Halaman

Powered By Blogger

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Rabu, 26 September 2012

Pesawat Baru Iran Diklaim Bisa Bom Israel


VIVAnews -- Hanya beberapa bulan setelah menjatuhkan dan menguasai salah satu pesawat mata-mata tak berawak (drone) paling canggih Amerika Serikat, RQ-170, Iran kini memproduksi pesawat mata-mata versinya sendiri. 

Para petinggi militer Garda Revolusi Iran mengungkap pesawat tak berawak pesawat jarak jauh terbaru yang diklaim bisa menjangkau sebagian besar wilayah Timur Tengah, termasuk musuh bebuyutan, Israel. 

Pesawat itu dinamai Shahed 129 memiliki jangkauan 2.000 kilometer atau 1,240 mil. Tak hanya untuk melakukan misi pengintaian, tapi juga bisa membawa bom dan rudal. 

Komandan Garda Revolusi, Jenderal Amir Ali Hajizadeh mendeskripsikan senjata baru itu sebagai strategi kunci yang menambah kemampuan militer Iran. 

Hajizadeh, yang mengepalai divisi kedirgantaraan Garda Revolusi, mengatakan bahwa kemampuan Shahed 129 hampir dua kali lipat kemampuan pesawat jarak jauh sebelumnya yang diproduksi oleh teknisi Iran. Di bawah embargo Barat, para teknisi selama ini mengandalkan perangkat keras militer dari negara lain. 

Sebelumnya, Iran mengklaim telah mengambil sejumlah data rahasia teknis dari RQ-170 Sentinel, dan berkoar sudah membuat replikanya. 

Namun, belum jelas apakah pesawat terbaru itu mengandung elemen pesawat CIA yang ditembak jatuh di wilayah Timur Iran Desember 2011 lalu. Atau apakah ada teknologi yang dicontek. Saksikan videonya di tautan ini.

Selama ini Iran sering membuat pengumuman soal pencapaiannya dalam teknologi militer, namun tak pernah mengungkap kemampuan tempurnya secara jelas. Pihak Teheran juga mengaku sedang menguji coba empat
rudal anti pesawat, namun sejumlah analis meragukan kemampuannya. 

Ancaman Israel
Sebelumnya, Presiden AS Barack Obama menegaskan, tetap memilih jalan diplomasi dalam upaya menghentikan program nuklir Iran yang diyakini bertujuan membuat senjata atom. Menepis desakan untuk menyerang Iran, termasuk dari sekutu terdekatnya, Israel. 

Sikap Obama sontak dikritik keras Israel yang mengancam akan mengambil tindakan terhadap situs nuklir Iran.

Sementara, Iran membantah sedang membuat senjata atom dan menekankan, kegiatan nuklirnya dalam jalur damai, untuk menyediakan listrik. Soal ancaman Israel, Jenderal Amir Ali Hajizadeh mengatakan, sebelum negara zionis itu bertindak, pihaknya akan melancarkan serangan lebih dulu.
Sumber: Vivanews

Sengketa Bisa Buka Kotak Pandora


NEW YORK, KOMPAS.com - Isu sengketa wilayah di Laut China Selatan bukan sesuatu yang bisa dipermainkan. Masalah itu bisa berkembang dan semakin parah seolah ”membuka kotak Pandora” jika sampai salah penanganan.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa, Selasa (25/9), saat mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS.

”Terdapat kesamaan pemahaman antarnegara-negara di kawasan. Mereka meyakini sama- sama bisa membangun dan merasakan kesejahteraan karena adanya situasi dan kondisi yang sangat stabil serta ramah di kawasan,” ujar Marty.

Saat ini, tambah Marty, Indonesia telah berupaya mengedarkan dan mengajukan draf rancangan kode tata berperilaku di Laut China Selatan di antara sesama negara anggota ASEAN.

Seperti diwartakan, para menlu se-ASEAN berencana menggelar pertemuan sampingan di sela-sela sidang tahunan PBB di New York tersebut.

Agenda utama pertemuan itu membahas persiapan menjelang pertemuan tingkat kepala negara atau KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, pertengahan November nanti.

Juli lalu, keberadaan dan kesatuan ASEAN dipertanyakan, menyusul kegagalan organisasi kawasan itu menyusun draf komunike bersama. Kebuntuan terjadi akibat ketidaksepakatan tuan rumah Kamboja dengan Vietnam dan Filipina terkait perlu tidaknya menyinggung insiden di Beting Scarborough yang melibatkan China.

Kegagalan itu adalah kegagalan pertama ASEAN mencapai kesepakatan dalam 45 tahun keberadaannya.

