Halaman

Powered By Blogger

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Sabtu, 11 Agustus 2012

Air Force Tanker Conducts its First Multi-National Exercise



RAAF KC-30A during Pitch Black Exercise 2012 (all photos : Aus DoD) 

The Royal Australian Air Force has deployed its newest aircraft, the KC-30A Multi-Role Tanker Transport, to RAAF Base Townsville for Exercise Pitch Black 12.
This deployment is the first multi-national exercise for the KC-30A, which is designed to perform airborne refuelling.
Measuring 58 metres in length and with a wingspan of 60 metres, the KC-30A is a heavily-modified Airbus A330 airliner.


Wing Commander Geoff Fox, Commanding Officer of No. 33 Squadron, said this deployment was a step towards bringing the KC-30A to an initial operational capability later this year.
“While we have a limited level of involvement in Pitch Black, we are conducting this deployment away from our home base to help prepare for future exercises and operations,” Wing Commander Fox said.
The KC-30A will transit to the Northern Territory skies to conduct refuelling with aircraft in the exercise.


It will unreel a hose-and-drogue from a wing-mounted pod, which is ‘plugged’ by a refuelling probe on a RAAF F/A-18 Hornet – with both aircraft travelling in formation at more than 500 kilometres per hour.
“We can take off from a base and fly to a position 1800 kilometres away, and remain in that airspace for four hours with 50 tonnes of fuel available for other aircraft,” Wing Commander Fox said.
“In a big country like Australia, we are an extremely important capability for helping other aircraft to do their job.


“Future Pitch Black exercises will see the KC-30A refuelling more aircraft, including the Super Hornet, Wedgetail, and some of our international partners,” Wing Commander Fox said.
The first two KC-30As were delivered to Air Force in mid-2011. Delivery of all five aircraft will be completed by late 2012.
The KC-30A Multi-Role Tanker Transport carries around 100 tonnes of fuel most of which can be offloaded to other aircraft.
Sumber: DS

Sukhoi Tests New Radar Array for 5th-Generation Fighter


Russia’s Sukhoi aircraft maker has started tests of a new onboard radar system for its 5th generation T-50 fighter jet, the company said on Wednesday.

The new X-band active phased array radar has been installed on the third prototype of the T-50 fighter and showed a stable and effective performance comparable with the most advanced existing radar systems.
The radar has been developed by the Moscow-based Tikhomirov Scientific Research Institute of Instrument Design using elements of nanotechnology.

It has an extended target acquisition range, works simultaneously in “air-to-air” and “air-to-ground” modes, allows attacking multiple targets, and provides electronic countermeasures capabilities.
The T-50, also known as project PAK-FA, first flew in January 2010 and was first publicly revealed at the Moscow Air Show in 2011.

At present, three T-50 prototypes are being tested under a PAK-FA test and development program while a fourth plane is expected to join the program this year.
The Russian Defense Ministry is planning to purchase the first 10 evaluation example aircraft after 2012 and then 60 production standard aircraft after 2015.

Sumber: DEFENCETALK

Jumat, 10 Agustus 2012

Turboprop N-250, Pesawat Andalan Selanjutnya


TEMPO.CO , Bandung - Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan akan kembali ke industri penerbangan tanah air. Di awal kembalinya, ia bertekad mengembangkan pesawat N-250 yang kemudian yang dilanjutkan dengan pesawat jet penumpang N2130.

"Insya Allah akan didapatkan FAA dalam 5 tahun,” kata dia di sela konfrensi pers Hari Kebangkitan Teknologi Nasional di Gedung Sate Bandung, Jumat, 10 Agustus 2012.

Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995).

Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997.

Dalam penyempurnaan terbaru N-250 Habibie menuturkan akan menyesuaikan rancangannya dengan mesin yang ada saat ini, serta penggunaan avionik digital. “Tapi aerodinamiknya sama, (disain) sayapnya sama. Sampai sekarang masih paling canggih," ujarnya. Pembiayaan yang dibutuhkan untuk pembuatan pesawat turboprop N-250 menurut dia, dikumpulkannya dari dana swasta lewat jaringan pribadinya. Tapi dalam tahap pengembangan pesawat nanti, dia minta PT Dirgantara Indonesia dan BPPT untuk terlibat dalam riset dan produksinya.

Dia mengungkapkan, akan mengajak sejumlah eks karyawan IPTN atau kini PT Dirgantara Indonesia yang tersebar di berbagai negara untuk merintis industri pembuatan pesawat milik swasta itu. “Mereka kepingin pulang,” kata Habibie.

Sebelumnya Habibie mengatakan siap kembali ke Industri tanah Air lewat pendirian PT RAI. Adapun pendirian PT RAI menurut Habibie melibatkan beberapa pihak. "PT RAI merupakan perusahaan yang saya bentuk bersama dua perusahaan swasta yakni PT Ilhabi Rekatama milik Ilham Akbar Habibie dan PT Modal Elang milik mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah," katanya. "Ketua Dewan Komisaris saya."


Sumber: Tempo

Mantap, Pindad Bikin 'Komodo' untuk TNI-Polri


REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---PT Pindad sedang memproduksi enam unit Komodo, suatu kendaraan tempur lapis baja yang memiliki kemampuan bermanuver sangat baik, pesanan Kopassus, TNI AD dan Brimob.

"Sekarang sedang kami produksi keenamnya dan ditargetkan 5 Oktober sudah selesai," kata Manajer Pengembangan Produk PT Pindad Sena Maulana yang memajang desain buatannya di RITech Expo? 2012 di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Kamis.

Prototipe Komodo dipajang bersama berbagai armada lainnya seperti panser Anoa seri terbaru Pindad, roket RX-550 buatan Lapan, beberapa mobil listrik dan lain-lain di halaman gedung Sabuga.

Enam unit pesanan itu yakni, dua Komodo varian pendobrak untuk 10 personil pesanan Kopassus, tiga Komodo varian Armored (tahan peluru) Personnel Carrier (APC) atau pembawa pasukan untuk 10 personil dan satu versi rudal mistral (anti serangan udara) untuk TNI AD.

Komodo ini, ujar Sena, berfungsi mengintai kondisi jalan dan alam sekitar, kondisi penduduk setempat, kondisi cuaca, atau kekuatan musuh dengan kondisi medan berat seperti jalan berlumpur, berpasir, serta bergunung-gunung, dan mampu menerjang tanjakan 31 derajat dan kemiringan sisi 17 derajat.

Komodo seberat 4 ton dan berdaya jelajah 450 km ini ujarnya, selain engine, seluruhnya buatan Pindad yang selesai prototipenya sejak Maret 2012 dan bisa dipesan dan dimodifikasi sesuai keinginan.

Selain Komodo, Pindad juga mengeluarkan versi terbaru dari Anoa, suatu panser 6x6 APC, yang sebelumnya sudah selesai diproduksi sebanyak 150 unit untuk TNI, yang 13 di antaranya dipesan untuk Lebanon.


Sumber: Republika