Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Sabtu, 19 Mei 2012

AS Kerahkan Kapal Selam Nuklir ke Filipina

Foto : salem-news 
 
MANILA - Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal selam kelas Virginia yang bertenaga nuklir, USS North Carolina ke pangkalan militer di Filipina. Langkah itu diklaim menjadi tanda-tanda akan adanya campur tangan AS di sengketa Laut China Selatan.

Beberapa pengamat menilai, kehadiran dari kapal selam AS di Filipina menunjukkan komitmen AS dalam menjaga kesepakatan pertahanan dengan Filipina. Saat ini, sengketa yang dialami Filipina dan China tampak makin memanas.

Meski demikian, Pemerintah Filipina mengatakan, kehadiran dari kapal selam bertenaga nuklir itu, tidak berhubungan dengan isu sengketa. AS tidak pernah membela Filipina yang memperebutkan Dangkalan Scarborough dengan China. Demikian, seperti diberitakan Gulf Today, Jumat (17/5/2012).

Menurut laporan dari media Jepang dan Taiwan, armada tempur China yang berisikan kapal destroyer dan kapal amfibi, mulai dikerahkan ke perairan Filipina. Meski demikian belum ada komentar dari Pemerintah China akan pengerahan armada tempur itu.

Aktivis Filipina dari Bagong Alyansang Makabayan mengecam kehadiran kapal selam nuklir tersebut yang hadir di lautan Filipina. Hal itu disebabkan karena akan memperburuk sengketa Laut China Selatan.

Sengketa wilayah yang terjadi antara Filipina dan China terlihat makin memanas. Para demonstran Filipina berniat untuk berlayar ke wilayah sengketa dan memancing. Mereka juga akan mengapung selama tiga hari di wilayah tersebut.
Sumber:okezone

Pulau Nipah, Armada Amerika, dan Armada China

JAKARTA-(IDB) : Kapal niaga raksasa hilir mudik dan lego jangkar di perairan sebelah barat Singapura di dekat Pulau Nipah, Kepulauan Riau, awal Mei. Pulau seluas 3,6 hektar itu hanya menjadi pos TNI. Antrean panjang kapal jurusan Singapura yang membutuhkan pasokan logistik tidak dilihat sebagai peluang niaga.

Hanya Pos TNI Angkatan Laut yang berdiri di sana, dijaga satu kompi (60 personel) Marinir. Berry dan Yudho adalah dua prajurit Marinir yang berjaga dengan senapan mesin berat 12,7 milimeter menghadap ke arah Singapura.

Siang hari, mereka mengaku kerap melihat pesawat Singapura terbang di dekat wilayah Indonesia. Malam hari, mereka melihat gemerlap di kawasan Singapura, penanda modernitas dan majunya pembangunan.

”Sinyal telepon seluler di sini dari Singtel. Mahal sekali. Kadang dapat sinyal dari Malaysia. Pulsa dari operator Indonesia langsung tersedot,” ujar Berry.

Sebelum diperhatikan, Pulau Nipah nyaris tenggelam. Karena nilai strategisnya sebagai salah satu pulau terluar, Pulau Nipah direklamasi. Presiden Megawati Soekarnoputri menjejakkan kaki di prasasti tahun 2004. Setelah itu, tidak lagi terdengar pengembangannya.

Padahal, kawasan di ujung selatan Selat Malaka itu merupakan salah satu jalur perdagangan dunia. Pedagang Eropa-Asia Timur dan pengiriman minyak dari Negara Teluk ke Asia Timur pasti melewati kawasan itu. Posisi Singapura sebagai pelabuhan dengan fasilitas modern dan layanan jasa terbaik menjadi daya tarik pebisnis seluruh dunia.

”Pagar kedaulatan”

Melihat kawasan di sekitarnya, terutama Singapura, pemerintah mengubah cara pikir. Dalam kunjungannya ke Pulau Nipah, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, kawasan tersebut akan dijadikan pusat logistik bagi kapal-kapal yang antre masuk Singapura.

”Pertumbuhan ekonomi dimanfaatkan untuk menjaga pulau-pulau terluar. Disediakan fasilitas pengisian bahan bakar 5 juta liter per bulan di Pulau Nipah yang akan direklamasi hingga 40 hektar. Fasilitas pendukung lain akan disiapkan. Kapal yang mengisi logistik akan merasa aman karena ada prajurit TNI AL dan TNI AD yang menjaga keamanan. Kita sedang menunggu izin Kementerian Keuangan untuk mewujudkan rencana tersebut,” ujar Purnomo.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo menambahkan, selain fasilitas logistik, Pulau Nipah juga akan menjadi etalase perikanan Indonesia. Pengusaha Singapura bisa membeli beragam jenis ikan di Pulau Nipah.

Sharif dan Purnomo bertekad menjadikan Pulau Nipah bernilai secara ekonomi.

Purnomo belum memastikan apakah Pulau Nipah akan menyediakan fasilitas logistik pula bagi armada Amerika Serikat dan Republik Rakyat China yang selama ini memanfaatkan fasilitas itu di Singapura. Nilai ekonomi dan hubungan strategis didapat Singapura karena menyediakan sarana logistik bagi AS dan China yang sedang bersaing di Pasifik dan Laut China Selatan itu.

Singapura mampu memanfaatkan peluang itu untuk kepentingan nasionalnya. Indonesia memang bersikap netral, tetapi bukan berarti tidak bisa memanfaatkan kekuatan militer AS dan China demi kepentingan nasional Indonesia. Setidaknya keuntungan ekonomis bisa didapat dari Pulau Nipah jika peluang ekonomi ini digarap.

Politisi Ganjar Pranowo dalam diskusi masalah perbatasan RI di Fraksi PDI-P menegaskan, perbatasan memang harus dijaga dengan ”kedaulatan dan pagar ekonomi”. Membangun aktivitas ekonomi di perbatasan dan pulau terluar adalah pemikiran cerdas.

Untuk pemikiran, kita tidak kekurangan. Sebelumnya, perbatasan juga diwacanakan sebagai halaman depan. Selanjutnya?

Sumber : Kompas

Lagi-lagi TNI Juarai Lomba Tembak Internasional AASAM 2012 Australia

VICTORIA-(IDB) : TNI kembali menorehkan prestasi bersejarah yang membanggakan setelah berhasil keluar sebagai Juara Umum dalam Lomba Tembak Internasional Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2012, sekaligus mempertahankan gelar Juara Umum yang telah TNI pertahankan selama ini dalam event yang sama. 

AASAM 2012 diselenggarakan di Puckapunyal Military Area, Victoria - Australia, tanggal 7 s/d 17 Mei 2012. Penyelenggaraan kali ini merupakan kali yang kelima dari event bergengsi berskala internasional ini.

