Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Jumat, 31 Agustus 2012

Korut Bersumpah Terus Kembangkan Senjata Nuklir Hingga AS Melunak


Pyongyang, Otoritas Korea Utara (Korut) bersumpah untuk mengembangkan dan memodernisasi senjata nuklirnya hingga 'di luar bayangan' Amerika Serikat. Korut akan terus melakukan hal ini hingga AS bersedia mengubah kebijakannya terhadap negara komunis tersebut.

Dalam memorandum Kementerian Luar Negeri Korut, disampaikan bahwa negara ini tengah mengembangkan persenjataan nuklir sebagai upaya pertahanan diri dari tudingan AS. Diketahui bahwa selama ini AS tiada hentinya menyerukan bahaya nuklir Korut terhadap negara-negara Barat dan aliansinya.

Memorandum yang dipublikasikan oleh kantor berita nasional Korut, Korean Central News Agency (KCNA), tersebut menyatakan bahwa Korut tidak memiliki pilihan lain selain memperpanjang kepemilikan senjata nuklir 'hingga AS membuat keputusan yang tepat'.

"Senjata nuklir kami akan terus dimodernisasi dan dikembangkan hingga jauh di luar bayangan AS," demikian pernyataan Korut seperti dilansir AFP, Jumat (31/8/2012).

Dalam beberapa puluhan tahun, Korut diketahui tengah mengembangkan senjata nuklir. Secara resmi, Korut mengakui bahwa hal tersebut perlu dilakukan sebagai upaya mempertahankan diri dari tudingan-tudingan AS. Namun pada prinsipnya Korut sebenarnya bersedia menghentikan aktivitas program nuklirnya tersebut.

Berdasar kesepakatan negosiasi 6 negara pada September 2005, Korut bersedia untuk menghentikan program nuklirnya sebagai imbalan dari keuntungan ekonomi dan diplomatik serta jaminan keamanan. Namun sayangnya, negosiasi 6 negara mengalami jalan buntu dan berhenti pada Desember 2008.

Korut diketahui pernah melakukan dua kali uji coba nuklir, yakni pada tahun 2006 dan 2009. Hal tersebut terang-terangan memicu kritikan dan kecaman dari dunia internasional. Bahkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa program nuklir Korut menjadi 'masalah serius yang harus diperhatikan secara khusus'.

Menurut IAEA, pernyataan Korut soal aktivitas pengayaan uranium untuk keperluan pembangunan reaktor tenaga air 'sangat mengganggu'. Berulang kali Korut menyatakan pihaknya melakukan pengayaan uranium untuk keperluan produksi bahan bakar ringan, yang nantinya akan digunakan oleh reaktor baru dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.


Sumber: Detiknews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KOMEN POSITIF "OK"