Halaman

Powered By Blogger

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Sabtu, 24 Maret 2012

Enam Sukhoi Akan Meriahkan HUT TNI AU

Enam pesawat Sukhoi SU-27/30 akan ikut serta dalam demonstrasi operasi udara yang akan digelar dalam upacara hari jadi TNI AU ke-66. Keenam pesawat itu adalah bagian dari total 65 pesawat TNI AU yang akan tampil pada demo operasi udara pada 9 April 2012 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. 
  Dalam konferensi pers di Halim, Kepala Dinas Penerangan TNI-AU, Marsekal Pertama TNI, Azman Yunus, mengatakan selain demonstrasi operasi udara, TNI AU juga akan menggelar demo udara lainnya seperti fly pass pesawat pengintai, gabungan pesawat besar dan kecil, aerobatic oleh Jupiter Aerobatic Team, dan demo terjun bebas yang diperagakan oleh 66 penerjun. "Ada juga demo pengintaian udara dan pengisian bahan bakar di udara dari pesawat Hercules ke Sukhoi," ujar Azman. Demo pengintaian udara itu akan menggunakan satu pesawat CN-235 MPA dan dua pesawat CN-212. 
Azman mengatakan pengerahan pesawat-pesawat TNI AU pada hari itu tidak akan mengganggu lalu lintas udara untuk penerbangan lainnya, terutama untuk penerbangan komersil dari Bandar Udara Soekarno Hatta di Banten. "Kami pakai jalur udara selatan, dan selain itu kami akan terbitkan nota untuk blok ruang udara itu selama demo sekitar dua jam," ujar Azman. 
 Saat ini TNI AU memiliki 10 unit pesawat Sukhoi buatan Russia yang dibeli di tahun 2007. Awal tahun ini, Kementerian Pertahanan telah menandatangani kontrak pembelian enam pesawat Sukhoi untuk melengkapi yang sudah ada, sehingga memenuhi kekuatan satu skuadron dengan 16 pesawat. Dua dari enam pesawat itu dijadwalkan tiba tahun ini, dilanjutkan dengan tiga di tahun 2013 dan satu di tahun 2014.


.sumber: beritasatu

Rudal Korut diarahkan ke Asia Tenggara dan Australia


SEDELAIDE-(IDB) : Amerika Serikat memperingatkan bahwa peluncuran rudal Korea Utara di bulan April mendatang diarahkan ke Asia Tenggara dan Australia untuk pertama kalinya. Peringatan tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Kurt Campbell dalam pertemuan dengan Menlu Australia, Bob Carr di Sydney hari Jumat (23/3/2012) kemarin.

Selama ini, rudal jarak jauh Korea Utara selalu diarahkan ke arah timur, ke arah Jepang. Namun sekarang menurut laporan dinas intelejen Amerika Serikat, arah peluncuran rudal itu untuk pertama kalinya adalah ke selatan.

"Bila peluncuran itu berjalan seperti yang direncanakan Korea Utara, maka kami perkirakan daerah yang menjadi sasaran adalah di wilayah antara Australia, Indonesia, dan Filipina," kata Kurt Campbell yang merupakan Wakil Menlu AS untuk Asia Timur dan Pasifik, seperti dilaporkan harian The Sydney Morning Herald.

"Kami tidak pernah melihat arah peluncuran seperti ini sebelumnya. Oleh karenanya, kami sudah memperingatkan kepada negara-negara ini dan meminta mereka mengecam rencana peluncuran rudal dan mendesak Korea Utara guna menghentikannya." tambah Dr Campbell.

Setelah pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr mengatakan, rencana peluncuran rudal jarak jauh Korea Utara tersebut merupakan ancaman nyata terhadap keamanan kawasan dan Australia.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, Perdana Menteri Australia Julia Gillard dan juga Presiden AS Barack Obama bersama 50 pemimpin lainnya akan bertemu di ibukota Korea Selatan, Seoul hari Senin guna mendiskusikan program perlucutan senjata nuklir Korea Utara.

Pengumuman dari Korea Utara minggu lalu bahwa mereka akan meluncurkan rudal jarak jauh tanggal 15 April mendatang diperkirakan akan menjadi topik utama pembicaraan. 

