Laman

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Rabu, 09 Mei 2012

Filipina Hadapi China di Laut China Selatan dengan Bekingan AS

Kapal perang Filipina di Laut China Selatan (Foto:ist)
                                          
Pihak AS sudah mengutarakan komitmennya untuk melindungi Filipina, bila sewaktu-waktu mendapat serangan dari China.
MANILA, Jaringnews.com – Pemerintah Filipina mengatakan bahwa Amerika Serikat telah berjanji akan mendukung dan melindunginya dari serangan China di kawasan Laut China Selatan. Pernyataan Filipina ini dilontarkan sehari setelah China mengeluarkan peringatan dan ancaman terkait sengketa di wilayah perairan yang strategis tersebut.

Menteri Pertahanan Filipina Voltaire Gazmin mengatakan bahwa pihak AS sudah mengutarakan komitmennya untuk melindungi Filipina, bila sewaktu-waktu mendapat serangan dari China.


“Dalam pembicaraan pekan lalu di Washington terkait sengketa klaim kawasan Laut China Selatan, AS telah menjanjikan dan menjamin perlindungan bagi Filipina bila diserang oleh China,” ungkap Gazmin kepada media setempat, Rabu (9/5).


Dia menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan AS Leon Panetta, meskipun tidak menghendaki pecahnya pertikaian, akan tetap mengindahkan perjanjian pertahanan bersama antara Filipina dan AS pada 1951.


Perjanjian pertahanan bersama antara Filipina dan AS ini berisi delapan artikel yang menentukan bahwa kedua negara akan saling mendukung dan melindungi bila salah satu negara diserang oleh negara lain.


Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri China Fu Ying menegaskan bahwa Beijing sepenuhnya siap dengan eskalasi konflik yang berlarut-larut dengan Filipina di Laut China Selatan. Ying menegaskan Filipina lah yang bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan di wilayah Laut China Selatan.


Kedua negara telah terlibat dalam konflik perebutan wilayah Scarborough Shoal atau pulau Huangyan yang terletak di kawasan Laut China Selatan sejak 8 April 2012 lalu, ketika kapal-kapal perang Filipina dihadang dua kapal perang China saat mengejar para nelayan China yang masuk wilayah perairan Filipina.


Sumber:Jaringnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

KOMEN POSITIF "OK"