Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Rabu, 20 Juni 2012

Saab going to builds Super-Gripen Next Year


The aircraft manufacturer Saab has taken a decision to build a Super-Jas, to be used for test flights. This despite the fact that concrete orders for the plane missing at present.

- It's nailed that we begin to build a plane next year, says Lasse Jansson, press officer at Saab Aeronautics.

The Company is in full swing with preparations for the construction, he says:

- We works with to order special parts and talk to the subcontractors.

Exactly when a newly Super-Jas can roll out on the launch pad is unclear. According to Lasse Jansson is the completion relating to when the first order placed, probably from Switzerland.

- Normally the delivery time for a new Gripen about four years, but we expect to build test aircraft in less time, he says.

Swiss government said last year in favor of ordering 22 new Gripen from Sweden, but the contract has not yet been signed. If an export transaction locks in the Swedish parliament agreed that when the government can order 8-10 plane of the E / F model.

The question of the Gripen purchase is also hot topic of discussion in Switzerland. The procurement is expected to be worth around 22 billion.

Discussions are underway about the opportunities to collaborate on the design of the new Gripen model between the Swedish Defence Export Agency, FXM, and armasuisse, which is Switzerland's equivalent of the Defence Materiel Administration.

- The topics on both the execution schedule and cost, says Mats Hansson FXM who heads the Swedish negotiation team.

The completed documents will then form the basis for policy decisions in both Sweden and Switzerland, in which case they intend to order just newly manufactured planes.

According to Mats Hansson, the Swedish main alternative but to rebuild and upgrade plan from the existing fleet to the new version.

Even in the joint acquisition programs such as Sweden and Switzerland discuss include one or more test aircraft, he said. His hope is to get along with his Swiss counterpart now in the summer.

Included in the new Super-Jas

The main innovations in the Super-Jas, or Gripen E / F, include:

A more powerful engine than the current Volvo Aero RM12 engine, based on General Electric's F404 engine. The new engine from General Electric F414G units and is based on the same engine that sits in Boeing's F-18 Super Hornet.
A new multimode AESA radar, developed by Saab and French Thales.

Longer range by larger fuel tanks.

Larger weapons load and more weapon mounts.

New retractable landing gear in the wings instead of the fuselage.

Updated flight deck, including new head-down displays and enhanced avionics.

Encrypted communication with technology from the Swedish company Sectra.

Galangan Kapal Spanyol Garap Pengganti KRI Dewaruci



Galangan Kapal Spanyol Garap Pengganti KRI Dewaruci

SURABAYA--MICOM: Markas Besar TNI Angkatan Laut memastikan telah memesan kapal layar tiang tinggi dari sebuah galangan kapal internasional di Spanyol, yang diproyeksikan sebagai pengganti kapal latih KRI Dewaruci.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Soeparno kepada wartawan di Surabaya, Selasa (19/6) mengemukakan, kapal layar tiang tinggi tersebut rencananya mulai diproduksi pada 2013 dan dijadwalkan selesai pada 2014.

"Sudah diputuskan akan diproduksi di Spanyol, tapi saya lupa nama galangan kapal tersebut," kata Soeparno usai memimpin upacara serah terima jabatan komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Kobangdikal).

Menurut ia, pembelian kapal latih yang direncanakan sejak 2010 tersebut, telah disetujui Mabes TNI dan pemerintah dengan anggaran sekitar US$80 juta.

Kapal latih baru kadet Akademi Angkatan Laut (AAL) itu merupakan salah satu program pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL, terutama untuk melatih calon-calon perwira masa depan.

"Yang jelas, kapal layar baru nanti ukurannya lebih besar dan desainnya lebih indah dari KRI Dewaruci, sehingga mampu menampung personel lebih banyak," ujar Laksamana Soeparno.

Seperti diketahui, TNI AL telah mengoperasikan kapal latih KRI Dewaruci sejak 1953. Kapal layar legendaris tersebut adalah buatan HC Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman, pada 1952.

Kendati usianya sudah 60 tahun, KRI Dewaruci yang memiliki panjang 58,30 meter, lebar lambung 9,50 meter dan bobot mati 847 ton, telah dilengkapi dengan sistem navigasi canggih dan komputerisasi.

