Halaman

Powered By Blogger

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Rabu, 06 Juni 2012

Pembuatan PKR 105 Resmi Ditandatangani Indonesia DSNS

Cetak
Jakarta - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) melalui Badan Sarana Pertahanan (Baranahan) secara resmi menandatangani kontrak pengadaan 1 unit  Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), Belanda.
Kontrak ditandatangani oleh Kepala Baranahan Kemhan Mayjen TNI Ediwan Prabowo yang mewakili Kemhan RI dengan Director Naval Sale of DSNS Evert van den Broek yang mewakili pihak DSNS, Selasa (5/6) di kantor Kemhan, Jakarta. Hadir dan menyaksikan acara penandatangan sejumlah pejabat di lingkungan Kemhan, Mabes TNI dan Mabes TNI AL. Hadir pula Dubes Belanda untuk Indonesia Tjeerd de Zwaan dan Direktur Utama PT.PAL Indonesia (Persero) Ir M Firmansyah Arfin.
Pengadaan Kapal PKR 10514 ini dalam rangka untuk memperkuat Alutsista di jajaran TNI AL guna mendukung tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.  Disamping digunakan untuk tugas  tempur, Kapal PKR 10514 ini juga diperlukan untuk memberikan deterrent effect (efek gentar)  terhadap pihak manapun yang akan mencoba mengganggu kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI.
Kabaranahan Kemhan RI  mengatakan,  dalam pembangunan Kapal PKR 10514 ini, Damen Schelde Naval Shipbuilding melakukan joint production (kerjasama produksi) dengan PT. PAL Indonesia (Persero) selaku industri pertahanan dalam negeri.  Damen Schelde Naval Shipbuilding telah memutuskan untuk memberikan Transfer of Technology (ToT) dalam konstruksi desain dan pembangunan Kapal PKR 10514 kepada PT. PAL Indonesia (Persero).
Rencananya, Kapal PKR 10514  ini akan dibangun di tiga tempat antara lain PT. PAL Indonesia (Persero), Vlisingen dan Galatz. Terakhir Kapal PKR 10514 akan dirakit di PT.PAL Indonesia (Persero). Diharapkan, Kapal PKR 10514  ini sudah selesai dan diserahterimakan pada awal  tahun 2017.
Lebih lanjut Kabaranahan mengatakan,  ini adalah awal yang baik dari industri pertahanan dalam negeri khususnya  PT. PAL Indonesia (Persero) dalam mengembangkan kemandirian di bidang Alutsista. Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam hal ini Kemhan RI melalui Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) yang akan melaksanakan rencana induk revitalisasi industri pertahanan dalam rangka mendorong dan meningkatkan industri pertahanan dalam negeri.
Sementara itu, guna mendukung pengadaan Kapal PKR 10514 ini,  Kabaranahan Kemhan RI mengungkapkan pemerintah Indonesia mengalokasikan anggaran kredit eksport dengan alokasi multiyears dengan jumlah 220 juta dolar AS.(BDI/SR)
Spesikasi Teknis Kapal PKR 10514
Harga/Unit
USD 220.000.000,00

Waktu Penyelesaian
49  bulan

Data Teknis Platform

LOA
105 meter
Lebar
14 meter
Draft
3,7 meter
Displacement
2335 ton
Speed
Max/Cruise/Economic

28/18/14 knot
Range at 14/18 knot
5000 NM
Endurance
20 hari
Sea Keeping
Up to Sea State 5
Crews
120 orang
Helli Pad
10 ton


Tank Capacity
Fuel Oil : 300 ton
Fresh Water : 60 ton
PROPULSION SYSTEM

Main Engine
2 x Diesel Engine, 2 x E Drive (CODOE)
Diesel Generator
4 x 715 kw
2 x 435 kw
Gear Box
CODOE,
Heavy Duty
COMBAT SYSTEM

Persenjataan
Anti serangan Udara
Anti serangan Kapal Selam
Anti serangan Kapal Atas Air


 Sumber : DMC

Minggu, 03 Juni 2012

Militer Israel Masih Aktif Serang Warga Palestina


Serangan militer Israel dan pemukim Zionis terhadap warga Palestina di Tepi Barat masih terus berlangsung.

Ahad dini hari (3/6) militer Israel dengan didukung kendaraan lapis baja menyerang kota al-Khalil (Hebron) dan memasuki setiap rumah warga Palestina serta merusak perabotan yang ada. Demikian dilaporkan Qods.net.

Sementara itu, distrik Yatta di selatan al-Khalil selama dua hari berturut-turut diserang para pemukim Zionis.

Menurut laporan ini, zionis radikal melempari rumah warga Palestina di Yatta dengan batu dan botol. Aksi provokatif ini memicu bentrokan warga setempat dengan pemukim Zionis.

Serdadu Israel hari ini jiga melanjutkan pelanggarannya terhadap kebebasan pers dan menangkap seorang wartawan Palestina di kota al-Khalil serta membawanya ke tempat yang tidak diketahui.

