Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Selasa, 03 Juli 2012

Indonesia-China Gelar Latihan Gabungan Pasukan Khusus

Ilustrasi Kopassus

Mendorong setiap negara untuk membangun kemitraan strategis

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Tentara Nasional Indonesia, mengadakan latihan bersama Pasukan Khusus People's Liberation Army (PLA) China, dengan kode latihan Sharp Knife ke-2 di Pangkalan Latihan Terpadu Jinan, China.


Dalam siaran pers Markas Besar TNI dikatakan, latihan ini dibuka secara resmi pada Selasa (3/7) oleh Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya, dan Kepala Staf Kodam Jinan, China, Mayjen Ma Qiu Xing.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wisnu, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, mengatakan perkembangan lingkungan strategis mengarah pada isu-isu asimetris.

Kondisi ini mendorong setiap negara untuk membangun kemitraan strategis, guna membangun kepentingan bersama, membangun saling pengertian dan perasaan kebangsaan, yang saling menghargai guna mengatasi setiap permasalahan yang muncul antara negara mitra.


“Selain itu, tiap negara juga harus membangun kesamaan persepsi dan langkah bersama dalam penanganan ancaman terorisme, kejahatan lintas negara, penyelundupan senjata, pelintas batas ilegal yang merugikan negara,” pesan Agus dalam sambutannya.

Selain itu, Agus juga mengatakan bahwa Indonesia dan China merupakan bagian dari komunitas dunia, yang memiliki kewajiban internasional untuk menjaga stabilitas kawasan, yang bukan saja konsekuensi sebagai warga dunia tapi juga merupakan amanat konstitusi.

Latihan bersama anti teror antara TNI dengan PLA, diharapkan menjadi jembatan dalam memperkuat hubungan dan kerjasama penguatan kapasitas serta kapabilitas kedua Angkatan Bersenjata, khususnya satuan anti terror TNI dan PLA, serta membangun saling pengertian antara Indonesia-China saat ini dan di masa mendatang.

Panglima TNI menyatakan harapannya kepada seluruh peserta latihan, untuk dapat memetik hikmah dan pelajaran yang terbaik dari setiap latihan atau kerjasama militer dan adanya keterpaduan langkah, kesamaan pandangan dan pola tindakan dalam menanggulangi ancaman yang di skenariokan dalam latihan.

“Kami harap kedua Angkatan Bersenjata dapat meningkatkan kebersamaan dan saling pengertian antara TNI dan PLA dalam rangka mendukung semakin kokohnya hubungan dan kerja sama bilateral Indonesia-China di masa yang akan datang,” tutur Agus.

Latihan gabungan ini melibatkan 144 prajurit Kopassus dari kedua negara dan latihan ini menggunakan sistem latihan yang terbagi menjadi Kontingen A dan B.

Kontingen latihan A dipimpin oleh Mayor Liu Xiao Dong (China) membawahi 72 orang gabungan dari personel TNI dan PLA. Sedangkan Kontingen latihan B dipimpin oleh Mayor Inf Adek Chandra D., dengan jumlah personel yang sama.

Hadir dalam acara tersebut, delegasi Indonesia antara lain: Atase Pertahanan Indonesia di China Kolonel Lek Surya Margono, Atase Darat Kolonel Arh Kuat Budiman, Asintel Danjen Kopassus Kolonel Inf Teguh M.A, serta Kolonel Psk Rolland DG Waha dan segenap pejabat tinggi militer China lainnya.

Sumber: BERITASATU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KOMEN POSITIF "OK"