Kapal tipe "Barquentin" ini mempunyai tiga tiang utama dengan 16 layar dan dilengkapi mesin berkekuatan 986 PK diesel yang mampu melaju dengan kecepatan maksimal 10,5 knot.

Sejak 15 Januari 2012, KRI Dewaruci melakukan muhibah keliling dunia selama lebih kurang 277 hari dan dijadwalkan kembali ke Indonesia pada pertengahan Oktober 2012.

"Mungkin pelayaran keliling dunia ini menjadi yang terakhir kali dilakukan KRI Dewaruci. Kapal ini berangkat menuju arah timur dan kembali dari arah barat," kata KSAL Laksamana Soeparno.

Robot Serangga, Masa Depan Mata-Mata Militer


INILAH.COM, London -Untuk memburu teroris di Pakistan, CIA dan militer AS menggunakan robot. Dalam sejarah robot pengintai canggih, ukuran robot kini jauh dari bayangan kita.
Dalam sejarah robot pengintai, robot ini kini memiliki ukuran jauh lebih kecil. Selama beberapa tahun terakhir, diduga sejumlah robot pengintai ini menggunakan fisik dan ukuran yang sama seperti serangga.

Dilansir oleh DailyMail, dugaan tentang robot pengintai ini berawal pada 2007. Ada laporan tentang kemunculan 'obyek aneh' yang terbang melayang di atas aksi protes antiperang. Hal ini berujung tuduhan pada pemerintah AS yang secara diam-diam mengembangkan mata-mata robot serangga.

Kolonel Tom Ehrhard, pensiunan Angkatan Udara (AU) AS mengatakan bahwa hal tersebut bisa saja terjadi, karena menurutnya 'AS bisa sangat licik',

Beberapa waktu lalu AU AS pernah memamerkan prototip robot pengintai seukuran serangga yang tak terdeteksi. Robot serangga ini mampu memfoto, merekam dan bahkan menyerang teroris.

Pihak AU juga mengungkap ‘robot mini mematikan’ ini dibuat berdasarkan cetak biru Leonardo da Vinci. Menurut rencana robot ini akan selesai diproduksi pada 2015.

"Kendala yang dihadapi para ilmuwan saat ini adalah, pesawat tak bisa melayang dan helikopter tak bisa terbang cepat. Namun, alam telah berhasil memecahkan masalah rancang mesin miniatur terbang ini," kata Richard Bomphrey, seorang profesor dari Oxford University mengacu pada robot serangga pengintai ini.

Sumber: Inilah.com

Selasa, 19 Juni 2012

Menunggu CIWS KCR Trimaran

Type 730 SD Menunggu CIWS KCR Trimaran
CIWS Type 730 Anti-Rudal
Kapal perang Indonesia segera naik kelas dengan dipasangnya senjata Close-in Weapon System (CIWS) Type 730, 7 barel 30 mm, buatan China. 
Setelah meng-up grade sistem rudal, kini kapal- kapal perang itu mulai meningkatkan kemampuan pertahanan anti-rudal. Yang membuat penasaran adalah, kapal mana yang beruntung mendapatkan CIWS Type 730 ini ?.
Tiga unit CIWS Type 730 telah dipesan ke China melalui budget Mabes TNI dan disetujui DPR. Senjata gatling canon 30mm 7 laras ini, merupakan senjata yang didisain untuk pertahanan kapal dari serangan rudal, di saat rudal musuh berhasil menerobos pertahanan utama kapal. Close-in Weapon System (CIWS) juga bisa digunakan untuk menembak pesawat, target di pantai, kapal boat dan ranjau laut. Harganya sekitar 5,4 juta USD per unit.

CIWS Type 730 merupakan senapan otomatis dilengkapi fire-control system yang bisa menembak dengan posisi full cover 360 derajat. Amunisinya terdiri dari dua box 500 rounds. Satu box diisi peluru jenis sabot dan satu lainnya jenis high explosives (HE).

