Halaman

Powered By Blogger

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Minggu, 29 Juli 2012

Bantu Sistem Pertahanan Rudal Israel, AS Sumbang USD70 Juta


YERUSALEM - Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak berterima kasih kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama atas keputusannya untuk memperkuat kerjasama antara AS dan Israel.

"Menhan Barak menyambut baik penandatanganan RUU yang nantinya memperkuat kerjasama pertahanan antara AS dan Israel termasuk juga keputusan AS untuk memberikan tambahan bantuan sekira USD70 juta terkait dengan proyek pertahanan rudal, Iron Dome," ujar Kementerian Pertahanan Israel seperti dilansir AFP, Minggu (29/7/2012).

"Penandatanganan ini adalah ekspresi baru dari dukungan berkelanjutan yang ditunjukkan Pemerintahan Obama dan Kongres AS terhadap keamanan Israel," tambah pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Obama dikabarkan telah menandatangani RUU ini pada Jumat 27 Juli lalu. Penandatanganan ini disaksikan secara langsung oleh anggota parlemen AS dan pelobi pro Israel AIPAC.

"Penandatanganan yang memberikan akses istimewa kepad Israel atas sistem persenjataan dan amunisi AS ini menegaskan komitmen tidak tergoyahkan kami atas keamanan Israel," tegas Presiden Obama.

Bantuan AS kepada Israel terkait dengan proyek Iron Dome ini sendiri merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya AS memberikan pendanaan awal sekira USD 205 juta kepada Israel. Proyek ini sendiri diketahui merupakan proyek pertahanan rudal yang dirancang khusus untuk melindungi Israel dari serangan roket oleh kelompok militan Islam, baik di Lebanon atau pun Jalur Gaza.


Sumber: Okezone.com

Taiwan mulls buying used US tanks

M1 Abrams tanks entered US service in 1980 and replaced M60s


TAIPEI — Taiwan is considering purchasing tanks used by the United States in Iraq and Afghanistan to update its ageing fleet, the defence ministry and media said on Monday.

Taiwan remains wary of China despite a recent improvement in relations and military experts say the self-ruled island would deploy tanks in the event of a land invasion by its powerful neighbour.

M1 Abrams, which entered US service in 1980 and replaced M60s, are a third-generation main battle tank and would bolster Taiwan's fleet of about 1,200 tanks, mostly M60s and M48s.

The island -- which broke away from China in 1949 at the end of a civil war -- also has dozens of Korean war and Vietnam war-vintage M41s.

"The case is under the army's evaluation. After all, the tanks have been used for a while," David Lo, spokesman for the defence ministry, told AFP.

"A lot of issues need to be considered. To name just a few, it's logistic support, if they could work under the current maintenance system for M60s," Lo said.

The Taipei-based United Daily News said some US military equipment may be left to Iraqi and Afghan troops, others may be sold to US allies.

In reaction to queries raised at parliament, Taiwan's deputy defence minister Chao Shih-chang has said the army needs to procure 200 tanks, the News said.

Washington remains the leading arms supplier to Taiwan despite its switching of diplomatic recognition from Taipei to Beijing in 1979.


Sumber: google

AS Jelaskan ke Israel Rencana Serang Iran

Kapal selam Israel

Metrotvnews.com, Jerusalem: Penasihat Dewan Keamanan Nasional Presiden Barack Obama, Thomas Dinilon menjelaskan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tentang rencana menyerang Iran seandainya diplomasi untuk menghentikan program nuklirnya gagal. Dinilon mengutarakan rencana itu dalam perundingan dengan Netanyahu pada awal bulan ini seperti dilaporkan surat kabar Israel, Haaretz pada Ahad (29/7).

Seorang staf senior Netanyahu menolak memberi komentar mengenai berita itu satu wawancara dengan satu stasiun radio Israel. "Kami tidak dapat memberikan komentar mengenai pertemuan-pertemuan diplomatik tertutup," kata seorang pejabat Israel lainnya yang dihubungi melalui telepon.