AASAM 2012 diikuti oleh lebih dari 300 petembak yang mewakili Angkatan Darat/Marinir masing-masing negara, yakni tuan rumah Australia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Perancis (Kaledonia Baru), Selandia Baru, serta negara-negara ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, dan Timor-Leste, ditambah Jepang yang menjadi peserta baru pada AASAM kali ini, serta dihadiri pula oleh tim peninjau dari RRC dan Tonga yang siap berpartisipasi tahun 2013 nanti.

Perolehan medali kontingen Indonesia yang diwakili TNI AD sangatlah fantastis, jauh mengungguli negara peserta manapun lainnya. Ini sekali lagi membuktikan dan menegaskan bahwa skill keprajuritan TNI memanglah di atas rata-rata tentara dunia. 


Dengan hasil yang gemilang ini, diharapkan TNI tidaklah takabur lalu kemudian lalai, melainkan justru akan terus mengasah dan meningkatkan kemampuannya sebagai kekuatan militer yang disegani di dunia. 

Hasil ini juga hendaknya dapat menjadi masukan bagi Pemerintah serta DPR untuk terus mendukung peningkatan kekuatan TNI agar seluruh tugas pokok TNI dapat terlaksanakan dengan semakin sempurna. Kekuatan personel TNI sangatlah membanggakan, dan harus didukung pula dengan alutsista yang memadai serta reward berupa kesejahteraan hidup yang lebih layak agar seluruh prajurit TNI semakin termotivasi untuk berjuang dan memberikan karya terbaiknya bagi bangsa dan negara.

Sumber : Tandef

Dekati Camp David, Dua Cessna Dicegat F-15


WASHINGTON DC, KOMPAS.com- Dua pesawat ringan Cessna 172 yang terbang mendekati wilayah udara Camp David, tempat Presiden AS Barack Obama dan tujuh pemimpin negara maju lainnya sedang berkumpul, dicegat oleh pesawat tempur F-15 Eagle Angkatan Udara AS, Jumat (18/5/2012) petang waktu setempat.
Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD), yang bertanggung jawab atas keamanan wilayah udara AS dan Kanada, menyatakan, dua pesawat ringan itu tak bisa dikontak melalui jalur komunikasi radio saat mendekati kawasan Camp David di Maryland, AS.
NORAD pun langsung mengerahkan pesawat-pesawat tempurnya untuk mencegat dua Cessna tersebut. Pesawat pertama berhasil dicegat oleh satu F-15 pada pukul 19.03 (06.03 WIB hari Sabtu, 19/5/2012), dan pesawat kedua dicegat oleh satu F-15 serta satu helikopter HH-60 Black Hawk pada pukul 19.17 (06.13 WIB).
Pesawat pertama digiring keluar dari wilayah larangan terbang di sekitar Camp David dan mendarat di Bandara York, Pennsylvania. Sedangkan pesawat kedua diperintahkan mendarat di sebuah landasan rumput di Pennsylvania.
Dua pilot pesawat ringan itu langsung ditahan dan diinterogasi oleh pihak berwajib. 

Sumber:Kompas

AS Kucurkan 70 Juta Dolar di Sistem Rudal Israel

WASHINGTON :  Amerika Serikat terus memberi dukungannya kepada Israel. Betapa tidak, AS mengalokasikan tambahan 70 juta dolar AS untuk sistem rudal Israel. Dana juga akan diberikan secara bertahap dan kemungkinan bertambah.

"Selama tiga tahun ke depan, kami bermaksud meminta tambahan dana untuk Iron Dome, berdasarkan ancaman yang berkembang terhadap Israel,"kata Menteri Pertahanan Leon Panetta yang mengumumkan hal itu setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Urusan Militer Israel, Ehud Barak, di Washington pada hari Kamis kemarin (17/5).

Washington sebelumnya telah menyediakan Tel Aviv dengan 205 juta dolar untuk membantu mendanai sistem Iron Dome. Kebijakan datang pada saat pemerintah AS dipaksa untuk membuat pemotongan besar dalam anggaran militernya sendiri di tengah krisis keuangan yang mengerikan.

Kontribusi ke sistem rudal Israel, yang bersumber dari uang pembayar pajak AS, terpisah dari sekitar 3 miliar dolar, Washington memberikan hibah Tel Aviv setiap tahun atas nama bantuan keamanan. Israel mengatakan Iron Dome dimaksudkan untuk melindungi mereka dari serangan rudal pejuang Palestina.

Miliaran dolar uang wajib pajak, yang AS kirimkan ke Israel dalam bentuk bantuan militer dan ekonomi setiap tahun, secara hukum dibenarkan sebagai bagian dari paket bantuan luar negeri pemerintah AS. "Ini merupakan komitmen kami untuk bantuan keamanan Israel,"katanya.

Padahal, Hubungan AS-Israel menegang karena program nuklir Iran. AS meminta Israel menahan diri dan memberi kesempatan dengan dampak sanksi yang akan diterima Iran, sementara Israel menyatakan waktu hampir habis dan perlu dilakukan aksi militer.

Sementara itu, kunjungan Barak ke Washington adalah yang ketiga kalinya dalam beberapa bulan terakhir untuk membicarakan nuklir Iran. Dalam beberapa pekan terakhir, Israel telah melancarkan serangan diplomatik terhadap Iran sebelum 23 Mei pembicaraan di Baghdad.

Barak memperingatkan pada Senin bahwa Amerika Serikat dan negara lain akan gagal memeringatkan Iran. Tapi sebuah komentar yang diterbitkan Kamis oleh kepala mantan mata-mata dari Jerman, Israel dan Amerika Serikat serta mantan pejabat lain berpendapat bahwa masih ada waktu untuk sanksi terhadap Iran. Sanksi berisi hukuman yang dirancang untuk sepenuhnya menolak akses Iran ke bank asing, pelayaran internasional dan perusahaan asuransi asing.

Sumber : Republika

Kamis, 17 Mei 2012

First Flight for ADF Abrams

RAAF personnel direct an M1A1 Abrams tank onto the loading ramp of a C-17 at Darwin on May 11. The tank had to be secured in a precise location in order to allow the aircraft to remain balanced during flight. (photo : Aus DoD)

The RAAF has flown an M1A1 Abrams tank inside a C-17 airlifter for the first time.

The tank was flown from RAAF Base Darwin to the Capricornia region on May 11 to take part in exercise Hamel in the Shoalwater Bay Field Training Area.

The ADF said the flight emphasised a “key joint strategic capability” by bringing together Army and Air Force personnel.

Rencana Penyerangan Iran Sudah Siap

JERUSALEM, KOMPAS.com : Duta Besar AS untuk Israel, Dan Shapiro, menegaskan, rencana serangan militer untuk menghentikan program nuklir Iran sudah siap dan tersedia apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Demikian ditegaskan Shapiro kepada Radio Tentara Israel, Kamis (17/5/2012). Meski demikian, Shapiro menambahkan, penyelesaian diplomatik dan penggunaan tekanan non-militer masih menjadi pilihan utama saat ini.

