Halaman

Powered By Blogger

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Sabtu, 19 Mei 2012

AS Kerahkan Kapal Selam Nuklir ke Filipina

Foto : salem-news 
 
MANILA - Amerika Serikat (AS) mengerahkan kapal selam kelas Virginia yang bertenaga nuklir, USS North Carolina ke pangkalan militer di Filipina. Langkah itu diklaim menjadi tanda-tanda akan adanya campur tangan AS di sengketa Laut China Selatan.

Beberapa pengamat menilai, kehadiran dari kapal selam AS di Filipina menunjukkan komitmen AS dalam menjaga kesepakatan pertahanan dengan Filipina. Saat ini, sengketa yang dialami Filipina dan China tampak makin memanas.

Meski demikian, Pemerintah Filipina mengatakan, kehadiran dari kapal selam bertenaga nuklir itu, tidak berhubungan dengan isu sengketa. AS tidak pernah membela Filipina yang memperebutkan Dangkalan Scarborough dengan China. Demikian, seperti diberitakan Gulf Today, Jumat (17/5/2012).

Menurut laporan dari media Jepang dan Taiwan, armada tempur China yang berisikan kapal destroyer dan kapal amfibi, mulai dikerahkan ke perairan Filipina. Meski demikian belum ada komentar dari Pemerintah China akan pengerahan armada tempur itu.

Aktivis Filipina dari Bagong Alyansang Makabayan mengecam kehadiran kapal selam nuklir tersebut yang hadir di lautan Filipina. Hal itu disebabkan karena akan memperburuk sengketa Laut China Selatan.

Sengketa wilayah yang terjadi antara Filipina dan China terlihat makin memanas. Para demonstran Filipina berniat untuk berlayar ke wilayah sengketa dan memancing. Mereka juga akan mengapung selama tiga hari di wilayah tersebut.
Sumber:okezone

Pulau Nipah, Armada Amerika, dan Armada China

JAKARTA-(IDB) : Kapal niaga raksasa hilir mudik dan lego jangkar di perairan sebelah barat Singapura di dekat Pulau Nipah, Kepulauan Riau, awal Mei. Pulau seluas 3,6 hektar itu hanya menjadi pos TNI. Antrean panjang kapal jurusan Singapura yang membutuhkan pasokan logistik tidak dilihat sebagai peluang niaga.

Hanya Pos TNI Angkatan Laut yang berdiri di sana, dijaga satu kompi (60 personel) Marinir. Berry dan Yudho adalah dua prajurit Marinir yang berjaga dengan senapan mesin berat 12,7 milimeter menghadap ke arah Singapura.

Siang hari, mereka mengaku kerap melihat pesawat Singapura terbang di dekat wilayah Indonesia. Malam hari, mereka melihat gemerlap di kawasan Singapura, penanda modernitas dan majunya pembangunan.

”Sinyal telepon seluler di sini dari Singtel. Mahal sekali. Kadang dapat sinyal dari Malaysia. Pulsa dari operator Indonesia langsung tersedot,” ujar Berry.

Sebelum diperhatikan, Pulau Nipah nyaris tenggelam. Karena nilai strategisnya sebagai salah satu pulau terluar, Pulau Nipah direklamasi. Presiden Megawati Soekarnoputri menjejakkan kaki di prasasti tahun 2004. Setelah itu, tidak lagi terdengar pengembangannya.

Padahal, kawasan di ujung selatan Selat Malaka itu merupakan salah satu jalur perdagangan dunia. Pedagang Eropa-Asia Timur dan pengiriman minyak dari Negara Teluk ke Asia Timur pasti melewati kawasan itu. Posisi Singapura sebagai pelabuhan dengan fasilitas modern dan layanan jasa terbaik menjadi daya tarik pebisnis seluruh dunia.

”Pagar kedaulatan”

Melihat kawasan di sekitarnya, terutama Singapura, pemerintah mengubah cara pikir. Dalam kunjungannya ke Pulau Nipah, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, kawasan tersebut akan dijadikan pusat logistik bagi kapal-kapal yang antre masuk Singapura.

”Pertumbuhan ekonomi dimanfaatkan untuk menjaga pulau-pulau terluar. Disediakan fasilitas pengisian bahan bakar 5 juta liter per bulan di Pulau Nipah yang akan direklamasi hingga 40 hektar. Fasilitas pendukung lain akan disiapkan. Kapal yang mengisi logistik akan merasa aman karena ada prajurit TNI AL dan TNI AD yang menjaga keamanan. Kita sedang menunggu izin Kementerian Keuangan untuk mewujudkan rencana tersebut,” ujar Purnomo.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutarjo menambahkan, selain fasilitas logistik, Pulau Nipah juga akan menjadi etalase perikanan Indonesia. Pengusaha Singapura bisa membeli beragam jenis ikan di Pulau Nipah.

Sharif dan Purnomo bertekad menjadikan Pulau Nipah bernilai secara ekonomi.