CIWS 730 dengan panjang laras 110 inch ini, mampu menembakkan peluru 4,600 hingga 5,800 rounds/menit dengan jarak tembak laksimum 3 Km. Target biasanya terkena dalam jarak 1 hingga 1,5 Km. Meski bisa menembakkan peluru sebanyak itu, CIWS tidak direkomendasikan untuk menembak lebih dari satu menit dalam satu aksi counter defense. Hal itu karena laras CIWS ini bisa meleleh.

type730 02large Menunggu CIWS KCR Trimaran
CIWS Type 730
CIWS ini dipandu oleh radar TR47C fire-control, serta electro-optic director yang dipasang di atas turret. Electro-optic director terdiri dari: TV tracking camera, infrared tracking camera dan laser rangefinder. Alat ini mampu menjejak target sejauh 5 hingga 6 km. Sementara Radar TR47C mampu mendeteksi target di udara berdiameter 10 cm hingga jarak 8 Km. 
Senjata Gattling China ini mirip dengan General Electric GAU-8/A Avenger. Ada juga yang menyebutkan CIWS China lebih mirip dengan Gryazev-Shipunov GSh-6-30 Rusia. Kini China dengan mengembangkan CIWS Type 730, yang sistemnya meliputi pemasangan rudal di sistem yang sama. Varian daratnya disebut China LD-2000.

Spesifikasi CIWS Type 730:
 
Calibre: 30mm X 7
Rate of fire: 4,600 – 5,800 rounds/min
Range: 3,000m
Elevation: N/A
Traverse: 360 degree
Ammunitions: 1,000 rds (armour piercing discarding sabot and HE)
Fire-control: Electro-optical + rada

KRI Pengusung CIWS:
 
China menggunakan CIWS Type 730 untuk kapal: Destroyer Luyang-I dan Luyang-II class, Destroyer Luzhou class dan Frigate Jiangkai-II class. Sementara untuk kapal induk Shi Lang (ex-Soviet Varyag), China menggnakan CIWS AK 1030 / 10 barrel.

Jika merujuk ke China, kemungkinan CIWS type 730 yang dipesan Indonesia, akan dipasang di Korvet KRI Diponegoro Class. Korvet Sigma 9113 Indonesia masih menggunakan 2 unit Canon 20mm DENEL VEKTOR G12 yang digerakkan secara manual oleh prajurit.

ciws luyang Menunggu CIWS KCR Trimaran
CIws 730 di Destroyer Luyang II China
Pertahanan lain dari KRI Sigma Indonesia adalah meriam Oto Melara 76 mm. 
Dengan kaliber yang besar (76mm), jumlah amunisi yang ditembakkan tidak cukup banyak untunk menghadang rudal yang hendak menerjang kapal. 
Meriam OTO Melara maksimum hanya dapat memuntahkan 120 proyektil per menit. Bandingkan dengan CIWS Type 730 yang bisa menembakkan amunisi 5800/ menit. Meriam OTO Melara mungkin handal untuk menghadang pesawat tempur, tapi belum memadai untuk menahan serangan rudal.
Korvet Sigma Indonesia cukup rentan terhadap serangan rudal, sehingga seharusnya dipasang CIWS. Rusia saja memasang rata-rata 4 sampai 8 CIWS di kapal perang mereka, untuk memastikan rudal yang datang, rontok sebelum menyentuh kapal.

Pengamat militer internasional menilai sistem CIWS Type 730 China mengadopsi Goalkeeper CIWS Belanda. Dengan demikian seharusnya tidak ada kendala jika CIWS Type 730 China diinstal ke Korvet KRI Diponegoro Class.

Satu light frigate Sigma10514 yang akan diterima Indonesia dari Belanda akhir tahun 2016, akan dilengkapi CIWS Goalkeeper.

