Halaman

Powered By Blogger

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Jumat, 28 September 2012

Kapal Siluman Milik TNI AL Terbakar

Foto: Irul Hamdani

Banyuwangi - Kapal Siluman KRI Klewang jenis Trimaran milik TNI AL terbakar di Pangkalan AL Banyuwangi sekitar pukul 15.15 WIB, Jumat (28/9/2012). Asap hitam mengepul hingga ketinggian 25 meter.

Warga yang mengetahui kebakaran itu berjubel di pinggir dermaga. KRI Klewang ini baru diresmikan sekitar 1 bulan lalu oleh pejabat AL.

Dari pantauan detiksurabaya.com, terlihat api masih membumbung tinggi. Sesekali terdengar suara ledakan kecil. 1 Unit kapal PMK dan perahu karet milik TNI AL serta mobil PMK berupaya memadamkan api.

"Api diketahui usai salat ashar. Taoi belum diketahui di titik mana," kata seorang anggota TNI AL yang enggan disebut namanya kepada detiksurabaya.com di lokasi.

Sumber: Detiksurabaya

15 Ribu Marinir Ditempatkan di Sorong


SORONG – Dalam pengembangan korps Marinir TNI-AL, di Sorong nantinya akan menjadi Divisi III Marinir yang diperkuat sekitar 15-an ribu personil untuk mendukung keamanan dan pertahanan di komando wilayah laut timur yang direncanakan berada di Sorong. Divisi III Marinir nantinya dipimpin panglima berpangkat bintang dua yang disebut Pangkowilatim. Demikian dikatakan Danlanal Sorong, Kolonel Laut (P) Irvansyah kepada wartawan usai meletakkan batu pertama pembangunan markas komando (Mako) Divisi III Mariniri di Km 16 Sorong, Rabu (26/9).

Selain pembangunan markas komando, di kompleks Km 16 ini lanjut Danlanal, juga akan dibangun barak-barak mariner, perumahan untuk anggota dan fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan Mako Divisi III Marinir ini diestimasikan rampung tahun 2013 mendatang, dan secara bertahap akan mulai dilakuakn pergeseran pasukan hingga nantinya mencapai 15 ribuan personil.

“Saat pembangunan selesai sesuai jadwal tahun 2013 nanti, secara bertahap akan ada pergesaran pasukan. Tahap awal mungkin satu bataliyon dulu atau sekitar 1000-an personil,” terang Danlanal sembari mengatakan, saat ini personil Marinir yang ditempatkan di Sorong sekitar 60-an personil yang bertugas untuk pengamanan asset.

Ditanyai mengenai pembinaan personil untuk menghindari gesekan antar sesama aparat seperti yang terjadi baru-baru ini di salah satu tempat hiburan malam, Danlanal menegaskan jika pembinaan personil menjadi perhatian utama pihaknya di Lanal Sorong, dengan terus menerus melakukan pembinaan terhadap anggotanya, baik itu dari Satuan Tugas (Satgas) Mariniri yang saat ini masih dibawah komando Lanal Sorong, maupun terhadap anggota TNI-AL lainnya yang bertugas di Lanal Sorong.

”Untuk pembinaan, saat ini kan Satgas pengamanan aset di-BKO-kan di Lanal Sorong, kita lakukan pembinaan sama seperti anggota lainnya, baik itu mengenai penekanan kedisiplinan, penindakan pelanggaran, termasuk kesejahteraan juga kita perhatikan,” tandasnya.

Acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Mako Divisi III Marinir ini dilakukan oleh Wali Kota Sorong, Drs.Ec Lamberthus Jitmau, disaksikan tamu undangan yang kemudian dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Danlanal Sorong.


Sumber: Jawa pos

Kamis, 27 September 2012

Antara Seni dan Keganasan Senapan AK-47



LONDON, KOMPAS.com - Mungkin banyak yang tidak paham jika mendengar nama Avtomat Kalashnikov. Namun, jika nama itu diganti menjadi AK-47 maka banyak orang yang memahaminya.

Ya, AK-47 adalah senapan otomatis paling masyhur, paling mematikan, paling banyak diproduksi dan paling banyak digunakan di seantero bumi.

Sebagai sebuah senapan serbu, fungsi utamanya sudah jelas yaitu untuk melukai atau membunuh lawan. Namun siapa sangka benda yang begitu menakutkan ini bisa tampil nyeni.

Di Institut Seni Kontemporer (ICA) Londong, Inggris hingga 30 September mendatang 20 seniman memamerkan karya mereka yang semuanya menggunakan bahan utama senapan serbu AK-47.

Pameran bertajuk 'AKA Peace' ini diprakarsai fotografer Sunday Times yang pernah bertugas di Afganistan sebagai anggota pasukan cadangan Inggris, Bran Symondson.