Menyatukan kembali

Rancangan kode tata berperilaku yang disusun dan diedarkan Indonesia saat ini disebut Marty sebagai upaya Indonesia mempersatukan kembali ASEAN di tengah berbagai perbedaan yang masih terjadi terkait penanganan sengketa teritorial di Laut China Selatan.

Empat dari 10 negara ASEAN, yakni Malaysia, Brunei, Vietnam, dan Filipina, menjadi negara pengklaim kawasan di Laut China Selatan.

Mereka bersengketa dengan China dan Taiwan. Pihak China mengklaim hampir 90 persen perairan yang diyakini kaya dengan sumber daya alam minyak dan gas bumi itu.

”Apa yang kita cari sekarang ini adalah pengaturan mendasar sehingga antarnegara dapat berperilaku secara baik-baik jika mereka memang ingin tetap menjaga stabilitas di kawasan ini,” ujar Marty.

Marty juga membenarkan situasi kawasan Asia Timur saat ini terguncang akibat sengketa teritorial lain, yakni sengketa antara Jepang dan China terkait kepulauan Senkaku atau Diaoyu di perairan Laut China Timur.


Sumber: Kompas

Selasa, 25 September 2012

LAPAN Kembali Uji RX-550


GARUT – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) kembali menyempurnakan kemampuan roket RX-550 yang segera diluncurkan pada 2013 mendatang.

Dalam persiapannya itu, LAPAN kembali melakukan uji statik motor roket RX-550 yang akan dilakukan pada Sabtu( 29/9) di Kecamatan Pangmeungpek, Kabupaten Garut. Sejumlah alat instalasi mulai dipasang pada roket RX-550 tersebut. Kepala Balai Produksi dan Pengujian Roket LAPAN Sudihartono menyebutkan,beberapa alat tersebut terdiri dari alat untuk mengukur daya dorong, tekanan, vibrasi, tempratur, dan data visual.

Sejumlah peralatan itu, kata Sudi, akan menentukan apakah motor roket senilai Rp5 miliar ini akan layak menjalani uji terbang atau tidak di 2013 nanti. ”Roket RX-550 sendiri masih dalam tahapan penelitian dan penyempurnaan. Di 2011 lalu,kami sempat melakukan uji statik.Namun,karena tidak sempurnanya struktur material pada bagian nossel motor roket saat itu, RX-550 masih belum bisa dikatakan layak uji terbang. Sekarang, uji statik motor pendorongnya akan kita lakukan kembali,”kata dia.

Sudi mengungkapkan, belum sempurnanya struktur komponen nossel motor roket disebabkan terbatasnya kualitas material logam.Saat itu, logam pada komponen nosselmotor roket hanya memiliki ketebalan 3 mm. ”Idealnya, ketebalan struktur material 6 mm. Sedangkan kondisi saat itu ketebalannya hanya 3 mm.Jadi yang seharusnya material itu bisa menahan panas sebesar 3.000 derajat celcius selama waktu pembakaran propelan sekitar 14 detik, ini malah hanya tahan dalam waktu 7 detik saja.Akibatnya,saat memasukidetikke 8,material nossel robek dan pecah,”ungkapnya.

 Seperti diketahui, nama roket RX-550 diambil dari diameter motor roket yang berdiameter 550 milimeter. Panjang motor roket setidaknya mencapai 6 meter. Sedangkan panjang keseluruhan roket bisa mencapai 9 meter lebih. Fungsi khusus roket RX-550 adalah sebagai pendorong (booster) utama yang akan membawa satelit ke luar angkasa dengan kapasitas bahan bakar jenis HTPB (hydroxyl toluen poly butadiene) sebanyak 1,8 ton.

 Roket ini diprediksi memiliki jarak tempuh sejauh 150 km dengan jangkauan sepanjang 300 km. Roket RX-550 merupakan penyempurnaan beberapa roket produksi Lapan sebelumnya, yaitu RX- 420 di tahun 2009 dan RX-320 di tahun 2008. Karena belum bisa menjangkau target yang ditetapkan, kedua roket itu pada akhirnya disempurnakan kembali melalui proyek pembangunan roket RX-550.

Dana pembangunan roket RX-550 ini sebesar Rp5 miliar. Di bagian lain,Kepala Pusat Sains Antariksa LAPAN Clara Yono Yatini mengatakan, saat ini hanya ada 30 peneliti astronomi, itu pun terpusat di LAPAN. “Sebetulnya banyak, hanya saja kemungkinan penghargaan di dalam negeri terhadap mereka (peneliti antariksa) kurang,”katanya. 


