Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Rabu, 05 September 2012

Iran Persenjatai Suriah Lewat Irak?

Foto : misil Suriah (EPA) 
Foto : misil Suriah (EPA)
 
 
WASHINGTON - Salah seorang pejabat Amerika Serikat (AS) mengklaim, Iran melanjutkan distribusi senjata ke Suriah lewat wilayah udara Irak. AS pun mendesak Irak agar menutup wilayah udaranya.

Pejabat AS itu yakin, pengiriman senjata ke Suriah makin intensif pada Juli lalu. Pengamat-pengamat militer juga sepakat akan hal itu.

"Iran tidak memiliki masalah dalam penerbangan dan Pemerintah Suriah juga masih mengendalikan bandara," ujar seorang pensiunan militer Lebanon, Hisham Jaber, seperti dikutip New York Times, Rabu (5/9/2012).

Wakil Presiden AS Joe Biden juga sudah mendiskusikan isu krisis Suriah dengan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki pada 17 Agustus. Gedung Putih tidak pernah menjelaskan isi percakapan Biden dan Maliki, namun pejabat AS itu mengatakan bahwa Biden khawatir dengan penerbangan Iran di wilayah Irak.

Sejauh ini, Negeri Paman Sam enggan untuk mempersenjatai oposisi Suriah. Zona larangan terbang untuk Suriah juga masih belum disepakati, meski pertempuran domestik di negara Arab itu makin berbahaya.

Maliki pun dinilai cukup toleran dengan Iran yang menggunakan wilayah udaranya. Di samping itu, pengaruh AS di Irak belakangan ini mulai berkurang. Maliki yang merupakan politisi Syiah justru membangun hubungan yang baik dengan Negeri Persia yang dijatuhkan sanksi ekonomi oleh AS.

Bersamaan dengan itu, Maliki memandang kejatuhan Bashar al Assad di Suriah menandakan adanya kebangkitan pemerintahan Sunni dan Kurdi di Timur Tengah. Beberapa negara yang mendukung kejatuhan Assad seperti Arab Saudi, Qatar dan Turki, juga memiliki hubungan yang buruk dengan Maliki.

Pentagon dan Kementerian Luar Negeri AS juga sering mendiskusikan masalah penerbangan Iran atau hubungan bilateral Iran dan Irak. Namun ketika mereka mendapat pertanyaan, bagaimana sikap AS untuk menghadapi masalah penerbangan itu, mereka pun tidak memberikan jawaban.
 
 
Sumber: Okezone

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KOMEN POSITIF "OK"