Selama bertugas di Afganistan, dia memperhatikan bagaimana pasukan militer di negeri itu menghiasi senjata mereka khususnya AK-47.

Bran berhasil menggaet sejumlah seniman kontemporer Inggris ternama seperti Damien Hirst, Antony Gormley, Marc Quinn dan Chapman bersaudara untuk bergabung dalam pameran dan lelang amal yang akan digelar pekan depan.

"Kami memperhatikan para polisi Afganistan menghiasi senapan AK-47 mereka dengan bunga, stiker. Saya menyadari senapan itu adalah milik mereka yang paling berharga. Jadi mereka memperlakukannya seperti remaja Inggris mendandani mobil mereka," kata Symondson .

"Banyak orang bertanya 'Apakah saya tidak takut mengagung-agungkan AK-47?' Tapi saya pikir AK-47 sudah memiliki keagungannya sendiri," lanjut Symondson.

"Pesan yang lebih kuat adalah bahwa benda segarang AK-47 masih memiliki fungsi lain secara visual dan mental," paparnya.

Salah satu favorit pengunjung pameran adalah karta Nancy Fout "Don't Touch". Nancy menciptakan sebuah AK-47 diselimuti duri-duri perak yang jika dilihat dari jauh terlihat seperti bulu-bulu yang lembut.

Karya-karya menarik lain misalnya Damien Hirst yang mengecat sebuah AK-47 dengan warna-warna mencolok. Sementara karya Jake dan Dino Chapman adalah dua orang anak kecil berhidung lingga yang memegang senapan AK-47.

Seniman Palestina Laila Shawa mengatakan dirinya tak asing lagi dengan senapan ini. AK-47 sudah menjadi bagian hidupnya.

"Saya sangat familiar dengan AK-47, dan bagi saya memegang dan membawanya tak menimbulkan perasaan aneh. Tapi pertanyaan saya kepada Bran adalah 'Berapa banyak orang tewas akibat senapan ini?'," kata Laila sambil berdiri di samping sebuah AK-47 yang dilapisi berlian buatan dan bunga.

"Di Timur Tengah, dengan kondisi politiknya, dan khususnya sebagai warga Palestina, di satu titik kami harus mempertahankan hidup kami. Dan itulah sebabnya mengapa saya begitu memahami AK-47," ujarnya.

Beberapa seniman mengaku mereka merasa tidak nyaman bekerja dengan sebuah senjata yang pernah digunakan dalam sebuah peperangan.

"Saat membersihkan senapan ini, terutama di bagian larasnya, saya menemukan darah kering dan itu membawa kenyataan ke depan mata saya," kata Laila lagi.

Sementara itu, Antony Micallef yang karyanya adalah berupa AK-47 yang muncul keluar kepala sebuah mahkluk tak dikenal seperti layaknya tanduk. Dia menjelaskan karyanya ingin menunjukkan adanya insting kekerasan manusia.

"Bagi saya senjata adalah sebuah benda agresif sehingga saya ingin menunjukkan it. Saya tak bisa keluar dari perasaan itu," kata Micallef.

Sedangkan Charming Baker membuat lubang di AK-47 yang mengungkap bagian dalam senapan itu.

"Saya yakin masih ada senjata yang digunakan untuk menyelamatkan nyawa manusia dan keluarga mereka sangat menghargai senapan ini. Itulah cara kita menggunakan sebuah alat, bukan begitu?" ucap Baker.


Sumber: Kompas

Rabu, 26 September 2012

Boeing Sepakat Jalin Kerjasama dengan PT Pindad dan DI



VIVAnews – Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat, Boeing, sepakat bekerja sama soal alih teknologi kepada Indonesia melalui PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad.

PT Dirgantara Indonesia adalah perusahaan industri pesawat terbang di Indonesia, sedangkan PT Pindad adalah perusahaan industri manufaktur Indonesia yang bergerak dalam bidang produk produk militer dan produk komersial .

Kesepakatan kerja sama alih teknologi antara Boeing, PT DI, dan PT Pindad tertuang dalam Memorandum of Agreement(MoA) yang telah ditandatangani pada acara Investment Daydi Amerika Serikat pekan lalu.

“Boeing berminat untuk memberikan alih teknologi, training, pendidikan, dan kerja sama pembangunan industri dirgantara,” ujar Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu malam 26 September 2012.

Realisasi dari kerja sama itu akan dijalankan dalam waktu dekat. Pemerintah Indonesia optimis kerja sama ini akan berjalan lancar dan bermanfat bagi Indonesia. Apalagi Boeing memiliki citra baik dalam membangun kerja sama, baik dengan pemerintah maupun pihak swasta di Indonesia.

Menkeu menjelaskan, sebelumnya Boeing juga melakukan kerja sama dalam pembelian pesawat dengan Lion Air yang bernilai US$ 20 miliar.


Sumber: Vivanews