"Akan lebih baik untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur diplomatik dan melalui berbagai tekanan daripada penggunaan kekuatan militer," tutur Shapiro.

"Namun, itu tidak berarti bahwa opsi (militer) itu tidak tersedia, bahkan tidak hanya tersedia, tetapi sudah siap. Berbagai langkah perencanaan yang diperlukan sudah dilakukan untuk memastikan bahwa (serangan militer) siap (dilakukan)," tandas dia dalam wawancara yang direkam pada hari Selasa (15/5/2012).

Israel selama ini adalah negara yang paling agresif dalam melontarkan ancaman serangan militer untuk menghentikan paksa program nuklir Iran, yang ia yakini dilakukan Iran untuk membuat bom nuklir. Namun, para pengamat percaya, hanya kekuatan militer AS yang akan mampu menimbulkan kerusakan berarti pada fasilitas-fasilitas nuklir Iran.

Sementara itu, pembicaraan mengenai program nuklir Iran dengan enam negara kekuatan utama dunia (AS, Inggris, Perancis, China, Rusia, Jerman atau P5+1) akan dilanjutkan di Baghdad, Irak, 23 Mei nanti. 


Sumber : Kompas

Indonesia Termasuk Paling Aktif Menjaga Perdamaian Dunia

YOGYAKARTA, KOMPAS.com : Indonesia termasuk negara paling aktif dalam turut menjaga perdamaian dunia. Berdasarkan laporan PBB, Indonesia menempati urutan 15 dari 177 negara yang paling banyak mengirimkan pasukan penjaga perdamaian dunia. Selain Indonesia, dalam daftar 15 besar tersebut di antaranya Banglades, Pakistan, India, Nigeria, Etiopia, Jordan, Ghana, dan Afrika Selatan.

Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI Brigjen Imam Edy Mulyono mengatakan, saat ini ada sekitar 1.966 personel yang ditempatkan di enam negara, di antaranya Lebanon, Sudan Selatan, Darfur, Liberia, dan Haiti. Terdiri atas 1.790 personel militer, 155 polisi, dan 21 pemantau militer. "Mereka menyelesaikan 16 misi perdamaian di bawah kendali PBB," kata Imam di UGM, Rabu (16/5/2012).

Imam menegaskan, keikutsertaan Indonesia berperan aktif menjaga misi perdamaian dunia sebagai bentuk realisasi pelaksanaan amanat pembukaan UUD 1945. Mekanisme pengiriman pasukan tersebut dikoordinatori oleh Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan setelah permintaan pengiriman pasukan penjaga perdamaian dari PBB.

"Para personel wajib mengikuti proses seleksi agar bisa memenuhi kualifikasi yang disyaratkan oleh PBB, di antaranya kemampuan bahasa asing, penguasaan komputer, dan bisa mengemudi," katanya.

Untuk meningkatkan kemampuan tim dalam menjalankan misi perdamaian, lanjut Imam, pemerintah telah membangun pusat pelatihan yang dinamakan Indonesian Peace and Security Center yang dibangun di area seluas 261 hektar di kawasan Sentul, Jawa Barat.

"Pusat pelatihan ini sudah diresmikan presiden tahun lalu. Bangunan ini mampu menampung lebih dari 1.500 orang," katanya. 


Sumber : Kompas

Cina Pamerkan Generasi Baru Pesawat Siluman J-20

BEIJING-(IDB) : Pemerintah Cina memamerkan jenis baru pesawat silumannya (Stealth).
 
Menurut laporan IRNA, media massa Cina hari Rabu (16/5) merilis gambar pesawat siluman jenis 2002 dari J-20. Menurut media massa Cina, pesawat ini dinyatakan berhasil saat uji coba terbang di salah satu bandara udara negara ini.
 
Sumber ini tidak memberikan perincian dan lokasi tepat uji coba terbang pesawat siluman ini.
Ini temasuk pesawat siluman kedua Cina dari model ini yang dipamerkan. Model 2001 sebelumnya di pamerkan di kota Chongqing, barat daya negara ini.

Pesawat yang diberi nama J-20 ini disebut-sebut sebagai pesaing pesawat tempur Amerika Serikat, F-22.
 
Pesawat siluman Cina telah terbukti tidak tertangkap radar. Bahkan dalam sebuah uji coba, pesawat J-20 yang membawa misil sudah sampai ke wilayah Guam tanpa diketahui Amerika Serikat.

Sumber : Irib

Vietnam has Received Three Su-30MK2

Vietnam has continued to receive 3 more advanced fighters Su-30MK2, in total Vietnam has  23 Su-30MK2 because one of the aircraft crashed during trial test in Russia (photo : Aviator 007)

"Rosoboronexport" and "Sukhoi" company set in Vietnam three multipurpose fighter Su-30MK2, said the military-diplomatic source.

"Aircraft have been delivered to the customer. In the near future they will become part of the Vietnamese Air Force, "- said the source.

He noted that at the Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production Association is building the next batch of fighter jets destined for delivery to Vietnam in accordance with the previously signed contracts.

The interviewer reminded the agency that currently are in operation two contracts to supply aircraft to Vietnam. First, the total cost of about $ 400 million, provides for the delivery of eight Su-30MK2, the second contract, worth, according to unofficial data, is already a billion dollars Vietnamese Air Force will receive 12 Su-30MK2. These contracts also provided for the supply of weapons, equipment and spare parts for these aircraft.

Earlier it was reported that in the future of Vietnam may buy another 24 Su-30MK2.

Previous batch of four aircraft was delivered to Vietnamese Air Force in December last year.

This time it was sent to Vietnam three rather than four Su-30MK2 due to the fact that one of the fighters destined for Vietnam, crashed during a flyby in February of this year. "In the near future, the delivery schedule will be restored. Construction of the new aircraft is already under way in Komsomolsk-on-Amur, "- said the source.

According to the correspondents' military-industrial complex, news agencies ARMS-TASS and Interfax-AVN

Rabu, 16 Mei 2012

Pesawat Tempur F-22 Raptor AS Pesawat Tercanggih Yang Cacat Produksi


VIVA-news : Pesawat tempur termahal dan tercanggih Amerika Serikat, F-22 Raptor, ternyata memiliki cacat produksi. Demi menjaga keselamatan pilot saat bertugas, Menteri Pertahanan AS, Leon Panetta memerintahkan Angkatan Udara untuk segera menemukan penyebabnya dan memperbaiki kerusakan.

Diberitakan ABC News, Rabu 16 Mei 2012, cacat produksi diduga terdapat pada sistem oksigen dalam pesawat. Menurut investigasi ABC News, lebih dari empat tahun terakhir, para pilot pesawat tempur ini mengaku mengalami 25 kali gejala seperti hipoksia. Penyakit ini terjadi akibat kekurangan oksigen ke otak yang ditandai dengan pusing dan disorientasi.