Trimaran
 
Kemungkinan lain, KRI Trimaran yang rampung akhir tahun 2012 bisa jadi dipasang CIWS 730. Menurut konseptor Trimaran, John Lundin, kapal buatannya akan mengusung 4 rudal C-802. Bahkan dalam sebuah wawancara dengan harian Swedia, John Lundin mengatakan sudah menguji coba rudal tersebut. Jika Trimaran dipasang rudal, berarti kapal itu ditargetkan untuk mampu ofensif. Dengan demikian harus memiliki pertahan diri yang juga memadai.

trimaran type Menunggu CIWS KCR Trimaran
Rancang bangun Trimaran TNI AL
Negara-negara pemilik Trimaran untuk keperluan militer, umumnya memasang CIWS di kapal cepat mereka. 
Sebut saja Trimaran USS Independence yang dibangun galangan kapal AUSTAL(Australia)- USA, mengusung 1 CIWS Raytheon SeaRAM, untuk melindungi kapal dengan panjang 127 meter tersebut. Sementara Trimaran Indonesia dibangun oleh PT Lundin Industry Invest, di Banyuwangi- Jawa Timur berbasis Trimaran Earthrace Selandia Baru.
Demikian juga dengan China. Kapal trimaran mereka mengusung CIWS.

china stealth boat Menunggu CIWS KCR Trimaran
Trimaran China dengan CIWS
Bagaimana dengan KCR 40 dan KCR 60 ? Kedepannya TNI AL akan memasang CIWS AK 630 di kapal ini. Namun untuk sementara waktu (saat ini), KCR tersebut mengusung Canon 20mm DENEL VEKTOR G12 manual.
Indonesia baru memiliki CIWS jenis AK 230 yang sudah melekat pada 16 korvet kelas Parchim, saat beli bekas dari armada Jerman Timur. CIWS A 230 hanya bisa memuntahkan sekitar 1000 peluru/ menit, sehingga tidak cukup ideal untuk pertahanan.

Pertimbangan paling utama untuk menentukan kapal mana yang akan diinstal CIWS 730, adalah sejauh mana database komputer CIWS Type 730 bisa diintegrasikan dengan sistem elektronik yang ada di kapal. Juga termasuk ruang untuk instalasi, karena berat CIWS 730 ini sekitar 8 ton. Pemasangan tentunya lebih mudah di kapal yang baru, karena bisa diperhitungkan dari awal dibandingkan merombak sistem kapal tua yang sudah ada.


Sumber : JKGR

Iran dan negara kuat dunia bahas nuklir di Moskow


Moskow (ANTARA News) - Negara-negara kuat dunia dan Iran pada Senin bertemu di Moskow untuk melakukan pembicaraan guna mempersempit perbedaan pandangan tentang program nuklir Iran dan pencegahan ancaman perang baru di Timur Tengah.

Enam negara P5+1 yang terdiri atas Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman  berharap bisa membujuk Iran untuk mengekang produksi uranium bermutu tinggi yang mereka duga sebagai langkah menuju pembuatan senjata nuklir.

Iran sudah berulang kali membantah tuduhan bahwa program nuklirnya digunakan untuk tujuan militer.

President Mahmoud Ahmadinejad mengindikasikan persiapan untuk menghentikan kegiatan pengayaan uraniumnya--seperti permintaan Amerika Serikat dan sekutunya-- kalau negara-negara kuat dunia setuju memenuhi kebutuhan bahan bakarnya.

"Sejak awal Republik Islam telah menyatakan bahwa jika negara-negara Eropa menyediakan 20 persen pengayaan bahan bakar untuk Iran, maka ini tidak akan diperkaya sampai tingkat ini," kata Ahmadinejad dalam pernyataan di laman kepresidenan yang dikutip Kantor Berita Reuters.

Sebelumnya, Presiden Ahmadinejad juga menyatakan mengharapkan kemajuan penting pada pertemuan di Rusia.

"Kami siap secara sukarela akan membuat langkah positif jika pihak yang lain juga membuat langkah serupa," kata Ahmadinejad kepada surat kabar Frankfurter Allgemeine Sonntagszeitung, sebuah koran mingguan Jerman.

Sumber: Antara News

AU Rusia akan terima 10 jet MiG 31


Moskow (ANTARA News) - Distrik Militer Pusat Angkatan Udara Rusia akan menerima sepuluh pertama jet tempur pencegat jenis MiG-31BM pada 2012, kata layanan media Distrik Militer pada Senin.

"Distrik Militer Pusat AU akan menerima pengiriman sepuluh jet tempur pencegat MiG-31BM dan dua helikopter angkut berat Mi-26 pada 2012," kata perwakilan Distrik Militer Pusat, lapor RIA Novosti.