TNI AL Uji Coba Rudal Yakhont, Exocet MM 40, C-802 Serta Penembakan Torpedo


TNI Angkatan Laut akan menggelar latihan perang laut secara besar-besaran dalam Armada Jaya XXXI/2012 di perairan Indonesia Kawasan Timur pada tanggal 25 September sampai 22 Oktober 2012. Latihan kali ini akan diikuti dengan pelaksanaan uji coba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut seperti rudal Yakhont, rudal Exocet MM 40, rudal C-802 serta penembakan Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari Kapal Selam dan Kapal Atas Air dengan sasaran Kapal Permukaan.
Demikian diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno dalam sambutannya yang dibacakan Wakasal Laksamana Madya TNI Marsetio, M.M. pada Upacara Pembukaan Geladi Posko Latihan Armada Jaya XXXI/12 tahun 2012, Selasa (25/9/2012) di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal), Cipulir, Jakarta Selatan. 
Lebih lanjut Kasal mengatakan, Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI Angkatan Laut pada siklus latihan tahunan, yang bertujuan mengukur kesiapan operasi, dari hasil pembinaan kekuatan dan kemampuan seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu yang dilaksanakan Kotama dan Satuan Kerja di Jajaran TNI Angkatan Laut, sekaligus guna mendukung peningkatan kesiagaan operasi TNI, dalam rangka mengantisipasi serta menghadapi kemungkinan timbulnya ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pelaksanaan uji coba penembakan senjata strategis yang dimiliki TNI Angkatan Laut merupakan kesempatan yang sangat baik, disamping untuk menguji kehandalan senjata peluru kendali dan torpedo yang kita miliki, juga merupakan ajang pengukuran penguasaan prosedur dan mekanisme proses penembakan oleh para pengawaknya serta menjadi bukti nyata tingkat profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut,” tegas Kasal.
Latihan akan dilaksanakan mulai dari Laut Jawa hingga puncaknya operasi amfibi berupa pendaratan Pasukan Pendarat Marinir di Sangatta, Kalimantan Timur. Seluruh kesenjataan TNI AL yang tergabung dalam SSAT yaitu kapal perang, pesawat udara, Marinir dan Pangkalan akan digelar pada latihan kali ini. Tidak kurang dari 35 kapal perang TNI AL dari berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker dan Kapal Bantu Tunda) akan dikerahkan dan 10 di antaranya akan menembakkan peluru kendali. Latihan puncak yang melibatkan kurang lebih 5.500 personel ini juga mengerahkan 6 pesawat udara, 1 Batalyon Tim Pendarat Marinir beserta 93 kendaraan tempur Pasukan Pendarat.
Latihan Armada Jaya XXXI/12 dilaksanakan dua tahap, yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan dilaksanakan kegiatan Geladi Posko tanggal 25 September sampai 2 Oktober 2012 di Seskoal. Sedangkan tahap pelaksanaan dilaksanakan kegiatan Geladi Lapangan atau Manuver Lapangan tanggal 9 sampai 22 Oktober 2012 di Laut Jawa dan Pantai Sangatta.
Sementara pada bagian lain Kasal menyampaikan bahwa pada tahun 2012 ini, sesuai dengan siklus Latihan TNI, akan dilaksakanan Latihan Gabungan TNI, sehingga Latihan Armada Jaya ini dapat dimanfaatkan sebagai latihan parsial guna menyongsong Latgab TNI 2012. “Untuk itu laksanakan latihan ini secara sungguh-sungguh dan serius sesuai dengan pentahapan latihan, ikuti proses perencanaan dan pemecahan masalah serta pengambilan keputusan sesuai dengan skenario latihan yang sudah disiapkan oleh komando latihan, pahami dan ikuti berbagai prosedur sesuai standar operasi yang sudah ditetapkan, cermati kehandalan berbagai piranti lunak pendukung guna memberikan masukan penyempurnaannya, kembangkan kreatifitas dan inovasi untuk mendapatkan ide-ide lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam penggunaan kekuatan dan kemampuan TNI AL pada khususnya, serta TNI pada umumnya,” tegas Kasal.
Latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI AL dan dilaksanakan setiap tahun di wilayah yang berbeda, bahkan diusahakan seluruh pantai yang ada di Indonesia pernah dijadikan sebagai daerah latihan. Dengan menggelar latihan di daerah tersebut akan menjadi salah satu referensi bagi TNI AL, jika sewaktu-waktu dibutuhkan operasi sebenarnya. Armada Jaya XXXI/2012 merupakan yang ketiga kalinya dilaksanakan di Sangatta, yang pertama pada tahun 2005. Sedangkan tahun 2007 latihan terbesar TNI AL dilaksanakan di Kaimana, Papua serta tahun 2008 di Pantai Banongan dan tahun 2009 di Pantai Banyuwangi, Situbondo Jawa Timur.
Kesuksesan latihan ini merupakan salah satu indikator bahwa TNI AL siap mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI dari setiap ancaman di manapun dan kapanpun.

Sumber: TNI AL