Halaman

Powered By Blogger

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Sabtu, 18 Agustus 2012

Israel Siap Serang Fasilitas Nuklir Iran


WASHINGTON, KOMPAS.com -  Israel siap menyerang fasilitas-fasilitas nuklir Iran walau serangan itu hanya menunda beberapa tahun kemampuan Iran memproduksi senjata nuklir, kata Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Michael Oren.

"Satu, dua, tiga, empat tahun merupakan waktu yang lama di Timur Tengah. Lihat apa yang terjadi dalam satu tahun terakhir (dalam hal perubahan politik)," kata Oren di Washington, Kamis (16/8/2012).

Para pemimpin Israel, bulan ini, menekankan bahwa waktu hampir habis bagi solusi diplomatik untuk program nuklir Iran yang Israel anggap sebagai ancaman bagi keberadaannya. "Diplomasi tidak berhasil," kata Oren. "Kami sudah sampai pada titik yang sangat kritis di mana keputusan penting yang harus dibuat."

Selagi para pemimpin Israel berulang kali mengatakan bahwa mereka akan menyerang fasilitas-fasilitas Iran, desakan-desakan itu kini disertai tindakan-tindakan pertahanan-sipil, antara lain sebuah sistem baru yang menggunakan pesan teks untuk mengingatkan masyarakat terhadap serangan rudal dan distribusi lebih luas masker gas.

Oren mengatakan, Iran mewakili ancaman paling berbahaya dalam berbagai ancaman yang dihadapi Israel, sesuatu yang belum pernah terjadi dalam 64 tahun usia negara itu. Revolusi Arab telah mengguncang negara-negara tetangga yaitu Mesir dan Suriah, Semenanjung Sinai telah menjadi magnet bagi kelompok-kelompok militan, dan serangan teroris terhadap warga dan properti Israel melonjak di seluruh dunia.

Para sekutu Israel, yaitu AS dan Eropa, berpandangan sama bahwa Iran semakin dekat dengan kemampuan untuk membuat senjata nuklir. Namun Iran menegaskan, program nuklirnya untuk tujuan sipil dan medis.

Jenderal Martin Dempsey, ketua Gabungan Kepala Staf AS, mengatakan pada sebuah konferensi pers di Pentagon pada hari Selasa bahwa serangan Israel terhadap Iran hanya bisa menunda tapi tidak dapat menghancurkan kemampuan nuklir Iran. Penilaian Depsey itu berdasarkan tinjauannya atas kemampuan persenjataan Israel.

Namun Oren mengatakan, penilaian semacam itu tidak relevan. "Hal itu, berdasarkan pengalaman kami sebelumnya, bukan argumen untuk menentang (serangan). Di masa lalu, kami beroperasi berdasarkan asumsi bahwa kami hanya bisa mendapatkan penundaan."

Ketika Israel menyerang sebuah reaktor Irak tahun 1981, asumsinya adalah bahwa "kami akan mendapatkan penundaan antara satu dan dua tahun dari program itu. (Namun) sampai hari ini, Irak tidak memiliki senjata nuklir.


Sumber: Kompas

Kamis, 16 Agustus 2012

Sebulan Kapal Selam Rusia Berpatroli AS Tidak Mampu Mendeteksi




Sebuah situs konservatif Amerika Serikat mengungkap bahwa sebuah kapal selam nuklir Rusia telah berpatroli selama hampir dari satu bulan di dekat perairan Amerika Serikat, tanpa sepengetahuan Amerika Serikat.
 
Sebuah kapal selam bertenaga nuklir Rusia tipe Akula yang dipersenjatai rudal jelajah jarak jauh beroperasi di Teluk Meksiko selama beberapa minggu dan aktivitasnya di perairan strategis AS baru terkonfirmasikan setelah kapal selam tersebut meninggalkan kawasan itu. Demikian dilaporkan Washington Free Beacon.
 
Ini merupakan yang kedua kalinya sejak 2009 laporan mengenai penyusupan kapal selam Rusia di perairan dekat AS.
 
Penyusupan kapal selam siluman Rusia di Teluk Meksiko itu terjadi ketika pada saat yang sama pesawat pembom strategis Rusia juga menyusup wilayah udara terbatas AS dekat Alaska dan California pada bulan Juni dan Juli. Hal ini dinilai sebagai indikasi peningkatan gesekan militer dengan antara Washington dan Moskow. .
 