Mencegah kekurangan oksigen lebih parah, akhirnya para pilot terpaksa menggunakan sistem oksigen cadangan darurat yang mereka fungsikan secara manual dengan menarik tuas di pojok kokpit. Tuas ini sendiri bermasalah, sehingga harus dirancang ulang bentuknya agar memudahkan para pilot.

Insiden fatal terjadi pada November 2010 saat salah satu pilot F-22 Raptor, Kapten Jeff Haney, terlalu sibuk dengan tuas sistem cadangan saat oksigennya bermasalah. Tidak memperhatikan ketinggian, pesawat jet itu akhirnya menabrak daratan. Haney meninggal seketika.

Kekurangan oksigen ini jugalah yang diduga menjadi penyebab para pilot menderita batuk-batuk setelah mengemudikan F-22 Raptor. Para pilot menyebut penyakit ini sebagai "Batuk Raptor."

Juru bicara Kementerian Pertahanan, George Little, mengatakan bahwa Panetta memerintahkan Angkatan Udara AS untuk mempercepat pemasangan sistem darurat oksigen otomatis. Panetta juga memerintahkan penerapan larangan terbang jarak jauh bagi pesawat F-22 selama penyelidikan, kecuali untuk urusan darurat. Sebagai gantinya, AU AS akan menurunkan pesawat F-15 dan F-16 untuk misi jarak jauh.

Belum Diketahui Penyebabnya
Pesawat F-22 Raptor adalah jet tempur yang termahal di kelasnya, US$420 juta atau sekitar Rp3,9 triliun per unitnya. Berbagai investigasi dilakukan pada sistem oksigen pesawat ini tahun lalu, pihak Angkatan Udara belum mampu menemukan penyebabnya.

Menurut data AU, pesawat ini paling sedikit mengalami kecelakaan, sekitar 25 kali per ribuan misi. Namun, sejak masalah pada sistem oksigen terjadi, beberapa pilot tempur menolak mengemudikannya.
Maret lalu atas rekomendasi dewan peneliti militer AS, AU akan memasang sistem oksigen cadangan darurat otomatis di pesawat jet buatan Lockheed Martin tersebut. Diharapkan, dengan bantuan sistem cadangan otomatis ini, peneliti dapat segera menemukan penyebab kekurangan oksigen pada F-22 Raptor.

Saat ini terdapat sekitar 195 unit F-22 Raptor di AS yang nilainya sekitar US$79 miliar atau Rp737 triliun. Namun walaupun jumlahnya ratusan, pesawat ini sama sekali belum pernah diturunkan untuk misi pertempuran sejak dinyatakan siap perang pada 2005 silam.

Sumber : Vivanews

Analisis : Membaca Pergerakan Militer di LCS

ANALISIS: Kondisi di Laut Cina Selatan (LCS) setahun belakangan ini menjadi catatan stabilo merah bagi hampir semua negara ASEAN. Hal itu disebabkan oleh makin benderangnya kehadiran kapal-kapal angkatan laut Cina baik yang memakai kamuflase kapal niaga atau kapal nelayan maupun jelas-jelas postur kapal perang.  Sangat diyakini jua bahwa beberapa kapal selam Cina dan AS melakukan patroli bawah laut dan melakukan operasi intelijen di perairan strategis dan kaya itu.



Cina sudah lebih dari duapuluh tahun lalu mengumumkan peta lidah naga, bahwa kawasan LCS merupakan wilayah teritorinya sejak jaman sebelum masehi.  Namun selama waktu itu tidak ada gesekan militer karena wajah Cina masih imut-imut alias malu-malu kucing alias tahu diri karena kemampuan militernya belum setaraf ofensif.  Kekuatan militer Cina yang mulai tumbuh taring dan semburan naganya beberapa tahun terakhir ini merupakan cikal bakal terjadinya ketidaknyamanan memandang peta LCS dengan banyaknya pergerakan militer berbagai negara.



Itu sebabnya mengapa AS tidak membolehkan situasi ini menjadi tanpa payung sehingga diperlukan pergeseran kekuatan militer ke kawasan Asia Tenggara.  Memang jika dikumpulkan seluruh kekuatan militer ASEAN belum mampu mengimbangi kekuatan milter Cina yang tahun 2020 nanti menjelma menjadi sosok naga yang siap menghamburkan api dan panas konflik, setidak-tidaknya untuk menakut-nakuti. Padahal diantara 10 negara ASEAN ada juga yang pro Cina seperti Myanmar, Laos dan Kamboja yang juga tak punya konflik teritori di LCS.

Kawasan LCS yang menjadi pusat pergerakan militer



Sejatinya kepentingan AS terhadap LCS bukanlah sekedar membendung laju militer Cina yang mengancam hegemoninya.  Tetapi karena keinginan yang kuat untuk menjaga potensi sumber daya fosil yang terkandung didalam LCS tetap dalam kontrol dan kondisi status quo.  Situasi ini dalam jangka panjang merupakan peluang bagi AS untuk bisa mengeksplorasi dan mengekspolitasi sesuai pengaruh kekuatan politiknya, setidaknya oleh perusahaan minyaknya.  Tidak dapat dibantah masa depan sumber daya energi fosil akan menjadi pusat perebutan kekuasaan negara-negara besar.



Indonesia sebagai pemilik teritori terbesar di kawasan Asia Tenggara dan berkepentingan di LCS tentu tidak ingin kawasan LCS menjadi pusat konflik.  Indonesia bersahabat baik dengan AS juga dengan Cina. Posisi ini mestinya dipandang menjadi sebuah keunggulan posisi jika RI mampu menjalankan diplomasi optimal untuk meyakinkan kedua seteru AS dan Cina untuk bersepaham tidak menggunakan kacamata militer dalam menyelesaikan klaim teritori LCS.  AS tak punya klaim teritori di LCS, hanya saja ada negara-negara ASEAN yang butuh pertolongan negara adidaya itu misalnya Filipina.  Dan inilah pintu masuk menjaga status quo itu.



Kemampuan diplomasi RI di era Ali Alatas sebagai Menlu, yang mampu mendamaikan pertikaian perang saudara di Kamboja, awalnya dianggap sebuah kerja sia-sia oleh banyak pengamat dan negara Barat.  Namun dengan beberapa tahapan informal meeting, situasi keras yang ditampilkan kedua seteru di Kamboja bisa mencair dan bahkan berdamai abadi sebagaimana yang dapat kita saksikan sekarang.  Ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan dan diakui dunia manakala RI berhasil menjalankan misi diplomatik mendamaikan pertikaian di Kamboja. Begitu hormatnya Kamboja kepada RI salah satunya dengan mengirimkan pasukan khususnya untuk dilatih dan dididik oleh Kopassus.  Padahal mestinya dia berkiblat ke Cina untuk urusan militernya.



