Halaman

Powered By Blogger

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Senin, 24 September 2012

Proyek F-35 Angkatan Laut AS Molor, F-18 Super Hornet Diupgrade Layar Digital

 Layar digital super hornet

Boeing telah merancang layar digital 11x19 inci yang akan menampilkan peta untuk dipasang ke dalam kokpit dari pesawat tempur F/A-18 Super Hornet sebagai bagian dari upgrade besar yang direncanakan untuk jet tempur Angkatan Laut AS.

Presiden Boeing Military Aircraft Christopher Chadwick mengatakan bahwa usaha Boeing ini untuk mengisi keterlambatan program F-35 Angkatan Laut AS dan koalisi karena berbagai macam hambatan.

"Instalasi layar besar berikut layar sentuh layaknya iPad pada Super Hornet ini merupakan bagian dari paket upgrade Boeing yang sedang dikembangkan. Akan segera diterapkan pada tahun 2015," kata Philip Carder, juru bicara Boeing.

Pilot nantinya dapat melihat enam layar yang berbeda yang akan mereka operasikan dengan sentuhan jari mereka di layar. Para teknisi Boeing memperhitungkan nantinya para pilot akan mengenakan sarung tangan khusus untuk mengoperasikan aplikasi baru ini.

Layar radar dimanipulasi untuk mendapatkan tampilan 3-D dari ancaman rudal permukaan-ke-udara (SAM) guna memperhitungkan ketinggian dan medan. Jika pilot menginginkan view yang lebih baik dari ancaman rudal SAM, mereka dapat menyentuh dan menarik layar untuk membuatnya lebih besar (zoom).

Beruntung ada Boeing, sebelumnya manajer program Super Hornet Angkatan Laut AS telah "lepas tangan" untuk upgrade selanjutnya dari Super Hornet ini.


Sumber: Artileri

Pengerjaan Landasan Peluncuran Roket Korut Dihentikan


Seoul (AFP/ANTARA) – Citra satelit baru menunjukkan bahwa Korea Utara menghentikan pekerjaan di sebuah landasan peluncuran uji misil antar benua, dan kemungkinan peluncuran proyek tersebut kembali dijadwalkan hingga dua tahun ke depan, lapor sebuah situs AS pada Selasa.

Citra satelit komersial yang diambil pada 29 Agustus juga menunjukkan penundaan pembangunan gedung bahan bakar dan oksidator yang didesain untuk membantu pengujian misil pada masa depan dekat landasan baru, ujar situs 38 North.

“Perlambatan, pembatasan berbagai upaya Korea Utara untuk menebus waktu yang hilang, dapat mengakibatkan sebuah slip selama 1-2 tahun dalam penentuan penyelesaian yang dijadwalkan terkait komplek baru,” ujarnya.

38 North, sebuah situs Lembaga Korea-AS di Sekolah Studi Internasional Lanjutan John Hopkins, mengatakan penyebab pasti penghentian proyek tersebut belum diketahui dengan jelas, meskipun hujan lebat baru-baru ini meungkin menjadi salah satu faktornya.

Landasan peluncuran yang baru, dibangun di Landasan Peluncuran Satelit Tonghae di sebelah timur laut negara, yang dijadwalkan akan diselesaikan sekitar 2005.

Menurut situs tersebut, hal tersebut bertujuan untuk melakukan pengujian roket berbahan bakar likuid yang lebih besar di masa depan, kemungkinan dengan jarak antar benua.

Meskipun jika penyelesaian tersebut tertunda, Pyongyang masih mempertahankan opsi pengujian roket dengan jarak yang lebih panjang di Stasiun Peluncuran Satelit Sohae, di wilayah bagian timur laut.

Korea Utara mengalami peluncuran roket yang gagal di Sohae pada April yang mereka katakan sebagai sebuah upaya untuk meluncurkan sebuah satelit menuju orbit.

Dewan Keamanan PBB dengan tegas mengecam pelatihan yang melanggar larangan pengujian teknologi misil balistik, dan memperketat sanksi.
 
 
Sumber: Yahoonews

Militer China Resmi Miliki Kapal Induk Pertama

 
VIVAnews - Militer China akhirnya resmi memiliki kapal induk, yang berguna menjadi pangkalan bagi jet-jet tempur dan pengebom di lautan.  Ini merupakan kapal bekas Uni Soviet yang dimodifikasi sendiri oleh China selama bertahun-tahun.