Patroli kapal selam Rusia itu sekaligus membuktikan ketidakmampuan dan kekurangan sistem perang anti-kapal selam AS  yang sedang menghadapi pemangkasan bujet  menyusul rencana pemerintahan Obama. Menurut rencana dana belanja pertahanan akan dipangkas hingga 487.milyar USD selama 10 tahun mendatang.
 
Angkatan Laut AS bertugas mendeteksi kapal selam, terutama yang bergerak dekat kapal selam rudal nuklir AS, dan menggunakan sensor bawah laut dan satelit untuk mencari dan melacak mereka.
 
Akan tetapi fakta bahwa kapal selam Akula tersebut tidak terdeteksi di Teluk Meksiko, sangat memremprihatinkan, para pejabat AS.
 
Para pejabat yang akrab dengan laporan patroli kapal selam di Teluk Meksiko mengatakan kapal itu adalah bertenaga nuklir kelas Akula serangan kapal selam, salah satu kapal selam Rusia paling tenang.


Sumber: Irib

Ratusan Warga Israel Tolak Serang Iran


TEL AVIV - Lebih dari 400 warga Israel, termasuk seorang profesor di Universitas Tel Aviv, Menachem Mautner dan Chaim Gans, tak menyetujui serangan Israel ke Iran. Mereka menandatangani petisi online yang mendesak Angkatan Udara Israel agar tidak menentang serangan ke Iran.

Dalam petisi itu, disebutkan bahwa serangan Israel ke Iran sama halnya dengan judi yang akan merugikan Israel. Mautner menambahkan, petisi itu seharusnya ditujukan ke Pemerintah Israel, ketimbang ke pilot-pilot pesawat tempur.

Mautner mengatakan, menurut pemahamannya terhadap hukum perang, tidak ada masalah legal yang harus diselesaikan oleh Israel dengan cara memerangi Iran. Gans pun sepakat dengan pernyataan rekannya, serangan Israel ke Iran merupakan tindakan yang ilegal dan tidak bisa dijustifikasi.

"Sangat jelas, konsekuensi dari perang itu akan sangat menghancurkan," ujar Gans, seperti dikutip Haaretz, Kamis (16/8/2012).

Serangan Israel ke fasilitas nuklir Iran juga akan menimbulkan marabahaya lain. Bila reaktor nuklir meledak, zat radioaktif akan bocor dan membahayakan warga sipil di Iran. Israel pun akan didakwa karena melakukan kejahatan perang.

Beberapa orang dokter-dokter senior di Israel juga melayangkan surat untuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Ehud Barak. Mereka takut bila negaranya melakukan serangan ke Iran.

"Bila kita mengibaratkan negara sebagai kapal dan kau adalah kaptennya, kau memegang kendali atas kapal ini dan sangat berbahaya bila kau membawa kapal ini menuju gumpalan es," demikian isi surat yang ditulis dokter-dokter dan psikiater Israel ke Netanyahu.


Sumber: Okezone

Empat Warga Jerman Pasok Komponen Nuklir Iran


TEMPO.CO , Berlin - Empat orang ditangkap di Jerman karena dicurigai secara ilegal memasok bagian yang dibutuhkan untuk membangun reaktor nuklir Iran. Para tersangka ditahan setelah polisi menyerbu rumah dan tempat bisnis mereka di Hamburg, Oldenburg, dan Weimar.

Mereka dituduh menggunakan perusahaan utama di Turki dan Azerbaijan untuk memasok bagian-bagian dalam kesepakatan senilai jutaan euro. Perbuatan mereka dianggap ilegal karena Jerman memberlakukan embargo terkait program nuklir Iran.

Jaksa Jerman mengatakan para pria yang ditangkap -- satu warga Jerman dan tiga berkewarganegaraan ganda Iran-Jerman  -- memasok katup khusus yang diperlukan untuk digunakan dalam reaktor heavy water.

Mereka dituduh melanggar embargo senjata, serta pembatasan ekspor barang yang dapat digunakan untuk tujuan militer. Jaksa mengatakan para pria masing-masing bernama pendek Rudolf M, Kianzad Ka, Gholamali Ka, dan Hamid Kh. Hukum Jerman melarang para terdakwa disebut dengan nama lengkap mereka.

Barat mempersoalkan program nuklir Iran, tapi negara itu bersikeras program nuklir mereka untuk tujuan damai. Teheran saat ini sedang membangun sebuah reaktor di dekat pusat kota Arak.

Sebuah lembaga think-tank AS telah mengatakan Iran tengah membangun reaktor yang akan rampung dan beroperasi tahun depan. Namun program itu terhenti karena keterbatasan mendapatkan komponen yang pas akibat embargo. 
 
 
Sumber: Tempo