Mencermati dinamika LCS, yang terjadi sekarang adalah saling berebut pengaruh untuk membawa RI masuk ke dalam blok AC ( Amerika atau Cina).  Misalnya tiba-tiba saja ada rencana latihan militer bersama angkatan laut segitiga RI-AS-Australia di pantai barat Sumatera tahun depan.  Sementara Singapura langsung oke saja ketika 4 kapal perang AS ditempatkan disana secara permanen.  Filipina berteriak lantang minta bantuan militer kepada induk semangnya AS karena Paman Panda mulai pamer kekuatan di posisi klaim tumpang tindih itu.  Persoalannya adalah bagaimana cara membujuk Cina yang kaku itu atau mungkinkah arogansi sosok Paman Sam bisa diajak untuk mendinginkan suhu lalu duduk sama rendah berdiri sama tinggi di ruang dialog.



Jalan dialog adalah harapan paling asa yang disandangkan jika tidak ingin halaman depan rumah kita di LCS menjadi ajang adu kuat berbaju militer. Langkah ini diyakini pada awalnya akan sangat sulit, berliku dan hampir mustahil membuahkan hasil.  Tetapi dengan keyakinan kuat sebagai negara yang bersahabat baik dengan AS dan Cina langkah-langkah panjang dan melelahkan tadi diniscayakan akan membawa hasil.  Peran Indonesia sangat menentukan karena posisi gaulnya yang lebih dinamis dan merdeka.  Untuk urusan diplomasi ini memang diperlukan figur setara Ali Alatas yang mampu melewati berbagai rintangan dan selalu memberikan inspirasi bagi pola diplomasi RI.



Disamping upaya diplomasi tentu perkuatan militer kita tidak boleh diabaikan.  Itu sebabnya program Minimum Essential Force (MEF) tahap I harus disambung dengan MEF tahap II meski terjadi pergantian pucuk pimpinan negara tahun 2014. Kita tidak boleh lagi setengah hati membangun kekuatan militer karena ini akan menjadi kekuatan pendamping upaya diplomasi. Kesinambungan perkuatan militer merupakan satu kebutuhan karena di sekeliling kita perkuatan yang sama juga dilakukan.



Pergerakan militer di LCS merupakan upaya unjuk kekuatan.  Upaya ini akan terus menjadi gerakan berbalas pantun.  Cina kerahkan armada pasti akan dibalas oleh Vietnam, Malaysia dan Filipina.  Demikian juga dengan AS tentu tak mau kehilangan kuku militernya dengan menggerakkan kapal induknya.  Kondisi ini akan terus menerus terjadi dan bukan tidak mungkin akan terjadi insiden yang menyulut pertempuran laut.  


Inisiatif yang diambil Indonesia untuk melakukan jalan dialog dengan tahapan awal berupa dialog informal merupakan langkah tepat.  Upaya ini tentu tidak langsung membuahkan hasil.  Masih diperlukan langkah bertahun-tahun dan melelahkan untuk menemukan solusi paling tepat bagi semua negara yang bersengketa.  Kekakuan Cina dan arogansi AS bisa saja luruh dan mencair manakala upaya tanpa mengenal lelah itu telah menembus matahati mereka.

Sumber : Analisis

Korea Utara Menawarkan Pengembangan Bersama Kapal Selam Mini ?

Tipe kapal selam yang dioperasikan oleh Korea Utara (image :covertshores)

Anggota DPR Apresiasi Langkah Presiden Yudhoyono


Jakarta ( Berita ) :  Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Najib mengapresiasi langkah Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengundang Presiden Korea Utara (Korut) Kim Yong Nam berkunjung ke Indonesia.  ”Langkah Presiden Yudhoyono menunjukkan Indonesia menggunakan prinsip politik bebas aktif,” kata Muhammad Najib di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa [15/05] .

Muhammad Najib mengatakan hal itu menyikapi kunjungan Presiden Korea Utara Kim Yong Nam dan sejumlah menterinya ke Indonesia, pada 13-16 Mei 2012. Presiden Korea Utara dan rombongan dijadwalkan akan bertemu dengan pimpinan MPR RI dan pimpinan DPR RI pada Selasa sore.

Menurut dia, Korea Utara saat ini sedang mendapat tekanan dan ancaman dari negara lain yang lebih kuat karena mengembangkan nuklir untuk tujuan militer. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai langkah Presiden Yudhoyono mengundang Presiden Korea Utara adalah langkah positif. “Indonesia tidak perlu terpengaruh dengan negara lain dalam membangun komunikasi dan kerja sama dengan Korea Utara, meskipun negara komunis tersebut dipandang oleh negara lain sebagai ancaman,” katanya.

Menurut dia, Indonesia mestinya dapat mengambil manfaat sebesar-besarnya dari hubungan baik yang terjalin selama ini, baik dengan Korea Selatan maupun dengan Korea Utara.

Najib menambahkan, sebelumnya Korea Utara telah menawarkan kerja sama dengan Indonesia untuk pengembangan kapal selam mini. “Saya kira kapal selam mini ini sangat cocok untuk geografi Indonesia. Namun tawaran itu sepertinya belum mendapat respons dari pemerintah Indonesia,” ujarnya.

Jika menyimak kilas balik situasi Indonesia, menurut dia, Presiden Soekarno pada awal kemerdekaan langsung mencanangkan pengembangan nuklir untuk tujuan damai. Namun realitasnya, kata dia, pengembangan nuklir di Indonesia kini sudah tertinggal sangat jauh dengan yang dilakukan Korea Selatan dan Korea Utara. “Padahal, kedua negara Korea itu baru mulai mengembangkan nuklir pada tahun 1970-an,” katanya.

Najib menjelaskan, pengembangan  nuklir di Korea Utara, industri nuklir di negara tersebut  kini mampu membuat senjata dengan nuklir dengan jangkauan antar-benua sehingga ditakuti negara-negara lain,” katanya.

Pakistan Menunggu Tindak Lanjut Dari Tawaran Pesawat JT-17 Thunder Ke Indonesia

JAKARTA-(IDB) : "Pakistan baru-baru ini menawarkan pesawat tempur jenis JT-17 Thunder kepada Angkatan Udara Indonesia," kata Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Sanaullah, di Jakarta, Senin.

"JT-17 Thunder merupakan pesawat multidimensional yang fasilitasnya hampir sama dengan generasi terbaru F-16 buatan Amerika Serikat. Pesawat ini bisa diandalkan dan harganya lebih murah," katanya.

Dia menjelaskan Kepala Satuan Angkatan Udara Indonesia, Marsekal TNI Imam Sufaat, telah mengunjungi Pakistan untuk melihat pesawat JT-17 Thunder. 

Dalam kunjungan tersebut, kata Sanaullah, kepala satuan angkatan udara Indonesia menyatakan terkesan dengan pesawat buatan perusahaan Pakistan Aeronautical Complex bekerjasama dengan Chengdu Aircraft Industry Corporation dari China tersebut.

"Saat ini kami menunggu kunjungan Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, ke Pakistan untuk melihat JT-17 Thunder buatan kami," katanya.