Haaretz mengatakan taklimat rahasia itu adalah usaha yang sangat penting oleh para pejabat tingkat tinggi AS saat mengunjungi Israel dalam bulan belakangan ini, termasuk Menlu Hillary Clinton. Ada upaya juga membujuk Israel untuk tidak melancarkan serangan militernya sendiri terhadap Iran.

Laporan itu bertepatan dengan kunjungan pesaing utama Obama ke Israel. Kandidat Republik Mitt Romney, yang menurut rencana akan bertemu Netanyahu pada Ahad.

Mengutip seorang pejabat senior AS yang berbicara tanpa bersedia namanya, surat kabar itu mengatakan Donilon telah mengemukakan kepada Netanyahu Pentagon sedang merencanakan satu keputusan yang mungkin diambil untuk menyerang fasilitas-fasilitas nuklir Iran.

Pejabat yang sama mengatakan Donilon juga merinci kemampuan militer AS untuk menembus fasilitas-fasilitas nuklir yang berada di bawah tanah yang dalam. Aksi itu akan dilakukan jika diplomasi dengan Iran mengalami jalan buntu.

Kegagalan perundingan antara Iran dan enam negara untuk menjamin satu terobosan menghentikan usaha Iran membangun senjata-senjata nuklir. Pihak internasional cemas bahwa Israel, yang diduga luas satu-satunya negara di Timur Tengah memiliki senjata nuklir, mungkin akan melancarkan serangan militer terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran. Sebaliknya, Iran selalu mengatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan-tujuan damai.

Dalam satu kunjungan ke Jerusalem bulan ini, Menlu AS Hillary Clinton mengatakan Israel dan Washington sepaham soal Iran.  "Pilihan kami sendiri adalah jelas, kami akan menggunakan segala unsur kekuatan AS untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir," kata Hillary.
 
 
Sumber: Metrotvnews

Sabtu, 28 Juli 2012

Kekuatan AL Iran 'Mimpi Buruk' untuk AS

Kekuatan AL Iran 'Mimpi Buruk' untuk AS
Kekuatan AL Iran 'Mimpi Buruk' untuk AS 


REPUBLIKA.CO.ID, Pakar AS dan Timur Tengah menggambarkan kekuatan baru AL Iran untuk menghadapi serangan kapal perang Amerika di Teluk Persia adalah bak skenario penuh mimpi buruk untuk AL AS.Ini karena Iran sudah memiliki teknologi khusus untuk menghadapi serangan.

 ''Sejumlah kapal perang AS mampu menghadapi ancaman lingkungan secara simultan di darat, laut, dan udara, bahkan bawah air,'' ungkap harian AS, The Washington Post, dalam satu laporannya.

Namun, kemampuan baru Iran justru membuat sejumlah pakar militer Amerika menanyakan kebijakan untuk mengerahkan kapal perang mahal dan kapal induk ke Teluk Persia. Harian ini juga mengutip studi yang dilakukan Institusi Perang AL AS yang mengingatkan peningkatan kemampuan Iran untuk mengahdapi serangan massal di Teluk Hormuz.

Kendati kapal perang baru AS dilengkapi sistem pertahanan ganda seperti pelindung rudal Aegis, Iran berhasil menetralisir teknologi itu dengan kemampuan untuk menghadapi serangan dari berbagai arah dengan satu tindakan saja.

''Iran tidak hanya bergantung pada peluncur rudal tapi juga memiliki helikopter, kapal selam mini, dan ratusan kapal kecil bersenjata berat yang mampu bergerak cepat,'' demikian laporan Washington Post.

''Ini adalah dilema. Ketika kapal AS berada di kawasan selat, mereka amat rentan diserang. Namun jika tak berada di sana, negara Arab akan merasa tak aman. Sekarang saja mereka sudah merasa sangat, sangat rentan,'' ujar pakar militer yang enggan diungkap identitasnya itu.


Sumber: Republika