Halaman

Powered By Blogger

SELAMAT DATANG DI ZMID

"ZMID" adalah kulasan berita yang berisi tentang Politik dan dunia militer baik dalam maupun luar negeri.

Sabtu, 02 Juni 2012

Iran Siap Hadapi Israel dan AS

KOMPAS.com - Pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan pihaknya siap menghadapi Israel dan AS andai kedua negara itu menyerang fasilitas nuklir Iran. "Kami akan menanggapi dengan reaksi sebanding," katanya pada Sabtu (2/6/2012).
Namun, sebagaimana warta AFP dan Fars mengutip penasihat militer senior Iran Brigadir Jenderal Yahya Rahim Savavi, serangan dari seteru Iran itu sejatinya tak bakal terwujud.
Sebelumnya, Washington dan tel Aviv menekankan kalau seluruh pilihan aksi ada di meja perundingan.  "Mereka mungkin bisa memulai serangan tapi mereka tak bisa mengakhirinya dan itu tetap berada di tangan Iran," kata Savavi sembari mengingatkan kalau kondisi ekonomi AS dan Israel kini tak memungkinkan untuk memulai perang.
Rahim Safavi memperingatkan seluruh wilayah Israel berada dalam jangkauan tembak rudal Hizbullah, milisi yang jadi sekutu Iran di Lebanon. Sementara, pasukan AS di wilayah tersebut rentan.

Sumber: Kompas

China Tawarkan Radar Maritim ke Indonesia


LONDON, KOMPAS.com- China dikabarkan menawarkan pemasangan sistem pengawas maritim senilai 1 miliar yuan (sekitar Rp 1,5 triliun) di kawasan Indonesia. Nantinya, sistem tersebut akan melengkapi sistem serupa buatan AS yang lebih dulu dipasang di Indonesia.


Demikian diungkapkan majalah pertahanan terkemuka IHS Jane's Defence Weekly (JDW) edisi 16 Mei 2012 yang mengutip berbagai sumber. Menurut JDW, tawaran tersebut disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Beijing, akhir Maret.

Detail sistem pengawas maritim yang ditawarkan China itu belum diketahui. Namun, JDW menduga sistem tersebut akan terdiri atas jaringan radar yang ditempatkan di Pulau Lombok, Selat Sunda, Kalimantan Barat, dan pantai barat daya Sulawesi. Nantinya, data pengamatan yang diperoleh dari sistem ini akan dibagi dengan China.

Dengan sistem ini, Beijing akan mendapat keuntungan berupa data kondisi perairan di Selat Sunda, Selat Karimata, dan Selat Makassar, yang menjadi titik-titik penyempitan penting di jalur komunikasi laut (SLOC).

Tawaran China itu diberikan hanya beberapa bulan setelah pemerintah AS menyumbangkan Sistem Pengawasan Maritim Terpadu (IMSS) senilai 57 juta dollar AS (Rp543,9 miliar) kepada TNI Angkatan Laut. Menurut pernyataan Departemen Luar Negeri AS, IMSS terdiri atas jaringan sensor terpadu yang dipasang di darat maupun di kapal-kapal perang Indonesia, berbagai peralatan komunikasi dan perangkat komputasi untuk mengumpulkan, mengirim, dan menganalisa berbagai data maritim.

Secara konkret, IMSS terdiri atas 18 stasiun pengawas pantai (CSS), 11 radar berbasis kapal, dua pusat komando regional, dan dua pusat komando armada di Jakarta dan Surabaya. Pemerintah AS juga telah mengalokasikan dana tambahan sebesar 4,6 juta dollar untuk merawat sistem tersebut sampai tahun 2014.

Meski demikian, sumber-sumber JDW mengatakan, bahkan dengan tambahan alokasi dana dari AS ini, IMSS masih terlalu mahal untuk dioperasikan oleh TNI AL dan belum terintegrasi secara menyeluruh.

Dengan adanya tawaran dari China ini, China akan memiliki sistem tandingan strategis terhadap IMSS, dan memungkinkan negara itu memantau pergerakan kapal-kapal AS dan lalu lintas laut lainnya di perairan Indonesia.


Sumber: Kompas

Pakistan Sukses Uji Coba Misil Siluma Bermuatan Nuklir

ISLAMABAD- Pakistan sukses dalam menggelar uji coba misil jelajah yang sanggup membawa hulu ledak nuklir dan dilengkapi dengan teknologi siluman. Misil itu siap digunakan untuk pertahanan darat dan laut.