Pesawat tempur JT-17 Thunder merupakan pesawat multidimensional berbadan ringan, berfungsi di segala cuaca dan memiliki kemampuan tempur sangat baik di udara. 


Sumber : Antara

Minggu, 13 Mei 2012

Sejarah Kekuatan Raksasa Militer Indonesia Era 1960

1960-an, Era Presiden Sukarno.
kekuatan militer Indonesia adalah salahsatu yang terbesar dan terkuat di dunia. Saat itu, bahkan kekuatan Belanda sudah tidak sebanding dengan Indonesia, dan Amerika sangat khawatir dengan perkembangan kekuatan militer kita yang didukung besar-besaran oleh teknologi terbaru Uni Sovyet.
1960, Belanda masih bercokol di Papua. Melihat kekuatan Republik Indonesia yang makin hebat, Belanda yang didukung Barat merancang muslihat untuk membentuk negara boneka yang seakan-akan merdeka, tapi masih dibawah kendali Belanda.
Presiden Sukarno segera mengambil tindakan ekstrim, tujuannya, merebut kembali Papua. Sukarno segera mengeluarkan maklumat “Trikora” di Yogyakarta, dan isinya adalah:
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan kolonial Belanda.
2. Kibarkan Sang Saka Merah Putih di seluruh Irian Barat
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum, mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air bangsa.

Berkat kedekatan Indonesia dengan Sovyet, maka Indonesia mendapatkan bantuan besar-besaran kekuatan armada laut dan udara militer termaju di dunia dengan nilai raksasa, US$ 2.5 milyar. Saat ini, kekuatan militer Indonesia menjadi yang terkuat di seluruh belahan bumi selatan.
Kekuatan utama Indonesia di saat Trikora itu adalah salahsatu kapal perang terbesar dan tercepat di dunia buatan Sovyet dari kelas Sverdlov, dengan 12 meriam raksasa kaliber 6 inchi. Ini adalah KRI Irian, dengan bobot raksasa 16.640 ton dengan awak sebesar 1270 orang termasuk 60 perwira. Sovyet, tidak pernah sekalipun memberikan kapal sekuat ini pada bangsa lain manapun, kecuali Indonesia. (kapal-kapal terbaru Indonesia sekarang dari kelas Sigma hanya berbobot 1600 ton).
Angkatan udara Indonesia juga menjadi salahsatu armada udara paling mematikan di dunia, yang terdiri dari lebih dari 100 pesawat tercanggih saat itu. Armada ini terdiri dari :
1. 20 pesawat pemburu supersonic MiG-21 Fishbed.
2. 30 pesawat MiG-15.
3. 49 pesawat tempur high-subsonic MiG-17.
4. 10 pesawat supersonic MiG-19.
Pesawat MiG-21 Fishbed adalah salahsatu pesawat supersonic tercanggih di dunia, yang telah mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sementara Belanda masih mengandalkan pesawat-pesawat peninggalan Perang Dunia II seperti P-51 Mustang.
Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.
Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salahsatu dari hanya 4 bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Surabaya.
Bahkan China dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus anti kapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.
Indonesia juga memiliki 12 kapal selam kelas Whiskey, puluhan kapal tempur kelas Corvette, 9 helikopter terbesar di dunia MI-6, 41 helikopter MI-4, berbagai pesawat pengangkut termasuk pesawat pengangkut berat Antonov An-12B. Total, Indonesia mempunyai 104 unit kapal tempur. Belum lagi ribuan senapan serbu terbaik saat itu dan masih menjadi legendaris sampai saat ini, AK-47.
Ini semua membuat Indonesia menjadi salasahtu kekuatan militer laut dan udara terkuat di dunia. Begitu hebat efeknya, sehingga Amerika di bawah pimpinan John F. Kennedy memaksa Belanda untuk segera keluar dari Papua, dan menyatakan dalam forum PBB bahwa peralihan kekuasaan di Papua, dari Belanda ke Indonesia adalah sesuatu yang bisa diterima.

Sumber: Portal Berita

Perisai Rudal NATO dan Ancaman Petinggi Militer Rusia


Isu penempatan perisai rudal Amerika Serikat dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di sejumlah negara Eropa anggota organisasi ini rupanya masih menjadi polemik antara Rusia dan Barat, khususnya dalam beberapa pekan terakhir. Perang verbal antara petinggi kedua pihak pun tak terelakkan.
 
Terkait hal ini, sekitar satu pekan ancaman serangan militer terhadap sistem anti rudal AS dan NATO di Eropa oleh Jend. Nikolai Makarov, kepala Staf Gabungan Militer Rusia, kini giliran Menteri Pertahanan Rusia, Anatoly Serdyukov kembali mengulang ancaman tersebut.
 
Anatoly Serdyukov pada hari Jum'at (11/5) dengan transparan menyatakan bahwa Rusia mungkin akan menggunakan rudal berhulu ledak nuklir, Iskander untuk menghancurkan perisai rudal AS. Ia menjelaskan rudal Iskander mampu menghancurkan target persenjataan yang mungkin akan menghambat peluncuran rudal Rusia. Menurutnya, senjata yang dimiliki Rusia sepenuhnya mampu menarget sistem anti rudal Barat.
 
Menteri Pertahanan Rusia, Anatoly Serdyukov mengingatkan, di konferensi internasional perisai rudal Eropa yang digelar di Moskow baru-baru ini kami telah mengingatkan bahwa penempatan sistem anti rudal di Eropa sangat mengkhawatirkan kami. Oleh karena itu, kami tengah menunggu usulan baru AS terkait masalah ini.
 
Ia menambahkan, pernyataan AS yang siap memberikan jaminan hukum terkait sistem anti rudalnya di benua Eropa bukan hal baru dan jika mereka siap memberikan jaminan seperti ini pandangan kami terkait hal ini akan berbeda.
 
Di sisi lain, Sekjen NATO, Andress Fogh Rasmussen langsung mengkritik pedas ancaman petinggi Rusia terkait kemungkinan serangan militer untuk menghancurkan sistem anti rudal di Eropa. "Pernyataan seperti ini tak berdasar dan sepenuhnya tak tepat," ungkap Rasmussen.
 
Dengan demikian, sepertinya ketika KTT NATO di Chicago tinggal satu pekan lagi, sekjen organisasi ini tak segan-segan merilis reaksi pedas terhadap statemen petinggi Rusia. Menurut Rasmussen, statemen ini bertentangan dengan kesepakatan Moskow dan NATO di akhir tahun 2010 terkait peningkatan kerjasama kedua pihak.
 
Terkait hal ini Rasmussen mengatakan, ancaman petinggi Moskow terkait hubungan NATO atau negara-negara anggota organisasi ini serta kemungkinan serangan terhadap NATO bertentangan dengan garis yang ditetapkan oleh Dewan Bersama Rusia-NATO.
 