AU Rusia sebelumnya mengatakan pihaknya berniat menerima pengiriman yang mencapai 60 unit MiG-31BM hingga 2020 melalui kontrak yang telah ditandatangani bersama United Aircraft Corporation pada 2011 lalu.

Jet MiG-31BM merupakan jenis MiG-31 yang dimodifikasi total dan dilengkapi dengan jaringan data digital serta perlengkapan pemandu terbang (avionic) yang dipercanggih.

Selain itu, jet tersebut juga telah diperkuat dengan radar mode ganda yang baru, layar kokpit berfungsi ganda yang berwarna dan sistem kendali penembakan yang lebih kuat.

Pesawat dapat mengetahui target yang mengudara pada jarak sekitar 320 kilometer dan mampu melacak sepuluh target sekaligus.

Untuk persenjataan, menurut ahli pertempuran udara dari Institut Internasional bidang Penelitian Strategis yang bertempat di London, Douglas Barrie, MiG-31BM bisa mengusung rudal udara ke udara yang baru, termasuk rudal udara ke udara jarak jauh K-37M yang telah dikembangkan secara khusus untuk pesawat tersebut.

MiG-31BM adalah pesawat yang mampu terbang dengan kecepatan supersonik dan dikendalikan oleh dua awak.

Menurut data dari RIA Novosti, pesawat sanggup terbang dengan kecepatan hingga menembus "mach" 2,83 atau sekitar 3.000 kilometer per jam dan mampu mencapai maksimal ketinggian 20.600 meter di atas permukaan laut.

Dengan bobot seberat 46,2 ton, MiG-31 mampu terbang sejauh 3.000 kilometer yang didukung oleh dua mesin D-30F6 turbofans dengan afterburner. (B019/M014)

Sumber: AntaraNews

Wamen: Sejak 2007 Hingga 2012, Malaysia Sudah Mengklaim 7 Budaya Indonesia

 

Jakarta, Seruu.Com - Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Windu Nuryanti, membentang catatan klaim Malaysia atas kekayaan budaya asli Indonesia selama ini. Pada rentang 2007-2012, Malaysia sudah tujuh kali mengklaim budaya Indonesia sebagai warisan budaya mereka.
"Melihat sejarah klaim itu cukup panjang, dalam catatan saya sudah tujuh kali," kata Nuryanti di Jakarta, Selasa (19/6/2012). Ini juga pertama kalinya seorang pejabat negara Indonesia menyatakan perihal klaim budaya oleh Malaysia itu kepada publik.

Dia mengurai klaim Malaysia itu bermula pada November 2007 terhadap kesenian reog ponorogo, selanjutnya pada Desember 2008 klaim atas lagu Rasa Sayange dari Kepulauan Maluku. Lalu klaim batik pada Januari 2009.

Tari pendet yang jelas-jelas dari Bali juga diklaim Malaysia pada Agustus 2009 yang muncul dalam iklan pariwisata negeri jiran yang suka menyatakan diri sebagai The Truly Asia itu.  Selanjutnya instrumen dan ansambel musik angklung pada Maret 2010.

Masih kurang? Pangan kekayaan kita juga diincar Malaysia, itu adalah beras asli Nunukan, Kalimantan Timur, yaitu beras Adan Krayan. Di MaLaysia, beras organik bergizi tinggi itu dijual dengan merk Bario Rice.

Lalu yang terbaru adalah klaim Malaysia atas tari tor-tor dan gondang sambilan yang merupakan asli kesenian dari Sumatera Utara.

"Mereka menyatakan tidak mengklaim tari tor-tor tapi hanya mencatat, kita minta secara tertulis maksud mereka mencatat itu dalam kategori apa," katanya.