Purnomo belum memastikan apakah Pulau Nipah akan menyediakan fasilitas logistik pula bagi armada Amerika Serikat dan Republik Rakyat China yang selama ini memanfaatkan fasilitas itu di Singapura. Nilai ekonomi dan hubungan strategis didapat Singapura karena menyediakan sarana logistik bagi AS dan China yang sedang bersaing di Pasifik dan Laut China Selatan itu.

Singapura mampu memanfaatkan peluang itu untuk kepentingan nasionalnya. Indonesia memang bersikap netral, tetapi bukan berarti tidak bisa memanfaatkan kekuatan militer AS dan China demi kepentingan nasional Indonesia. Setidaknya keuntungan ekonomis bisa didapat dari Pulau Nipah jika peluang ekonomi ini digarap.

Politisi Ganjar Pranowo dalam diskusi masalah perbatasan RI di Fraksi PDI-P menegaskan, perbatasan memang harus dijaga dengan ”kedaulatan dan pagar ekonomi”. Membangun aktivitas ekonomi di perbatasan dan pulau terluar adalah pemikiran cerdas.

Untuk pemikiran, kita tidak kekurangan. Sebelumnya, perbatasan juga diwacanakan sebagai halaman depan. Selanjutnya?

Sumber : Kompas

Lagi-lagi TNI Juarai Lomba Tembak Internasional AASAM 2012 Australia

VICTORIA-(IDB) : TNI kembali menorehkan prestasi bersejarah yang membanggakan setelah berhasil keluar sebagai Juara Umum dalam Lomba Tembak Internasional Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2012, sekaligus mempertahankan gelar Juara Umum yang telah TNI pertahankan selama ini dalam event yang sama. 

AASAM 2012 diselenggarakan di Puckapunyal Military Area, Victoria - Australia, tanggal 7 s/d 17 Mei 2012. Penyelenggaraan kali ini merupakan kali yang kelima dari event bergengsi berskala internasional ini.

AASAM 2012 diikuti oleh lebih dari 300 petembak yang mewakili Angkatan Darat/Marinir masing-masing negara, yakni tuan rumah Australia, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Perancis (Kaledonia Baru), Selandia Baru, serta negara-negara ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, dan Timor-Leste, ditambah Jepang yang menjadi peserta baru pada AASAM kali ini, serta dihadiri pula oleh tim peninjau dari RRC dan Tonga yang siap berpartisipasi tahun 2013 nanti.

Perolehan medali kontingen Indonesia yang diwakili TNI AD sangatlah fantastis, jauh mengungguli negara peserta manapun lainnya. Ini sekali lagi membuktikan dan menegaskan bahwa skill keprajuritan TNI memanglah di atas rata-rata tentara dunia. 


Dengan hasil yang gemilang ini, diharapkan TNI tidaklah takabur lalu kemudian lalai, melainkan justru akan terus mengasah dan meningkatkan kemampuannya sebagai kekuatan militer yang disegani di dunia. 

Hasil ini juga hendaknya dapat menjadi masukan bagi Pemerintah serta DPR untuk terus mendukung peningkatan kekuatan TNI agar seluruh tugas pokok TNI dapat terlaksanakan dengan semakin sempurna. Kekuatan personel TNI sangatlah membanggakan, dan harus didukung pula dengan alutsista yang memadai serta reward berupa kesejahteraan hidup yang lebih layak agar seluruh prajurit TNI semakin termotivasi untuk berjuang dan memberikan karya terbaiknya bagi bangsa dan negara.

Sumber : Tandef

Dekati Camp David, Dua Cessna Dicegat F-15


WASHINGTON DC, KOMPAS.com- Dua pesawat ringan Cessna 172 yang terbang mendekati wilayah udara Camp David, tempat Presiden AS Barack Obama dan tujuh pemimpin negara maju lainnya sedang berkumpul, dicegat oleh pesawat tempur F-15 Eagle Angkatan Udara AS, Jumat (18/5/2012) petang waktu setempat.
Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD), yang bertanggung jawab atas keamanan wilayah udara AS dan Kanada, menyatakan, dua pesawat ringan itu tak bisa dikontak melalui jalur komunikasi radio saat mendekati kawasan Camp David di Maryland, AS.
NORAD pun langsung mengerahkan pesawat-pesawat tempurnya untuk mencegat dua Cessna tersebut. Pesawat pertama berhasil dicegat oleh satu F-15 pada pukul 19.03 (06.03 WIB hari Sabtu, 19/5/2012), dan pesawat kedua dicegat oleh satu F-15 serta satu helikopter HH-60 Black Hawk pada pukul 19.17 (06.13 WIB).
Pesawat pertama digiring keluar dari wilayah larangan terbang di sekitar Camp David dan mendarat di Bandara York, Pennsylvania. Sedangkan pesawat kedua diperintahkan mendarat di sebuah landasan rumput di Pennsylvania.
Dua pilot pesawat ringan itu langsung ditahan dan diinterogasi oleh pihak berwajib. 

Sumber:Kompas