Di sisi lain, radio Israel melaporkan penangkapan dua warga Palestina di dekat jalur penyeberangan Kissufim, Jalur Gaza. Radio Israel tanpa mengisyaratkan identitas kedua warga Palestina tersebut melaporkan keduanya dipindahkan ke kantor pusat keamanan untuk diinterogasi.

Sumber: Irb

Sabtu, 02 Juni 2012

Dengan KRI Diponegoro, SBY Meninggalkan Singapura Menuju Pulau Nipah

SINGAPURA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Hj Ani Bambang Yudhoyono dan delegasi meninggalkan Singapura menuju Pulau Nipah, Indonesia, dengan KRI Diponegoro-365 dari Changi Naval Base, Sabtu (2/6) pukul 13.30 WIB. Rombongan Presiden SBY dilepas Duta Besar RI untuk Republik Singapura Andri Hadi, Atase Pertahanan RI Kol (Pnb) Mochamad Fadjar Sumarijadji, serta siswa-siswi KBRI yang mengenakan seragam pramuka dan melambai-lambaikan miniatur bendera Merah Putih.

Di atas kapal, di bawah terik sinar matahari, Presiden SBY disambut dengan upacara penyambutan militer. Selesai upacara penyambutan, Presiden SBY dan Ibu Ani melakukan peninjauan dalam kapal. KRI Diponegoro kemudian perlahan mulai meninggalkan Changi Naval Base dan berlayar menuju Pulau Nipah, Provinsi Kepulauan Riau. Perjalanan menuju Pulau Nipah ditempuh selama lebih kurang 1 jam 30 menit. Selama perjalanan menuju Pulau Nipah, KRI Dipenogoro mendapat pengawalan dari KRI Kujang dan KRI Clurit


Tiga puluh menit setelah KRI Diponegoro meninggalkan dermaga, dari anjungan kapal, SBY dan Ibu Ani menerima penghormatan
sailing pass dan flying pass di anjungan lambung kiri KRI DPN-365, sebagai tanda memasuki wilayah perairan Indonesia. Sailing pass dan flying pass dilakukan oleh KRI Ahmad Yani-351, KRI Pati Unus-371, KRI Kapitan Pattimura-384, dan pesawat Cassa U-618. Presiden SBY pun memberikan penghormatan balasan.

Mendampingi Presiden SBY, antara lain, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Mensesneg Sudi Silalahi, Setkab Dipo Alam, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, dan KSAL Laksamana TNI Soeparno.


Sumber : Persiden RI

AS, Jepang, Korsel Siap 'Keroyok' Korea Utara

REPUBLIKA.CO.ID,  SINGAPURA -- Amerika Serikat dan sekutu utamanya di Asia, yakni Jepang dan Korea Selatan Sabtu sepakat mendukung upaya-upaya untuk mencegah setiap ancaman senjata nuklir Korea Utara, kata para pejabat.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Leon Panetta bertemu dengan timpalannya Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Kwan Jin, dan tokoh senior parlemen Wakil Menteri Pertahanan Jepang Shu Watanabe di sela-sela konferensi keamanan regional di Singapura.

"Para menteri menegaskan kembali bahwa perilaku provokatif Korea Utara mengancam semua ketiga negara dan akan menghadapi solidaritas dari ketiga negara," kata ketiga petinggi pertahanan dalam pernyataan bersama setelah pertemuan mereka.

"Mereka sepakat untuk terus memperkuat koordinasi kebijakan trilateral untuk menangkal provokasi Korea Utara."

Penenggelaman Pyongyang atas kapal perang Cheonan Korea Selatan, penembakan terhadap Pulau Yeonpyeong Korea Selatan pada tahun 2010 dan peluncuran peluru kendali pada April "menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan stabilitas Semenanjung Korea, Asia Timur Laut, dan dunia," kata pernyataan itu.

"Korea Utara perlu memahami bahwa ia tak akan mencapai apa-apa dengan ancaman itu atau dengan provokasi itu, dan bahwa perilaku seperti itu hanya akan memperdalam isolasi internasional," katanya menambahkan.

Ketiga pejabat pertahanan menghadiri konferensi akhir pekan ini di Singapura yang disebut Dialog Shangri-La yang berakhir pada Minggu.

Sebelum pertemuan tiga menteri, kepala pertahanan AS mengatakan Washington akan mempertahankan kehadiran pasukannya dengan kekuatan penuh di Korea Selatan, meskipun terdapat tekanan anggaran di dalam negerinya.

"Kami juga meningkatkan kecerdasan dan berbagi informasi kami dengan Republik Korea - berdiri tegak melawan provokasi bermusuhan Korea Utara sambil mengolah aliansi dengan kemampuan baru untuk memenuhi tantangan dunia," kata Panetta dalam satu pidato di konferensi.

Saat ini terdapat sekitar 28.500 tentara Amerika Serikat ditempatkan di Korea Selatan.

Sumber: Republika