Sumber: Seruu.com

TNI AL & PT LEN INDUSTRI (PERSERO) ADAKAN KERJA SAMA


Guna mengembangkan kemampuan di bidang penelitian dan pembuatan rekayasa elektronika pertahanan di lingkungan TNI AL, TNI AL menggandeng PT LEN Industri (Persero) untuk bekerja sama saling menguntungkan. Kerja sama tersebut, Selasa (19/6), dilaksanakan dalam bentuk penandatanganan Piagam Kesepakatan Bersama (PKB)  yang dilakukan oleh kedua belah pihak, bertempat  di Gedung Utama,  Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur. 
Sebagai pihak pertama, PT LEN Industri (Persero) diwakili oleh Wahyuddin Bagenda selaku Direktur Utama (Dirut), sedangkan TNI AL sebagai pihak kedua diwakili oleh Asisten Perencanaan dan Anggaran Kepala Staf Angkatan Laut (Asrena Kasal) Laksamana Muda TNI Ade Supandi, S.E.
Kerja sama antara kedua instansi tersebut antara lain melingkupi, kerja sama dalam bidang penelitian, pengembangan Combat Management System, alat komunikasi militer, alat instruksi/alat penolong instruksi, serta peperangan elektronika (pernika). Selain itu dalam bidang peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang rekayasa elektronika pertahanan juga menjadi hal pokok pada kerja sama tersebut.
Menurut Asrena Kasal, kerja sama ini merupakan upaya untuk mensinergikan sumber daya yang dimiliki TNI AL dengan PT LEN Industri (Persero), sekaligus dalam rangka mendayagunakan kemampuan industri dalam negeri guna mendukung kemandirian pemenuhan kebutuhan Alutsista TNI AL dan penguasaan teknologi elektronika pertahanan.
Kerja sama antara  TNI AL dengan Industri dalam negeri PT LEN Industri (Persero) ini akan berjalan hingga lima tahun kedepan terhitung sejak 19 Juni 2012, diharapkan dengan adanya kerja sama tersebut dapat mensejajarkan industri pertahanan dalam negeri dengan industri pertahanan di dunia internasional, dan menumbuhkan kemandirian Indonesia akan pemenuhan kebutuhan Alutsista. “Saya harap seluruh pihak akan segera menindaklanjuti kesepakatan ini dengan penuh rasa tanggung jawab, sesuai dengan peran, fungsi, dan tugas masing-masing,” kata Asrena Kasal Laksda TNI Ade Supandi, S.E.
Dalam kesempatan yang sama, Dirut PT LEN INDUSTRI Wahyuddin Bagenda, berharap, kerja sama ini dapat terlaksana dengan baik, dan implementasinya dilapangan dapat diwujudkan secara nyata, tandasnya.
Turut hadir dalam acara penandatanganan kesepakatan antara lain: Wakil Asisten Perencanaan dan Anggaran (Waasrena) Kasal Laksamana Pertama TNI Desi Albert Mamahit, M.Sc., para pejabat teras di lingkungan Mabesal Jakarta, para pejabat teras PT LEN Industri (Persero), serta para tamu undangan dan pejabat terkait lainnya.
Sumber: TNI-AL

Minggu, 17 Juni 2012

Enam Super Tucano Tiba Agustus 2012


 JAKARTA - Enam dari 18 unit pesawat tempur ringan jenis Super Tucano EMB-314 buatan Brazil direncanakan tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdurahman Saleh pada Agustus 2012 ini. Pesawat ini mendukung kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia yang telah ada. 

"Pengiriman pesawat akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan datang 6 unit pesawat. Dijadwalkan, tahap pertama ini dimulai Agustus mendatang," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat saat meninjau kesiapan Hanggar Skadron Udara (Skanud) 21 Wing 2 Lanud Abdurahman Saleh. 

 Siaran pers Dinas Penerangan TNI AU (Dispenau) kepada Suara Karya di Jakarta, Rabu (13/6), pengadaan pesawat tempur ringan itu akan diimbangi dengan pengadaan sumber daya manusia yang berpotensi, cakep dan handal. TNI AU akan menyekolahkan 36 penerbang dan teknisi dari Skadron Udara 21 dan anggota Skatek 022 untuk mengikuti 10 hari pendidikan di Brasil. 

Rencananya, pesawat Super Tucano akan digunakan untuk misi operasi taktis dalam membantu pasukan di darat sebab pesawat tersebut memiliki keunggulan "close air support".
 