Sementara itu, Jend. Makarov menandaskan, meski adanya kekhawatiran sangat dari Rusia, namun tidak melakukan perubahan apapun di program penempatan sistem anti rudalnya setelah sidang pemimpin NATO pada November 2010. Ia menambahkan, kekhawatiran Rusia hingga kini tidak mendapat perhatian sama sekali dari Washington.
 
AS dan sekutunya dari Eropa di NATO menyatakan penempatan sistem anti rudal ini sebagai program perlindungan terhadap seluruh anggota organisasi ini dari serangan rudal balistik. Adapun Rusia memiliki pandangan berbeda dengan klaim Barat ini dan menilainya sikap Barat tersebut ditujukan untuk memperlemah kekuatan strategis rudal Moskow.
 
Dengan demikian dalam masalah ini setiap langkah AS dan NATO selalu mendapat penentangan dari Rusia, termasuk upaya mereka menempatkan sistem radar di Turki serta kesepakatan penempatan perisai rudal antara AS dan Rumania. Belum lagi kesepakatan penempatan sistem anti rudal Barat di Polandia dan pesisir pantai Spanyol terus menuai protes keras dari Moskow.
 
Tak heran jika saat ini upaya keras AS dan NATO untuk secepatnya menempatkan sistem pertahanan anti rudal mereka di berbagai wilayah Eropa dalam pandangan petinggi militer dan politik Rusia sebagai ancaman terpenting bagi negara mereka. Oleh karena itu, Rusia langsung memberikan reaksi dengan meningkatkan kekuatan strategisnya.

Sumber: irb

Kasal: Perairan Batam Perlu Perhatian Khusus





Batam (ANTARA Kepri) - Kasal Laksamana TNI Soeparno mengatakan perairan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, perlu mendapatkan perhatian khusus mengingat lokasinya yang strategis.

"Batam berbatasan dengan negara tetangga sehingga harus mendapat perhatian khusus dan serius," kata Kasal usai meresmikan Dermaga Pangkalan TNI AL Batam, Jumat.

Ia mengatakan perairan Batam sangat rawan atas berbagai tindak kejahatan dan pertahanan.

Bila tidak dikawal dengan baik, kata dia, maka memungkinkan praktek penyelundupan di perairan Batam.

Nilai strategis Batam yang berada di Selat Malaka juga memberikan perairan Batam rawan tindak kejahatan trans nasional.

"Kepulauan berbatasan memberikan konsekuensi logis kerawanan," kata dia.

Meski begitu, ia mengatakan Batam belum membutuhkan kapal selam untuk mengantisipasi tindak kejahatan.

"Kapal selam belum urgen di Batam. Kapal selam itu untuk perang," kata dia.

Kasal mengatakan pemerintah telah memesan tiga kapal selam dari Korea Selatan.

"Sudah kontrak dengan Korea Selatan," kata dia.

Diperkirakan kapal selam selesai dirakit pada 2013.

Kasal meresmikan Dermaga Markas Komando Lanal Batam.

Pembangunan dermaga beton beserta jalan dari Mako Lanal ke dermaga memakan dana Rp23 miliar.

Kasal mengatakan pembangunan dermaga di Mako Lanal memiliki nilai strategis tersendiri, mengingat Kota Batam berdekatan dengan negara tetangga. Apalagi Batam merupakan daerah kepulauan di perbatasan yang rawan konflik.

Dermaga sepanjang 50 meter bisa memuat beberapa Kapal Perang Indonesia jenis Rudal Cepat bisa KRI rudal cepat milik Indonesia yang diproduksi di Batam.

Dermaga dan jalan panjang juga memiliki fasilitasi aliran listrik darat dan air darat yang dapat mendukung ketahanan kapal beroperasi.

Diharapkan, pembangunan dermaga dapat membantu kinerja Lanal Batam dalam mengamankan wilayah kesatuan negara RI

Sumber: ANTARA Kepri

Indonesia - Rusia Teken Kontrak Pembelian 37 Tank Amfibi

Ilustrasi tank amfibi
Ilustrasi tank amfibi (sumber: AFP)
Lanjutan dari tahun 2008 yang sudah dilakukan sebanyak 17 unit

Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan perwakilan JSC Rosoboronexport di Indonesia menandatangani kontrak pembelian 37 unit kendaraan tempur infanteri BMP-3F Seri 2 senilai 114 juta dollar Amerika, Jumat.

Penandatanganan kontrak ini diwakili oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan, Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan Kepala Perwakilan  Rosoboronexport, Vadim Varaksin.

“Pengadaan tank amfibi BMP 3F ini adalah lanjutan dari tahun 2008 yang sudah dilakukan sebanyak 17 unit. Khususnya, pengadaaan kali ini adalah untuk meningkatkan kemampuan teknologi,” ujar Ediwan.

Ke-17 unit tank BMP-3F Seri 2 itu sudah dioperasikan oleh Korps Marinir TNI AL sejak Desember 2010 dan dari segi teknologi, kendaraan tempur lapis baja ini dianggap sesuai dengan kebutuhan pertempuran asimetris.

“Kami berharap semua pengadaan peralatan ini dapat memebuhi kebutuhan TNI AL,” tambah Edwin.

Ediwan mengatakan bahwa pembelian ini menggunakan dana dari APBN 2011 dan kontrak mencakup pengadaan suku cadang dan pelatihan. Penandatangan kontrak ini juga melibatkan PT. Pindad yang  bertugas merawat tank-tank amfibi ini.

Menurut Varaksin, perundingan untuk pembelian itu sudah dimulai sejak Oktober tahun lalu dan berlangsung alot, namun pada akhirnya bisa dicapai kesepakatan yang baik untuk kedua belah  pihak.

Varaksin menambahkan sebagai pihak penjual, Rosoboronexport bangga bisa memenuhi kebutuhan alat utama sistem pertahanan (alutsista) untuk kebutuhan TNI AD dan TNI AL baik dari segi jumlah  kendaraan atau amunisi.

“Pengiriman tank amfibi itu akan dimulai pada bulan Juli tahun depan,”  ujar Varaksin, sambil menambahkan bahwa kontrak pengadaan kali ini tergolong istimewa.

“Kontrak ini sudah mengandung komponen transfer teknologi. Itu hal yang  sangat baik dan ini meletakkan dasar untuk hubungan kita ke depan,”  ujar Varaksin.

Sumber: BeritaSatu

AL Perancis Memodernisasi Armada Rafale

PARIS-(IDB) : Dinas perawatan dan perbaikan sarana militer Perancis (SIAe) dilaporkan telah memulai pekerjaan memodernisasi 10 pesawat Rafale-M, yang dioperasikan Angkatan Laut Perancis. Pesawat-pesawat tersebut akan ditingkatkan kemampuannya untuk memenuhi standar F3 (France 3).

Demikian diungkapkan majalah pertahanan Jane's Defence Weekly (JDW) edisi 2 Mei 2012. Menurut JDW, pengerjaan modernisasi itu dilakukan di fasilitas L'Atelier Industriel de L'Aeronautique (AIA) di Clermont-Ferrand, Perancis, sejak 23 April.