Menurut harian The Global Times, serah terima kapal induk dari perusahaan galangan kapal negara ke Angkatan Bersenjata Pembebasan Rakyat (PLA) berlangsung pada Minggu kemarin di kota pelabuhan Dalian, China bagian timur laut. Kapal induk itu resmi menjadi milik PLA dengan berkibarnya bendera nasional Tiongkok di tiang kapal.

Kapal induk itu belum diberi nama, dan untuk sementara hanya diberi nomor "16." Media-media lokal China pun hanya mengungkapkan bahwa kapal induk akan beroperasi dalam waktu dekat.

Beijing tahun lalu mengkonfirmasi kabar bahwa mereka sedang memodifikasi sebuah kapal induk eks Soviet yang dibeli dari Ukraina pada 1998. Bernama Varyag, kapal Soviet itu mereka beli dalam kondisi yang masih memprihatinkan - belum punya mesin, sistem listrik, maupun baling-baling pendorong.

Pada 2002, China mulai memodifikasi kapal induk itu agar tampil sempurna dan sesuai dengan kebutuhan militer. Namun pengerjaannya berlangsung dengan sangat rahasia hingga akhirnya keluar dari dok pada pertengahan 2011.

China berkali-kali menyatakan bahwa kapal induk itu hanya digunakan untuk kepentingan pelatihan militer dan penelitian. Namun kemunculan kapal tersebut berlangsung di tengah-tengah meningkatnya ketegangan antara China dan negara-negara tetangga dalam memperebutkan wilayah maritim.

Di Laut China Timur, Beijing tengah bersitegang dengan Jepang dalam memperebutkan kepulauan Diaoyu/Senkaku. China pun baru-baru ini bertikai dengan Vietnam dan Filipina dalam sengketa teritorial di Laut China Selatan.

Pulau-pulau kecil yang dipersengketakan itu rata-rata tidak layak huni. Namun, kepulauan itu berguna dalam menentukan batas maritim dan perairan di sekitarnya kaya dengan hasil laut dan sumber energi, sehingga diperebutkan sejumlah negara.
 
 
Sumber: Vivanews

Minggu, 23 September 2012

Inggris, Perancis, Jerman Serukan Sanksi Baru ke Iran


NEW YORK, KOMPAS.com - Inggris, Perancis dan Jerman secara resmi telah menyerukan sanksi-sanksi baru Uni Eropa terhadap Iran berkaitan dengan program nuklirnya, kata para diplomat Minggu (23/9).

Para menteri luar negeri dari ketiga negara itu menulis surat kepada Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton pekan lalu yang isinya menyerukan tindakan lebih keras pada saat pertikaian dengan Iran semakin tegang, kata seorang diplomat Eropa kepada AFP yang tidak ingin namanya disebut. Rincian langkah-langkah baru itu masih sedang dikerjakan tetapi para menteri luar negeri Uni Eropa akan membahas langkah itu pada pertemuan di Brussels pada  15 Oktober.

"Adalah penting bahwa kita mempertajam sanksi," kata soerang pejabat lain. "Kami pikir masih ada waktu untuk solusi politik, diplomatik solusi, dan ini adalah apa yang kita kerjakan. Tetapi kita tidak bisa menerima senjata nuklir di tangan Iran," kata pejabat itu yang juga tidak mau disebut jatidirinya.

Ashton akan memimpin satu pertemuan di New York pada Kamis mendatang yang diikuti enam negara (ketiga negara Uni Eropa tersebut ditambah Amerika Serikat, Rusia dan China) yang telah berusaha untuk menegosiasikan solusi dengan Iran.

Sekjen PBB Ban Ki-moon hari Minggu bertemu dengan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad saat berada di New York untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB,  di mana program nuklir negaranya akan menjadi salah satu topik utama dan kontroversi. "Sekretaris Jenderal mendesak Iran untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk membangun kepercayaan internasional berkaitan dengan sifat eksklusif program nuklir untuk keperluan damainya," kata seorang juru bicara PBB, Vannina Maestracci.

Ban dan Ahmadinejad juga membahas perang di Suriah dan protes di negara-negara dunia Muslim terhadap film buatan AS "Innocence of Muslims" yang mengolok-olok Islam.


Sumber: Kompas