Sumber : SuaraKarya

KRI Dewaruci Juara Umum American Tall Ship Race

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapal layar kebanggan bangsa Indonesia KRI Dewaruci bersama Kadet Akademi Angkatan Laut tiba di Baltimore, Minggu (17/6/2012) sore waktu setempat.
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Marsetio bersama Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menyampaikan bahwa tall ship KRI Dewaruci berhasil meraih juara umum lomba kapal layar internasional American Tall Ship Race 2012 rute Savannah-New York yang diikuti 16 kapal dari benua Amerika, Eropa, dan Asia.
Selain mengikuti Operation Sail 2012 di Amerika Serikat dalam rangka 200 Tahun Perang Besar (200th Anniversarry of the War), KRI Dewaruci juga mengemban misi kebudayaan serta pariwisata, sebagai duta bangsa dalam mempromosikan Wonderful Indonesia di dunia internasional.
KRI Dewaruci adalah kapal layar yang dibuat tahun 1953 oleh HC.Stolcken Soch, Jerman. Kapal ini memiliki 16 layar berbagai ukuran dengan luas layar 1.091 meter persegi, panjang kapalnya 58,30 m, lebar 9,50 m, draft 4,5 m, dan berat 874 ton, memiliki kecepatan mesin 10,5 knot dan kecepatan layarnya 9 knot. KRI ini melaksanakan misi muhibah sejauh lebih dari 27.000 mil laut mencakup 4 benua dengan nama "Kartika Jala Krida".
Tujuan muhibah ini juga untuk mempromosikan atraksi budaya dan beragam destinasi wisata Indonesia. Disamping menyabet gelar Juara, KRI Dewaruci juga merupakan kapal yang sangat mendapat perhatian khusus dari masyarakat di setiap kota pelabuhan persinggahan, di antaranya Kota Savannah sebelum tiba di Baltimore,
Meriahnya sambutan, juga sangat tampak saat peran parade roll oleh seluruh peserta Savannah Tall Ships Challenge 2012. Mereka antusias berteriak "Dewaruci-Dewaruci" sambil melambaikan tangannya dan para kadet pun sambil memainkan Drum Band Genderang Seruling dan sebagian melaksanakan parade roll dengan menaiki tiang Bima, Arjuna, dan Yudistira sambil membalas dengan melambaikan tangannya yang turut menyemarakkan suasana.
KRI Dewaruci telah berperan sebagai wadah pelatihan bagi Kadet Taruna AAL agar para calon perwira TNI AL tersebut menguasai keterampilan navigasi, terutama astronomi, untuk palayaran dan penguasaan operasional Angkatan Laut. 

 Sumber : Kompas

Saudi Arabia wants to buy 600 to 800 Leopard battle tanks from Germany


BERLIN (Reuters) - Saudi Arabia wants to buy 600 to 800 Leopard battle tanks from Germany, at least twice the number previously expected, a German newspaper reported on Sunday.

A deal for around 300 tanks was about to be signed, Bild am Sonntag newspaper said in a report sent to Reuters ahead of publication.

The newspaper said that while there was opposition to the deal in Germany's Chancellery, Foreign Ministry and Defense Ministry, there was support for it within the Economy Ministry.

"The Saudi order could secure the future of German tank-makers Krauss-Maffei Wegman and Rheinmetall, which urgently need new markets because of the restructuring of the German army," said Bild am Sonntag.

A German government spokeswoman declined to comment.

Last year, Germany denied reports that it had agreed to export 270 Leopard tanks to Saudi Arabia. Exports of military equipment cannot be officially acknowledged as they are confidential and disclosure is punishable by a fine or jail.

Opposition lawmakers heaped pressure on Chancellor Angela Merkel's government after reports it had cut a secret deal to sell the tanks, saying it contravened the country's export guidelines for military hardware.

Arms exports are a sensitive issue in Germany given its Nazi past as well as the role arms makers like Krupp played in feeding 19th and 20th century wars with exports to both sides of conflicts.

Germany has refrained from exporting heavy weapons to Gulf states in the past, given its close relationship with Israel and more recently because of the so-called Arab Spring.

Citing industry sources, Bild am Sonntag said Saudi Arabia wanted to sign the deal by July 20, when the Ramadan festival starts.

Spanish firm General Dynamic/Santa Barbara would produce the tanks under license by the German firms, the newspaper said

Sumber: chicagotribune