Kesepuluh pesawat tersebut adalah pesawat-pesawat Rafale pertama yang dikirim ke AL Perancis pada tahun 2000-an, dan masih memiliki spesifikasi F1. Dengan biaya 300 juta euro, pesawat-pesawat ini akan di-upgrade menjadi standar F3.

Dengan standar spesifikasi baru ini, Rafale tersebut akan mampu menjalankan misi pertempuran antikapal permukaan (ASuW) dengan rudal antikapal Exocet MBDA AM39 (Block 2 Mod 2) dan misi pengintaian dengan modul pengintai Thales Reco-NG.

Selain itu, Rafale standar F3 ini juga akan memiliki kemampuan serang nuklir dengan membawa rudal ASMP-A (Air-Sol Moyenne Portee-Ameliore). Proses modernisasi akan berlangsung sampai tahun 2012-2017. 

Sumber : Kompas

Iran Produksi Massal Kapal Cepat Peluncur Roket


Iran kembali menunjukkan kemampuan industri militernya dengan memproduksi secara massal kapal cepat yang dilengkapi kemampuan tinggi menembakkan roket.
 
Laksamana Ali Fadavi Ahad (13/5) mengatakan kapal-kapal cepat dengan tingkat akurasi tinggi berhasil diproduksi secara massal di dalam negeri.
 
"Sejak tiga dekade lalu hingga kini, industri pertahanan Iran berhasil meningkatkan kemampuan kecepatan kapal militer ukuran kecil dengan daya tembak yang akurat, " tegas Fadavi dalam pembukaan seminar nasional "Teknologi Kapal Cepat" di Universitas Teknologi Sharif Tehran.
 
"Amat jarang negara yang memiliki kemampuan memproduksi kapal cepat di bawah 20 meter dengan kemampuan menembakkan roket yang tinggi, dan Iran mampu memproduksinya, " tegasnya.
 
Menurut pejabat senior Pasdaran ini, Iran saat ini sedang memproduksi 20 ribu kapal cepat peluncur roket untuk kepentingan pertahanan.

Sumber: irb

Australia’s Military Satcom Ties With U.S. Have ‘Pitfalls’

WGS -Wideband Global SATCOM (photo : Avionics Intelligence)
Singapore – The U.S.’s increasing presence in Australia and the Asia-Pacific region has implications for military satellite communications, says the Australian Defense Department ’s satellite capability project officer, Sqdn. Leader Daniel Howarth.
“It will mean more challenges,” as the U.S. will increasingly be using bandwidth from its Wideband Global Satcom (WGS) satellites covering the region , he notes. The U.S., however, has given assurances that Australia will have guaranteed access to the WGS network, Howarth says. But he also explains that the U.S. controls the WGS network, so Australia faces a challenge of ensuring that the U.S. sticks to its commitment and gives Australia the access it needs.
Howarth says WGS is useful to Australia because it provides global coverage as well as the ability to focus on the country’s territory and the Pacific and Indian oceans.
Australia’s military currently uses commercial satellite Optus C1 for wideband coverage. “Having only a single satellite has created operational issues” for the military, says Howarth. Australia’s military forces in Afghanistan, for example, were unable to use C1 because the satellite provides coverage only of Australia, he says. This means Australian forces had to use commercial satellite communication providers, he adds.
Howarth was speaking at the MilSatCom conference in Singapore on May 9. One of the conference delegates asked Howarth whether the Australian military will be using the new satellites that the country is launching.
Two satellites are expected to provide the country ’s population with a national broadband network (NBN). Howarth says the military will have no payload on these satellites.
It is “a missed opportunity,” says Howarth, adding that “to put a military payload on that satellite” would have given Australia its own military satellite capability, rather than relying on spacecraft controlled by overseas parties. Howarth in this instance was expressing his own personal view and not necessarily that of Australia’s department of defense. Howarth says there was no push within the department to have a military payload on an NBN satellite.
Sumber: Aviation Week

Dua Dari Enam Pesawat Tempur Sukhoy SU-MK2 Bisa Perkuat TNI AU Bila DPR Menyetujui

JAKARTA-(IDB) : Pengiriman dua dari enam unit Su-30 Mk2 itu bisa dilakukan bila kontrak pembelian tersebut bisa segera disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia.

Perwakilan JSC Rosoboronexport atau pengekspor alat militer dari Rusia yang ada di Indonesia mengutarakan mereka siap melakukan pengiriman jet tempur Sukhoi Su-30 Mk2 ke Indonesia, Desember nanti.

Pengiriman dua dari enam unit Su-30 Mk2 itu bisa dilakukan bila kontrak pembelian tersebut bisa segera disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia.

“Bila kontrak itu disetujui dan bisa langsung berlaku bulan Mei ini, maka kami bisa mengirim dua pesawat pertama pada bulan Desember sesuai jadwal yang ada di kontrak,” kata Kepala Perwakilan Rosoboronexport di Indonesia, Vadim Varaksin.

Hal tersebut diutarakan Varaksin usai penandatangan kontrak pembelian 37 tank amfibi buatan Rusia, BMP-3F Seri 2, di Kementerian Pertahanan, hari ini.

Varaksin mengatakan, pihak Rusia telah melakukan semua prosedur internal yang tertuang dalam kontrak pengadaan pesawat jet tempur Sukhoi Su-30 Mk2 pesanan Indonesia. Kontrak tersebut ditandatangani oleh perwakilan kedua negara pada Desember 2011.

Kontrak senilai 470 juta dollar Amerika tersebut tinggal menunggu persetujuan DPR sehingga bisa segera mulai berlaku bulan ini.

Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan, Mayjen TNI Ediwan Prabowo, yang mewakili pemerintah Indonesia dalam penandatanganan kontrak pembelian tank amfibi, mengatakan bahwa pembelian pesawat tempur jet Sukhoi tetap menggunakan fasilitas kredit komersial.

Ediwan menambahkan bahwa penggunaan fasilitas kredit komersial untuk pembelian Sukhoi tetap digunakan karena perjanjian antara pemerintah kedua negara tidak menyatakan bahwa pembelian jet tempur Sukhoi didukung oleh kredit negara atau state credit pemerintah  Rusia.

“Kita sudah coba ajukan permohonan, bisa atau tidak pakai state credit, dan sudah dijawab kira-kira dua minggu lalu, memang tidak bisa,” ujar Ediwan.

Mengenai proses pembayarannya, Ediwan mengatakan bahwa masih harus melalui beberapa mekanisme yang cukup panjang.

“Masih ada beberapa mekanisme di Kementerian Keuangan, kita inginnya cepat, tapi juga perlu persetujuan DPR. Kalau saya ingin secepatnya agar barang-barang bisa produksi dan dikirim ke Indonesia pada waktunya,” papar Ediwan.
Sumber : BeritaSatu