Sumber : Kompas

Philippine Navy to Sign Contract for MRVs this July


Two MultiRole Vessels (MRVs) along with three new helicopters will be ordered to the Navy. While PT PAL offers Strategic Sealift Vessel LPD for Philippines Navy (photo : Defense Studies)
MANILA — Philippine Navy (PN) flag-officer-in charge Vice Admiral Alexander Pama on Thursday expressed optimism that the contracts for the service's two multi-role vessels (MRVs) will be signed by July this year.

With the expected signing of this vital document, the contracting shipbuilder can proceed ahead with the construction of the above-mentioned ships as per design specification of the Philippine government.

The acquisition cost for the two MRVs is estimated to be worth P10 billion.

Pama said that the two vessels would greatly increase the PN's patrolling and disaster relief mission capabilities as the proposed ships are capable of cruising even at the heaviest seas,aside from being equipped with helicopters and and LCMs, allowing them easy access to calamity-stricken communities.

Aside from the MRVs contract, the PN chief stated that the contract for the three brand-new helicopters for the naval service will also be signed by the end of the year, giving the command's air arm new equipment to fulfill its mandate of patrolling and securing Philippine maritime sovereignty.


Jumat, 23 Maret 2012

Jepang Siapkan Pertahanan Rudal, Cina Serukan Tahan diri

TOKYO-(IDB) : Menteri pertahanan Jepang, Jumat (23/3), memerintahkan persiapan sistem pertahanan rudal agar militer dapat menembak jatuh roket Korea Utara jika mengancam negara itu. "Saya telah memerintahkan para pejabat menggelar PAC-3 dan kapal perang klas Aegis," kata Menteri Pertahanan Jepang Naoki Tanaka kepada wartawan mengacu pada rudal permukaan ke udara dan kapal perusak yang membawa rudal tersebut.

"Kami akan melakukan perundingan dengan pemerintah lokal terkait tentang penggelaran itu," tambahnya.

Rudal pencegat permukaan ke udara akan digelar di gugusan pulau Okinawa, Jepang Selatan, tetapi setiap perintah untuk menembak jatuh roket Korut itu terlebih dulu harus mendapat persetujuan Perdana Menteri Yoshihiko Noda.

Korut yang memiliki senjata nuklir itu mengumumkan akan meluncurkan satu roket bulan depan untuk menempatkan satu satelit di orbit, satu tindakan yang Amerika Serikat dan sekutunya anggap sebagai satu dalih bagi uji coba rudal jarak jauh.

Para pejabat Jepang mengatakan proyektil itu mungkin melewati Okinawa.

Persiapan Jepang, yang secara reguler jadi target kecaman Korut, dilakukan saat para pemimpin dunia termasuk Presiden AS Barack Obama berada di Seoul pekan depan untuk menghadiri KTT nuklir, yang secara resmi dipusatkan pada terorisme nuklir.

Tetapi program nuklir Korut juga diperkirakan akan dibicarakan di sela perundingan itu.

Pada tahun 2009 Jepang memerintahkan persiapan yang sama pertahanan rudal sebelum Pyongyang meluncurkan roket jarak jauhnya, yang dikecam Dewan Keamanan PBB dan memperketat sanksi terhadap negara komunis itu.

Roket itu, yang menurut Korut juga bertujuan menempatkan satu satelit dalam orbit, melewati wilayah Jepang tanpa insiden atau usaha untuk menembak jatuh.

Sementara itu China, Jumat, mendesak negara-negara di kawasan untuk menahan diri menjelang peluncuran roket Korut, setelah Tokyo mengatakan sedang menyiapkan sistem pertahanan peluru kendali untuk menembak jatuh roket tersebut jika mengancam Jepang.

"Semua pihak harus tetap tenang dan menahan diri dan menahan diri dari melakukan tindakan yang akan memperumit masalah ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China,Hong Lei kepada wartawan di Beijing.

Keputusan kepemimpinan baru Korut itu telah membuat negara-nefara di kawasan bersikap waspada, China - sekutu terdekat Pyongyang - yang pekan lalu menyatakan keprihatinan atas rencana peluncuran dan mendesak pengendalian diri.

Sumber : Analisa