Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Rabu, 01 Agustus 2012

Inilah Motif Kepentingan AS-Israel di Suriah


REPUBLIKA.CO.ID,BEIJING---Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dalam pertemuan dengan insan media China, mengungkapkan fitnah sangat besar dilontarkan oleh AS dan Zionis terhadap Suriah.

Ramin Mehmanparast mengatakan di Beijing, Selasa malam (31/7), bahwa wilayah Timur Tengah memiliki kepentingan yang sangat besar bagi AS dan sekutunya.

Ia menambahkan mereka tak ingin menutup wilayah tersebut karena dua alasan sumber daya yang sangat berlimpah --minyak dan gas-- serta kekhawatiran bisa membahayakan keamanan rejim Zionis.

Saat merujuk kepada Kebangkitan Islam (Arab Spring) dan gerakan rakyat di wilayah itu sejak dua tahun lalu, ia mengatakan rakyat mencari kemerdekaan dan menjatuhkan para diktator dari kekuasaan.

Ia menyatakan para pejabat Amerika sangat mengetahui jika semua negara di wilayah tersebut memperoleh kemerdekaan, maka keamanan rezim Zionis akan menghadapi bahaya serius, demikian laporan IRNA.

Setelah perubahan pemerintah di Mesir dan kejatuhan sekutu AS, Hosni Mubarak, maka Amerika sedang mempertimbangkan untuk merusak kestabilan Suriah guna membuat lemah kelompok perlawanan.

Jadi, menciptakan kekacauan dan ketegangan di Suriah, dengan melecehkan tuntutan sebagian rakyat Suriah menjadi agenda AS dan sekutunya, kata Mehmanparast.

Ia mengajukan pertanyaan mengapa AS tidak bereaksi terhadap gerakan rakyat di Bahrain, Arab Saudi dan Yaman, dan mengatakan itu menunjukkan mereka hanya berusaha membuat lemah jalur perlawanan dan melindungi keamanan rezim Zionis.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran tersebut mengatakan strategi utama AS di Suriah ialah menciptakan perang saudara. Ia juga menambahkan ketika mereka --AS-- tak berhasil mengobarkan perang saudara, mereka berusaha memanfaatkan negara lain untuk mempersenjatai orang guna menciptakan konflik di sana.

Mehmanparast menegaskan pemerintah dan rakyat Suriah saat ini sedang mempertahankan keutuhan wilayah dan kepentingan nasional mereka. Ditambahkannya, situasi di Suriah sekarang adalah perang berskala penuh terhadap satu negara merdeka.

Ramin Mehmanparast menekankan Iran percaya pada penyelesaian masalah Suriah. Untuk itu, campur tangan dan pengiriman senjata mesti dihentikan dan kemudian dalam suasana yang damai, tuntutan rakyat mesti diajukan dan pemerintah mesti melakukan tindakan dasar menuju pembaruan. Dalam proses itu, rakyat Suriah adalah pembuat keputusan utama, jadi Iran mendukung rencana utusan gabungan PBB-Liga Arab Kofi Annan.

Dalam pertemuan tersebut, yang berlangsung selama tiga jam, Mehmanparast juga menjelaskan secara terperinci mengenai kebijakan bermusuhan AS terhadap Iran, termasuk pemberlakuan sanksi secara sepihak.


Sumber:  REPUBLIKA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KOMEN POSITIF "OK"