tanpa awak milik AS itu mengumpulkan intelijen tentang kapal-kapal tanker minyak yang dimiliki Iran. Mohammad Ali Jafari dari Garda Revolusi menyatakan, pasukannya telah bertindakbenardenganmenyerang pesawattanpaawakmilik AStersebut.

“Jika penyusupan semacamituterjadidimasadepan, kami akan melindungi wilayah udara kami,”katanya. AS, Uni Eropa, dan badanbadan lain memberlakukan sanksi terhadap perdagangan minyak Iran untuk menekan program nuklirnya. Barat khawatir Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir.


Sumber: Sindo

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KOMEN POSITIF "OK"