"Peluncuran misil Hatf-VIII Ra'ad yang sanggup menjangkau target sejauh 350 kilometer, membuat Pakistan semakin kuat dalam mempertahankan wilayah laut dan darat," ujar militer Pakistan, seperti dikutip Gulf News, Jumat (1/6/2012).

Mereka pun menambahkan, teknologi misil jelajah yang canggih hanya dibangun oleh sejumlah negara di dunia ini. Uji coba misil itu juga menandai keberhasilan Pakistan dan mengerahkan Komando Sistem Komando dan Pengawasan Strategis (SCCSS).

SCCSS merupakan sistem yang sanggup digunakan untuk memonitor peluncuran misil. Sistem itu juga akan mengawasi aset-aset strategis milik Pakistan. Peluncuran misil itu juga disambut oleh Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani.

"Misil jelajah Ra'ad memiliki kapabilitas siluman, sanggup melesat di ketinggian rendah, berkemampuan untuk melakukan manuver, serta dapat mengangkut hulu ledak nuklir," imbuhnya.

Hatf-VIII merupakan misil keempat yang diuji coba oleh Pakistan sejak Mei lalu. Pada 25 April, Pakistan menjajal misil jarak jauh Hatf-IV yang berkemampuan nuklir dan sanggup menggempur target sejauh 1.000 kilometer. Peluncuran misil itu dilakukan enam hari setelah India menguji coba misil Agni-V yang amat kuat. 


Sumber : Okezone

Rabu, 30 Mei 2012

TNI AU Segera Miliki Empat Pesawat Tempur Super Tucano EMB-314


REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Skadron Udara 21 Lanud Abdurrachman Saleh di Kabupaten Malang, Jawa Timur, menanti kedatangan empat unit pesawat tempur Super Tucano EMB-314 buatan Brazil yang direncanakan tiba pada 28 Agustus 2012.

"Direncanakan pesawat Super Tucano dari Brasil tiba pada tanggal 28 Agustus 2012, namun apabila ada penundaan mungkin di awal September," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Skadron Udara 21 Lanud Abdurachman Saleh, Mayor (Tek) Anton Firmansyah, di Malang, Rabu.

Kedatangan empat unit pesawat tempur Super Tucano EMB-314, kata Anton, untuk memperkuat Skadron Udara 21 dan tentunya bagi seluruh jajaran TNI-AU dalam menjaga kesatuan wilayah Indonesia.

"Untuk yang pertama akan datang empat unit pesawat, dan hingga akhir tahun 2012 direncanakan delapan pesawat Super Tucano tiba di Lanud Abdurrachman Saleh," tambah Anton.

Pesawat tersebut, lanjut Anton, merupakan pesawat tempur taktis yang mampu melaksanakan operasi bantuan tembakan dari udara yang merupakan keunggulan pesawat itu. Dengan rencana itu, Anton menambahkan, TNI-AU juga telah mempersiapkan pilot-pilot terbaik untuk dikirimkan ke Sao Paulo, Brazil.

"Ada 12 orang pilot yang akan dikirim ke Brazil. Saat ini mereka telah ada di Jakarta untuk mendapatkan bimbingan, dan direncanakan pada bulan Juni akan berangkat ke Sao Paulo, Brazil, untuk menyelesaikan pelatihan," kata Anton.

Pesawat tersebut, lanjut Anton, juga telah dipergunakan oleh beberapa negara lain dan merupakan pesawat produksi baru. "Kami telah menyiapkan 'shelter' baru dan saat ini juga sedang dilakukan penyelesaian pembangunan tempat simulator," kata Anton.

Pesawat Super Tucano EMB-314 memiliki mesin tunggal buatan Empresa Braziliera de Aeronautica (Embraer), dan memiliki kemampuan menembakkan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh.

Kedatangan pesawat tempur itu akan menggantikan posisi pesawat tempur Oviten-10F Bronco yang sudah tidak akan dioperasikan. OV-10 Bronco telah berjasa di berbagai operasi, antara lain Operasi Seroja (1976-1979) di NTT, Operasi Tumpas (1977-1978) di Irian Jaya, dan Operasi Halilintar (1978) di Riau.


Sumber: Republika