Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Selasa, 29 Mei 2012

FSYAH Rusia Beli Lisensi Tank Buatan Italia

Seorang juru bicara Oto Melara mengatakan bahwa pihaknya memang dapat menjual lisensi ke Rusia untuk produksi tank Centauro. Dua tank Centauro telah dikirimkan ke Rusia. Tank-tank tiba di pelabuhan Novorossiisk Rusia dan saat ini tengah menjalani uji coba di wilayah Moskow. Dmitry Rogozin sebelumnya menyatakan bahwa Rusia berencana untuk meluncurkan serial tank terbaru 'ARMATA' pada 2015 nanti. Pada akhir April lalu, Rogozin menyatakan bahwa Rusia akan memulainya dengan mendapatkan teknologi dari negara asing ketimbang membeli hardware militer. -Maksudnya agar Rusia dapat mempelajari teknologi asing tersebut.


RUSIA UJI COBA TANK BERODA CENTAURO ITALIA


Rusia tengah menguji tank beroda 'wheeled tank' B1 Centauro 8x8 Italia dan tengah mempertimbangkan untuk membuatnya di bawah lisensi Italia. Italia telah mengirimkan dua tank Centauro kepada Rusia dengan desain asli, meriam 105 mm dan satu tank lagi dipasang meriam 125 mm Rusia. Dua varian tambahan tank Centauro akan segera tiba di Moskow dalam beberapa minggu kedepan dengan meriam 120 mm standar NATO dan senapan otomatis 30 mm. Menurut perwakilan Oto-Melara (pabrikan pertahanan Italia/produsen Centauro), tank akan di evaluasi secara teknis, uji otomotif dan uji tembak sampai akhir 2012. 

Perusahaan Italia memang tertarik dalam "joint venture" dengan pembuat kendaraan militer Rusia untuk memproduksi kendaraan lapis baja beroda. Kantor berita Rusia Novosti mengatakan bahwa pabrikan truk yang bernama Kamaz di Naberezhny Chelny bisa ikut terlibat dalam kesepakatan itu, informasi ini diperoleh Novosti dari sumber di Rosoboronexport (Badan ekspor-impor senjata Rusia). 

Di bawah kontrak yang ditandatangani pada bulan Desember tahun lalu di Moskow, 60 Lynx-LMV (Kendaraan lapis baja ringan serbaguna) telah diproduksi oleh Oboronservis bersama perusahaan (OJSC) di Voronezh, Rusia tengah. Lima puluh tujuh kendaraan tersebut akan melayani militer Rusia pada tahun ini. 


Centauro dengan meriam 120 mm Tank beroda Centauro ini diproduksi oleh CIO JOINT VENTURE yang didirikan oleh Iveco Fiat dan Oto Melara. Iveco Fiat memiliki otoritas untuk desain sasis dan sistem otomotif, dan Oto Melara bertanggung jawab untuk desain sistem senjata dan integrasi. Italia sudah memiliki 400 Centauro yang sudah berada dalam layanan Angkatan Bersenjatanya. Angkatan Bersenjata Italia juga telah menerjunkan 249 VBM Freccia -kendaraan tempur infanteri- yang dilengkapi dengan senapan mesin 30 mm dan rudal anti tank. Mungkin varian senjata 30 mm yang sering disebutkan dalam pengujian-pengujian tempur di Rusia tersebut adalah 30 mm yang dipasang pada Freccia ini. 

Rusia memang memiliki pengalaman yang bagus untuk membuat tank beroda, seperti kita tahu BTR-60 8x8, dan yang terbaru adalah BTR-90, yang dirancang pada pertengahan tahun 1990 sebagai kendaraan lapis baja angkut personel. BTR-70/80 adalah salah satu APC roda yang paling banyak dipakai di Angkatan Bersenjata Rusia dan dunia, dengan lebih dari 5.000 BTR untuk 30 Angkatan Bersenjata di seluruh dunia. BTR-90 memang menawarkan rasio daya/berat yang lebih baik dari Centauro tapi kurang bisa berdaptasi dengan 'turret' (kubah-menara) yang berat, hal ini memang telah menjadi keahlian Italia sejak puluhan tahun lalu. 

Integrasi yang cepat dari meriam 125 mm Rusia telah menambah kemampuan tank Centauro ini dan ini bisa membuka keran ekspor industri pertahanan Italia. Kendaraan lapis baja Freccia dengan senjata 30mm Banyak pejabat di kalangan industri militer Rusia merasa keberatan atas keterbukaan Rusia untuk memakai produk barat, hal ini tercermin dalam pembelian kapal Perancis, kendaraan lapis baja Italia dan pesawat tak berawak (drone) Israel. Yury Borisov, wakil ketua komisi industri milter, dikutio dari Novosti mengatakan bahwa Rusia hanya akan satu kali membeli persenjataan asing, setelah itu Rusia akan mempelajari dan membuatnya sendiri. Namun, rasanya tidak mungkin produsen barat akan setuju dengan sikap Rusia tersebut. -Belajar dari diri sendiri, rusia sendiri pun "marah besar" ketika Sukhoi Rusia di kloning oleh China.


Sumber: artileri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KOMEN POSITIF "OK"