Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Jumat, 29 Juni 2012

AS Dukung ASEAN Redakan Kisruh Laut China Selatan


WASHINGTON (Suara Karya): Amerika Serikat mengatakan pihaknya melihat ada daya gerak dalam perundingan antara China dan ASEAN untuk menyetujui satu peraturan guna meredakan konflik menyangkut saling klaim di Laut China Selatan. 
Laut China Selatan kemungkinan akan menjadi agenda penting apabila Menlu Amerika Serikat Hillary Clinton mengunjungi Kamboja bulan depan untuk berunding dengan ASEAN dan negara-negara regional termasuk China. 
Asisten Menlu AS untuk Urusan Asia Timur, Kurt Campbell, mengatakan ia tahu bahwa satu rancangan usulan mengenai peraturan sedang dibicarakan dan AS mengharapkan akan mendengar lebih terinci ketika berada di Kamboja. 
"Yang kami lihat belakangan ini peningkatan dalam diplomasi antara ASEAN dan China tentang aspek-aspek menyangkut kemungkinan ditandantanganinya satu peraturan," kata Campbell dalam satu konferensi di Center for Strategic and International Studies. 
"Saya akan mengatakan bahwa kita secara terus terang terkesan dengan tingkat fokus yang khususnya ASEAN berikan pada masalah ini," kata Campbell. 
Campbell tidak merinci lebih jauh mengenai aturan main itu dan mengakui sengketa-sengketa menyangkut Laut China Selatan itu "penuh dengan kesulitan." 
"Wilayah itu menimbulkan sentimen nasionalis di seluruh kawasan tersebut secara keseluruhan dan sangat penting menanganinya dengan tindakan yang hati-hati," katanya. 
ASEAN dan China pada tahun 2002 sepakat untuk merundingkan satu aturan main. Tetapi tampak ada sedikit kemajuan, dengan keinginan China yang meningkat untuk berunding dengan masing-masing negara tidak menanganinya dengan satu kelompok. 
Para menlu ASEAN, yang bertemu di Phnom Penh April, mengatakan mereka mengharapkan untuk mempersempit perbedaan-perbedaan dan satu tanda bagi satu perauran dengan China pada akhir tahun ini. 
Filipina dan Vietnam menuduh China bersikap agresif dalam klaimnya dalam tahun-tahun belakangan ini, menyebabkan terjadi bentrokan-bentrokan kecil yang para diplomat dan komandan-komandan militer khawatirkan dapat segera meningkat menjadi konflik-konflik besar. 
AS baru-baru ini memperkuat hubungan militer dengan Filipina dan Vietnam, bagian dari apa yang pemerintah Presiden Barack Obama utarakan sebagai satu perhatian AS yang meningkat dalam hubungannya dengan Asia.
Rincian dari peraturan itu tetap kelam. Menteri Pertahanan AS Leon Panetta yang berbicara pada Dialog Shangri-La tahunan di Singapura 2 Juni, mengatakan peraturan itu mengikat untuk mencegah dan menangani sengketa-segketa. 

Sumber: Suara karya
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KOMEN POSITIF "OK"